Daerah

Uang Koperasi Raib, Anggota Desak Kades Wonoenggal Gelar Mediasi

Uang Koperasi Raib, Anggota Desak Kades Wonoenggal Gelar Mediasi/MAS

PURWOREJO – Belasan anggota Paguyuban Wargo Santoso (Paingan), Desa Wonoenggal, Grabag Purworejo, meminta Kepala Desa setempat, membantu mediasi antara pengurus paguyuban beserta anggotanya terkait transparansi dana paguyuban.

Mantan ketua beserta pengurus paguyuban periode 2017-2020 Eko Edi Purwanto, Ahmad Muzani alias Gombloh sekertaris, Rahmat Hidayat bendahara, Heri seksi umum dan Amir sebagai penasehat. Menyampaikan rasa kekecewaan atas apa yang terjadi di paguyuban Wargo Santoso.

Edi mengatakan, paguyuban Wargo Santoso ialah paguyuban yang sudah berdiri sejak tanggal 22 Mei 1985. Dalam perjalanannya paguyuban tersebut mengalami banyak dinamika, namun saat ini dinamika tersebut dirasakan sangat merugikan anggota.

“Yang terjadi saat ini ialah, anggota paguyuban pecah menjadi dua kubu, semenjak pemilihan ketua baru,” terangnya.

Diceritakannya, sebelum tahun 2017 kepengurusan yang dipimpinnya, pengurus paguyuban ialah prangkat desa. Paguyuban dirasakan tidak jalan dengan baik dan malah meninggalkan hutang, oleh sebab itu anggota berinisiatif untuk reorganisasi dan hasilnya berbuah manis.

Baca Juga:  Atasi Kekeringan Lahan, Distanak Pesawaran Mulai Rancang Penyaluran Air

“Awal kepengurusan kami, hanya ada uang 6 juta, dan selama 3 tahun sudah berlipat menjadi 30 juta yang ditanggan dan kurang lebih 20 juta menjadi aset,” ucapnya.

Pada AD/ART, awal 2020 dilakukan pemilihan pengurus baru, singkat cerita diperoleh hasil Edi dengan jumlah pemilih 14 dan Sumono 15 suara pemilih, dengan jumlah pemilih yang datang 31 orang, dan 2 suara hangus. Dengan hal tersebut Sumono menjadi ketua di periode berikutnya.

Namun, setelah pemilihan Edi didatangi 20an anggota menyatakan memilih edi, dan memita untuk kembali.

Sebelum dijalankan kepemimpinan di periode 2020, disepakati bahwa uang atau aset paguyuban dibagi menjadi 2, hal tersebut dilakukan untuk melihat kinerja kepengurusan yang baru.

“Kami pengurus lama memegang uang 15 juta dan yang baru juga 15 juta, hal tersebut dilakukan untuk mengamankan aset paguyuban jika terjadi hal yang tidak diinginkan, karena dengan nominal uang tersebut pastinya bisa berkembang lebih jika itu benar dikerjakan,” terangnya.

Baca Juga:  Anggaran Cair, Gala Desa Kabupaten Purworejo 2019 Dilanjutkan

Setelah berjalan kurang lebih 6 bulan, tidak ada pertemuan yang memberikan pertanggungjawaban dana tersebut.

“Dengan adanya kejanggalan tersebut, saya beserta dengan beberapa pengurus lain meminta bantuan RW untuk memberikan media antara anggota dan pengurus, pada kenyataannya, dalam undangan musyawarah tersebut ketua tidak hadir dan yang hadir ada dua orang (red) memberikan kesaksian bahwa ada pembagian uang kepada anggota senilai 800 secara kontan namun bagi anggota yang masih memiliki utang lebih dr 1 juta mendapatkan potongan 800 ribu tersebut,” paparnya.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan perangkat desa dan Lurah untuk memberikan ruang pertemuan seluruh anggota beserta pengurus yang baru, atas isu yang berkembang di anggota.

“Sebelum 17 Agustus 2020, Kami sudah datang ke kelurahan dan meminta bu lurah memberikan ruang mediasi bagi kami, bu lurah meminta waktu agar pihaknya bisa bertemu dahulu dengan pengurus baru, kami mengiyakan dan menunggu, namun ditunggu hingga 1 minggu tidak ada kelanjutannya bagi kami, kami merasa resah dengan kondisi yang tak jelas ini,” katanya.

Baca Juga:  HDI 2019, Ratusan Penyandang Disabilitas Dorong Purworejo jadi Kabupaten Inklusi

Saat pihak pengurus lama bertemu dengan kaur umum, pihak kaur mengatakan bahwa paguyuban bukan perlindungan desa tidak punya SK desa oleh sebab itu Desa tidak ikut bertanggung jawab.

“Pada hari sabtu lalu 22 Agustus, kurang lebih dari 40an anggota, 20 anggota datang ke kelurahan untuk meminta perlindungan desa dan bantuan bagaimana caranya memfasilitasi kami sebagai warga desa Wonoenggal untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, terlebih dahulu, jika memang tidak bisa kami akan memilih jalan hukum,” tegasnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top