Panggung

Warga Cangkrep Kidul Kembali Gelar Kirab Reresik Sumur Pitu

Kirab Reresik Sumur Pitu/Flayer

PURWOREJO – Peristiwa budaya bertajuk Kirab Reresik Sumur Pitu, bakal kembali digelar oleh warga Kelurahan Cangkrep Kidul Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Adanya peristiwa tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk menjaga sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, khususnya sumber air.

Rangkaian acara Reresik Sumur Pitu diawali dengan kerja bakti warga membersihkan lingkungan sekitar tujuh sumber air yang ada di Kelurahan Cangkrep Kidul atau dikenal sebagai sumur pitu pada Selasa (17/9).  Sementara acara puncak berupa Kirab Budaya Reresik Sumur Pitu akan berlangsung pada Sabtu (28/9), dirangkai dengan pentas pentas kesenian tradisional kuda lumping pada, Minggu (29/9).

“Yang kami harapkan dari diselenggarakannya even ini adalah sumber mata air selalu dijaga, karena kita tidak akan bisa hidup tanpa ada air. Jadi untuk mengajak masyarakat selalu menjaga sumber mata air. Itu makna yang kami harapkan dari kegiatan ini,” kata Teguh Suyono, Ketua Karang Taruna Patria Gama Kelurahan Cangkrep Kidul, Senin (16/9) lalu.

Baca Juga:  Gegara Sebungkus Rokok, Suami di Desa Binangun Tega Melumpuhkan Kaki Istri

Disebutkan, Kirab Budaya Reresik Sumur Pitu yang akan digelar tahun ini merupakan penyelenggaraan kali kedua. Jika pada tahun lalu dalam penyelenggaraannya Karang Taruna menggandeng beberapa pihak, untuk kali ini murni diselenggarakan oleh Karang Taruna dengan dukungan dari pemerintah kelurahan dan segenap warga.

Menurut Teguh, Reresik Sumur Pitu yang dikemas dalam even budaya baru dilaksanakan sejak tahun lalu. Sebelumnya, warga hanya melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan tujuh sumur dan perbaikan pagar saja setiap bulan Sura pada kalender Jawa.

“Kirab budaya sekaligus dipadukan dengan kegiatan yang selama ini sudah ada, yakni pembersihan lingkungan sumur dan perbaikan pagar yang dilaksanakan di bulan Sura,” sebutnya.

Baca Juga:  Tiket Perhelatan Lampung Fair 2018 Mencekik

Pelaksanaan kirab budaya akan diawali dengan teatrikal anak-anak. Adapun peserta kirab paling depan yakni cucuk lampah. Diikuti di belakangnya Bagus Roro Purworejo, Lurah, Hapsara Hapsari, Kembang Kencur, gunungan buah, kelompok kesenian kuda kepang, serta pengombyong yang terdiri dari para tokoh masyarakat, perwakilan masing-masing RT dan RW, serta dari sekolah-sekolah yang ada di Cangkrep Kidul.

“Prosesinya, kirab berangkat kemudian mengambil air dari tujuh sumur. Selanjutnya dibawa ke Kelurahan untuk sesuci atau membersihkan dengan membasuh muka, diawali oleh Pak Lurah, Karang Taruna, dan tokoh-tokoh masyarakat,” jelasnya.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top