Pendapat

Upaya Meningkatkan Kreatifitas dan Motivasi Belajar Anak di Masa Pandemi dengan Media Loose Parts

Oleh : Siti Muflihah
KB Mumpuni Purworejo, Mahasiswa Pendas Pasca Sarjana UPGRIS

Pandemi Covid 19  menimbulkan dampak pada semua  orang, termasuk juga  anak-anak. Adanya  pandemi  mengharuskan sekolah mengubah cara  pembelajaran untuk  peserta  didik yang semula dilakukan dengan tatap muka beralih ke metode  daring atau  luring. Pandemi  juga membatasi  anak  dalam bermain,ruang gerak  anak menjadi  sangat  terbatas, kesempatan bertemu  dengan teman sebayanya  juga  berkurang.  Pada tulisan ini  akan menguraikan bagaimana meningkatkan Kreatifitas dan semangat belajar  anak dimasa pandemi. Dampak  terlalu lama anak tidak bersekolah menyebabkan menurunnya semangat anak untuk belajar. Kebosanan anak dengan pembelajaran dengan media daring juga mulai dirasakan. Dibutuhkan  inovasi  cara belajar anak usia dini  di masa pandemi ,sehingga  anak akan tetap  semangat dalam belajar

PENDAHULUAN

Pandemi memberikan dampak di semua  sisi kehidupan, termasuk  di dunia pendidikan, tidak terkecuali pada pendidikan anak  usia  dini.  Pembatasan  sosial  mengharuskan pembelajaran dilaksanakan  dengan               BDR (Belajar dari Rumah). Pembelajaran hanya dilakukan di rumah saja. Hal ini menimbulkan kebosanan dan menurunnya  motivasi anak  dalam belajar.

Belajar merupakan salah satu  hal terpenting dalam kehidupan setiap individu , bukan saja melibatkan penguasaan kemampuan akademik semata, tetapi melibatkan emosi, interaksi sosial, dan perkembangan kepribadian. Anak  usia  dini sangat membutuhkan  proses belajar untuk melanjutkan ke jenjang  pendidikan selanjutnya.

Para ahli memberikan definisi yang beragam pada kata “belajar”. Belajar (learning) menurut Hilgard dan Bower adalah perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya secara berulang-ulang. Sementara Morgan mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan atau pengalaman.

Baca Juga:  Master of Ceremony Purworejo Heru Probo Meninggal Dunia

Anak usia dini  merupakan  usia peniru yang  handal  yang harus  dimanfaatkan secara optimal untuk mendapatkan stimulus  pembelajaran agar semua aspek perkembangan  anak bisa berkembang dengan maksimal.(Septiani, Purnama, &Sumitra,2019)

Selama pandemi  pembelajaran dilakukan secara Daring maupun luring,  Pembelajaran dengan metode Daring merupakan hal baru, apalagi bagi anak usia dini .Pembelajaran daring sangat  jauh berbeda dengan pembelajaran tatap muka, dimana  anak bisa bergerak  bebas, bisa berinteraksi dengan guru  dan teman sebayanya secara langsung . Ini seringkali  menimbulkan rasa kesepian dan kebosanan  pada anak, sehingga anak akan mudah marah.  Dalam kegiatan BDR , biasanya guru memberikan tugas kepada anak  untuk dikerjakan di rumah bersama orang tua, jenis tugas yang diberikan guru ini juga seringkali  tidak menyenangkan hanya sekedar mewarnai, melipat , membuat  hasil karya sesuai  keinginan guru , sehingga anak tidak tidak ada motivasi   untuk melaksanakannya.

Pembelajaran anak  selama BDR , perlu beberapa  strategi agar anak  termotivasi  dan senang belajar. Pemilihan Media untuk belajar  anak selama BDR  juga mutlak diperlukan  sehingga kreatifitas anak  akan terbangun.

PEMBAHASAN

Banyak tantangan dan hambatan dalam  pembelajaran  di masa pandemi . Guru dituntut  bisa memberikan kegiatan  yang bisa dilakukan anak di  Rumah , Pemberian tugas kegiatan  yang kurang menarik ,dan  yang berpusat pada  ide guru akan menyebabkan  anak kurang termotivasi  dalam mengerjakannya, sehingga  kreatifitas tidak akan terstimulasi. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan pemilihan media yang tepat   yang bisa digunakan anak selama pembelajaran dimasa pandemi. Media tersebut  dikenal  dengan nama media  loose part.

Baca Juga:  Media Sosial, Pilkada Serentak dan Pemilu 2019

Menurut Helista  (2019), bahwa loose part   sendiri dianggap sebagai  obyek atau bahan pembelajaran  yang bersifat terjangkau  karena berasal dari  bahan- bahan terbuka , dapat dipisah dan disusun menjadi satu, mudah  dibawa, dapat dijajarkan dan dipindah, fleksibel karena bisa  digabungkan  dengan bahan -bahan lain, dan dapat berupa benda alam atau  benda sintetik  Loose part  dapat merangsang imajinasi anak  untuk bermain, belajar dan bereksplorasi  sesuai dengan keinginannya sendiri  tanpa memerlukan keterlibatan  orang dewasa yang bersifat kompleks.

Loose parts  dapat menjadi alternatif yang tepat ketika anak harus belajar dari  rumah, media loose part  bisa ditemukan di rumah , di dapur, kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu dan di sekitar  rumah. Bahan -bahan tersebut antara lain:  bumbu dapur seperti  bawang merah,/putih, empon-empon, sendok, gelas,piring, tutup gelas, baju-baju,kain, benang, bantal, gayung, panci, sabun, tepung, batu-batuan, uang logam, daun-daun dsb.  .Dengan  media ini anak akan bereksplorasi, bereksperimen  dan  munculah kreatifitas.   Kreatifitas anak usia dini tentunya sangat beragam , anak yang memiliki kreatifitas  yang baik akan memunculkan ide-ide atau imajinasi yang menarik. Menurut Danasee (2013) pengertian kreatifitas  secara umum  adalah bagian dari kegiatan berproduksi dan berkarya.

Baca Juga:  Suhu di atas 38%C Dilarang Naik Kereta Api

Dengan media loose parts , anak akan bermain dengan merdeka, mereka bebas berekplorasi , bereksperimen , menggabungkan , merakit , sehingga membentuk sebuah karya kreatifitas dan ini tidak  akan membosankan .   Tentunya peran  guru dan orang tua  di rumah  sangat  diperlukan sebagai  fasilitator , yang akan memberikan dukungan  agar  anak termotivasi  sehingga anak mampu memunculkan ide gagasan  dan mewujudkannya dalam bentuk kreatifitas

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dengan menggunakan media loose parts /bahan lepasan yang ada di rumah  akan memunculkan kreatifitas anak  dan meningkatkan motivasi  belajar anak selama masa pandemi.

Saran

Pemberian tugas kegiatan selama BDR , sebaiknya menggunakan media loose parts yang banyak dijumpai anak di  rumah yang bisa dipakai  anak untuk melakukan eksperimen, eksplorasi untuk memunculkan kreatifitas.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top