Modus

Warga Pulau Sebesi Demo Tolak Tambang Pasir Gunung Anak Krakatau

Ratusan warga Pulau Sebesi, menggelar unjuk rasa menolak penambangan pasir laut di wilayah perairan cagar alam laut Krakatau/JO/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Ratusan warga Pulau Sebesi, menggelar unjuk rasa menolak penambangan pasir laut di wilayah perairan cagar alam laut Krakatau, Selasa (3/9).

Aksi unjuk rasa berlangsung damai di Dermaga Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Dari rekaman video amatir yang diunggah di media social, terlihat para pengunjuk rasa didominasi kaum ibu dengan membawa spanduk dan meneriakkan yel-yel penolakan tambang pasir laut.

Warga pulau sebesi meyuarakan penolakan aktivitas tambang PT Lautan Indonesia Persada yang menyedot pasir laut di perairan Gunung Anak Krakatau atau GAK.

Baca Juga:  Dermaga Eksekutif di Pelabuhan Bakauheni Mulai Padat

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Pemerintah Provinsi Lampung dan pusat segera mencabut izin usaha pertambangan pasir laut di wilayah perairan Selat Sunda, Pulau Sebesi dan sekitar perairan Krakatau.

Direktur Walhi Provinsi Lampung, Irfan Tri Musri, menegaskan, sesuai peraturan daerah Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2018, tentang rencana zona wilayah perairan dan pulau – pulau kecil, GAK merupakan cagar alam laut.

“Perairan Selat Sunda di sekitar kawasan konservasi GAK merupakan zona tangkapan nelayan dan kawasan pariwisata yang harus steril dari aktivitas pertambangan,” tegas Irfan.

Walhi Lampung bersama masyarakat Pulau Sebesi menghawatirkan terjadinya kerusakan ekologis yang berdampak pada rusaknya ekosistem laut sebagai akibat kegiatan penyedotan pasir laut.

Baca Juga:  Takut Ditinggal Kekasih, Wanita asal Lampura Nekat Mengaku Dokter

Sebelumnya, pada Jumat (29/8) lalu, warga Pulau Sebesi, menangkap basah kapal tongkang pengangkut pasir laut milik PT Lautan Indonesia Persada, berada di kawasan cagar alam laut Krakatau.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top