Daerah

Winarti di MNC TV Siang Ini, Ngapain?

24 tahun usia kabupaten, 3 tahun lebih BMW, setahun pandemi — Bupati Tuba Winarti akan tampil di rubrik talkshow Indonesia Siang MNC TV Channel 84 UHF, Rabu (17/3/2021). Ia bakal mengulik tuntas dinamika program pemenang prorakyat, Bersama Melayani Warga (BMW) disini. Sayang bila dilewatkan. | Kolase Inshot/Diskominfo Tuba/Sindonews

Suluh.co — Bupati Tulang Bawang (Tuba) Dr (Cand) Winarti dijadwalkan tampil menyapa publik Tanah Air, melalui rubrik temu wicara Indonesia Siang, di layar MNC Channel kanal 84 UHF, hari ini Rabu 17 Maret 2021 pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat.

Bupati perempuan kedua di Bumi Lampung setelah Bupati Lampung Timur 2016-2021 Chusnunia Chalim (terpenggal pengunduran diri bersangkutan ikut Pilgub Lampung 2018) dan bupati perempuan pertama di kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur –per transliterasi, Satu Tanah Ramah Bergaul ini, bakal tampil mengeksplorasi tajuk “Geliat BMW ditengah Pandemi COVID-19”.

“Saksikan juga di livestreaming di video.sindonews.com/tv/mncnews,” bunyi poster digital laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuba dan MNC, diakses Selasa (16/3/2021) malam.

Penelusuran, pemberitahuan publik acara antaranya juga dipublikasikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tuba, Dedy Palwadi. “Hai gaessss … Saksikan ya bupati kita. Bupati Tulang Bawang Dr Hj. Winarti di MNC News, besok, 17 Maret jam 13.00,” singkat Dedy, disitat dari unggahan media sosialnya.

Sejatinya, penampilan bupati berlatar politisi PDI Perjuangan ini, terkait jelang peringatan hari jadi ke-24 kabupaten kelahiran 20 Maret 1997 berdasarkan UU Nomor 2/1997 itu.

BMW, atau Bersama Melayani Warga, tak lain tagline kampanye politik pilkada 15 Februari 2017 dari pasangan terpilih-terlantik Winarti dan Hendriwansyah, dan dilembar-daerahkan kemudian dalam dokumen visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tuba 2017-2022.

Menyitat penjelasan programatik Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Tuba, Dicky Soerachman satu ketika, BMW yang didalamnya saling berpadu padan 25 program unggulan, pemandu gerak prioritas pembangunan daerah seluas lebih kurang 4.385,84 kilometer persegi dan didiami oleh 450 ribuan jiwa rakyat di 148 kampung dan 4 kelurahan di 15 kecamatan. Makin tahun berjalan, secara terukur kian berhasil nyata.

Winarti tercatat bupati ke-9, atau ke-11 per periodisasi masa jabatan baik sementara (pejabat bupati) maupun definitif. Berturut-turut, setelah HM Yusup Nur (1981-1985), Kardinal (1985-1989), Somali Saleh (1989-1993), Rukhyat Kusumayudha (1993-1994), Tamanuri (1994-1996), Santori Hasan selaku Pj bupati 1996-1997 dan 1997-2002, dua periode Abdurrachman Sarbini pertama melalui DPRD (2002-2007) kedua melalui pilkada langsung (2007-2012), dan Hanan A. Rozak (2012-2017). Winarti, hingga 2022 mendatang.

Uniknya, meski telah sembilan kali ganti pemimpin, namun kabupaten pengampu kode telepon 0726 ini baru empat kali memiliki wakil bupati. Berturut-turut, pendamping Abdurrahman Sarbini (Mance) yaitu AA Sofyandi (2002-2007) dan Agus Mardihartono (2007-2012), Heri Wardoyo mendampingi Hanan A. Rozak (2012-2017), dan pendamping Winarti, Hendriwansyah.

Penyegar ingatan, duet usungan duet PDI Perjuangan-PAN pada pilkada 2017, Winarti-Hendriwansyah menang-kantongi raihan 94.362 suara sah atau setara 47,63 persen. Mengungguli duet petahana Hanan A Rozak-Heri Wardoyo usungan ‘koalisi gemuk’ Partai Demokrat, Gerindra, Golkar, Hanura, Nasdem, PKB, PKS, PPP, dengan raihan 88.762 suara (45,16 persen). Dan, “juru kunci” paslon perseorangan/calon independen Syarnubi-Solihah, peraih 14.174 suara (7,21 persen).

Saat itu, 15 Maret 2017, kemenangan duet ditetapkan dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Tuba tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang 2017, berdasar SK KPU Tuba Nomor: 02/Kpts/KPU-Kab-008.435585/2017 dan berita acara Nomor: 22/BA/III/2017, di Menggala, ibukota kabupaten.

Baca Juga:  Nihil Pelanggaran Menjadi Indikator Prestasi Kinerja Polhut

Menyelesaikan problem laten akut sengketa tanah di Tuba, dengan kata kunci pentingnya berkomunikasi dengan semua pihak seperti masyarakat ataupun pihak lain, bagaimana agar tegak lurus terhadap peraturan yang ada di negara ini, jadi bagian rekam digital pernyataan politik perdana pascapelantikan 18 Desember 2017 terkait salah satu fokus utama Winarti sebagai orang nomor satu di bupati, dikutip dari Wikipedia.

Karir legit Winarti di ranah kepemimpinan eksekutif, menggenapi sukses capaian karir politiknya sejak ia jadi Sekretaris Pengurus Ranting PDI Perjuangan (saat itu masih bernama) Desa Kurnia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah, 1999.

Disusul pasti jadi Ketua PAC PDI Perjuangan Seputih Mataram tahun 2000, Bendahara PAC PDI Perjuangan Gedung Meneng Tuba, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tuba, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Tuba (2015).

Eks Wakil Direktur PT Wikajaya Bina Prima ini ialah satu setengah periode Ketua DPRD Tuba kurun 2009-2014 dan 2014-2017. Ia harus letak dari jabatan, idaman lazim para legislator cum pimpinan parpol provinsi dan kabupaten/kota itu tepat 3 Mei 2017 silam.

Kini portofolio dari kesemua dari 25 program unggulan BMW, yang disebut Winarti sebagai “program pemenang prorakyat” itu, pelan nun pasti realisasinya terus ia upayakan, dengan segenap kekurangan-keterbatasan berikut bentang kendala dihadapi, secara bertahap manfaatnya kian masyarakat turut rasakan.

Bupati hijabers kelahiran Kampung Kurnia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah, 4 April 1975 tersebut nampak menggebu berupaya mewujudkan visi misi cemerlangnya. Ia bahkan kuat daya demi mengejar pemajuan pembangunan daerah dipimpinnya agar bisa sejajar dengan kabupaten lainnya di Lampung, Sumatera bagian selatan, Sumatera maupun nasional.

Satu ketika, alumnus SDN 1 Lampung Utara 1981-1985, SMP Yayasan Pendidikan Islam 3 Seputih Mataram, SMEA Negeri Poncowati Lampung Tengah 1991-1994, S1 Ekonomi Universitas Muhammadiyah (UM) Metro 1995-2000 dan S2 Hukum UBL (Universitas Bandar Lampung) 2011 itu pernah mengaku.

“Memang tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Program kemasyarakatan ini (BMW, red) memerlukan kolaborasi, kekompakan, gotong royong, keuletan dan ketulusan dari seluruh keterlibatan kepentingan dalam menciptakannya,” bunyi penegasan inovator program, Winarti, dikutip dari laman Pemkab Tuba 18 Oktober 2019.

Guna optimasi, tahun-tahun awal memimpin, ia pun berupaya merealisasikan pengadaan moda kendaraan bermotor roda dua bagi seluruh kepala kampung, kepala dusun, dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas. Ia sadar, merekalah ujung tombak perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan abdi rakyat.

Dan seperti dapat publik nilai sendiri, ragam capaian kinerja pembangunan partisipatif –dengan tiga sektor prioritas: infrastruktur, pendidikan dan kesehatan– sejak Winarti dilantik oleh Gubernur Lampung saat itu M Ridho Ficardo untuk dan atas nama Menteri Dalam Negeri, di Balai Keratun Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, 18 Desember 2017, hingga warta ini naik siar terus ia sajikan bagi seluruh rakyat Tuba.

Menyebut misal, dirangkum dari nukilan penjelasan lugas-gamblangnya kepada angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, Fauzan, saat dialog interaktif temu wicara daring “Melestarikan Kota Budaya Kerajaan Tulang Bawang”, 15 Februari 2021, program wisata minat khusus seperti wisata sejarah terus dipertajam agar dapat manifes menjadi kekuatan penggerak pembangunan.

Secara singkat, sejumlah destinasi sejarah dan destinasi wisata lainnya peninggalan kebudayaan Tuba yang mendunia sebagai sentra perdagangan sejak abad keempat Masehi, ia ilustrasikan.

Antara lain, Tanggaraja, di Ujung Gunung Ilir Kecamatan Menggala, destinasi transit atau dermaga tamu raja dan lintas perdagangan. Selain, tempat petilasan para raja kala turun mandi di Way Tulang Bawang, sungai yang sangat luas memanjang, enak dipandang.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Minta Musrenbang Pesisir Barat Kreatif Susun Program

Sebagai bagian entry point promosi destinasi budaya dan pariwisata daerah skala nasional bahkan dunia, dalam dialog itu ia mengklaim, sebelum melakukan pembangunan destinasi sejarah setempat, pihaknya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Seperti pembangunan Tugu Ikan Jelabat, dimana sejarahnya ikan Jelabat merupakan makanan favorit dari raja-raja di Kabupaten Tulang Bawang. Berikutnya Tugu Garuda, ini salah satu warisan pemimpin-pemimpin dan tokoh terdahulu yang diamanahkan kepada saya,” beber kandidat doktor IPDN ini.

Selain simbol burung Garuda, rincinya, ada empat marga yang ditulis. “Yaitu Marga Puyang Umpu, Puyang Bulan, Puyang Aji, dan Puyang Tegamoan. Ini demi melestarikan (warisan budaya) kerajaan Tulang Bawang.”

Bagaimana dengan Tugu BMW? “Tugu BMW di Simpang Penawar ini dibangun karena daerah itu merupakan sentra perekonomian dan salah satu pusat usaha kecil menengah masyarakat Tuba,” lugas ia, mengimbukan pula soal pembangunan BMW Sport sebagai wahana pemusatan aktivitas olahraga dan kreasi bagi warga dan semua kalangan.

Pun, keunggulan kompetitif Tuba dalam hal pengarusutamaan pelayanan publik pratama melalui aktivasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Tuba, pertama skala kabupaten di Lampung.

Sebelumnya, usai beroleh apresiasi panel juri, bertempat di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, Winarti panen senyum menerima langsung penghargaan Indonesia Visionary Leader (IVL) SINDO Media, 15 Oktober 2019.

Bersama tujuh bupati lainnya, dua gubernur, empat walikota se-Indonesia, kala itu ia satu-satunya bupati asal Lampung yang terpilih, berkesempatan presentasi visi dan misi 25 program unggulan BMW gagasannya, dan diakui capaian kinerjanya oleh SINDO Grup, selaku penyelenggara.

“Sebuah apresiasi atas kemampuan Bupati Tulangbawang, belum dua tahun menjabat telah bisa membuat program yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” kutipan kata Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik, salah satu juri ajang tersebut, saat itu.

Malam Inagurasi IVL season 5 dan 6 sekaligus peluncuran buku Indonesia Visionary Leader terbitan SINDO dan Ditjen Otda Kemendagri, di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat, 27 Februari 2020, seolah pembuktian lain capaian kinerja membangun Winarti yang hadir bareng 23 kepala daerah lainnya, peraih penghargaan.

Dari mulut Sururi Alfaruq, CEO SINDO Media, saat pidato sambutan, terungkaplah. Bahwa Indonesia Visionary Leader ialah ajang bagi para pemimpin daerah untuk membuktikan kekuatan visi kepemimpinannya.

Bukan penghargaan “kaleng-kaleng”, ke-24 kepala daerah peraihnya telah menjalani proses penilaian panelis berkompeten di bidangnya. Apresiatif, Sururi berterima kasih pada mereka yang telah beri visi misi terbaik untuk kemajuan daerahnya dalam Indonesia Visionary Leader. “Ini sebuah penghargaan diberikan SINDO Media dimana Indonesia Visionary Leader digagas untuk melahirkan leader-leader dari daerah untuk nasional.”

 

Baris kata Sururi, melalui IVL SINDO Media berharap bobot pemimpin daerah semakin kuat dan siap berkompetisi secara nasional. Negara ini membutuhkan banyak orang hebat dari daerah. Selain untuk kepentingan nasional, IVL juga dengan berkualitasnya para leader di daerah tentu akan membuat daerahnya makin maju makin berkembang pesat sehingga tidak ada lagi disparitas antara Jakarta dengan daerah. Rakyat-rakyat di daerah juga sangat menunggu inovasi-inovasi dari para kepala daerah yang diberi amanah untuk memimpin daerah. Karena itu, dibutuhkan kepala daerah yang mampu melahirkan inovasi untuk kemajuan daerah masing-masing.

“IVL ini punya harapan besar karena ini tahun ketiga dan akan dilakukan terus-menerus. Ini IVL kelima dan keenam untuk tahun ketiga,” tutur Sururi, berharap pula gagasan atau visi 24 kepala daerah nanti bisa menginspirasi kepala daerah lain yang belum ikuti IVL dan generasi muda Indonesia audiens pembaca buku itu. Demikian editor iNEWS.ID, Ahmad Islamy Jamil, cakap merangkumnya.

Baca Juga:  Bau Busuk di TPS Pasar Talang Padang Hilang

Perinci, peraih penghargaan IVL season 5 termasuk Winarti, yakni Gubernur Kalbar Sutarmidji (Best Overall), Bupati Agam Indra Catri (The Best in Civic Engagement), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (The Best in Political Communication), Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman (The Best in Supporting Local Enterpreneurship), Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (The Best in Future Leader Concept), Walikota Semarang, Hendrar Prihadi (The Best in City Transformation), Bupati Bone Bolango, Hamim Pou (The Best In Enviroment Conservation), Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (The Best in Culture Empowerment), Bupati Tuba Winarti (The Best in Program Implementation), Bupati Sampang, Slamet Junaidi (Certificate of Visionary Leader Presentation), Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (Certificate of Visionary Leader Presentation), Bupati Banjar, Khalilurrahman (Certificate of Visionary Leader Presentation) dan Walikota Tanjungpinang, Syahrul (Certificate of Visionary Leader Presentation).

Serupa, IVL season 6, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani (Best Overall), Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar (The Best Innovation On Disaster Rehabilitation), Bupati Gorontalo, Nelson Pomallingo (The Best Innovation On Evidence-Based Performance Measurement), Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (The Best on Communication), Bupati Merangin, Al Haris (The Best Innovation on Indigenous), Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (The Best on Tranformative Government), Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw (The Best on Empowering), Walikota Solok, Zul Elfian (The Best Innovation in Local Wisdom), Bupati Sumbawa Barat, W Musyafirin (The Best Innovation of Gotong Royong Approach Policy), Bupati Pelalawan, Muhammad Harris (The Best Innovation on Technopolitan Policy), dan Bupati Maluku Barat Daya (The Best on People Empowerment).

Yang tak kalah menarik, dan murni sebuah kebetulan bertepatan waktu semata, Winarti atas nama Pemkab dan rakyat Tuba pun tak kalah bangga saat menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2020 kategori Kabupaten Sangat Inovatif, taja dari Kemendagri, 18 Desember 2020.

Menerima fisik penghargaan di Jakarta, dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Agus Fatoni mewakili Mendagri Prof Tito Karnavian, bersama para penerima lainnya dua hari kemudian, selain berterima

kasih, ia menyebutnya bagian penyemangat songsong tahun 2021. “Ini membuktikan bahwa Pemkab Tuba terus berbenah menjadi lebih baik,” ia reflektif, mengimbukan penghargaan IGA 2020 juga jadi kado manis tiga tahun kepemimpinannya.

Lantas, terkait belum kunjung pulihnya roda perikehidupan ekonomi republik ini, gegara ulah imbas buas landa dan sekaligus ulah masih belum kunjung usainya lalu pandemi, masih terus berjuangnya 271.349.889 jiwa rakyat Indonesia hingga Desember 2020 berdasarkan data terbaru sinkronisasi hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dan data Adminduk dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, bagaimana performa BMW khususnya dan program pembangunan daerah Tuba sampai sejauh ini dan juga untuk kedepannya, serta kohesivitasnya dengan program penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional?

Aha, jadi penasaran ya. Dari itu, redaksi ajak pembaca yuk saksikan bersama penampilan sang bupati di MNC TV siang ini. Cekidot.

 

 

Smbr : red/tulangbawangkab.go.id/MNC TV/iNews.ID/Bappedalitbang Tuba/Wikipedia/Kompas/Antara/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top