Modus

Tiki Taka Anggota DPD RI dan Imam Sudrajat di Kasus Fee Proyek Lampung Selatan

Persidangan kasus fee proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan, yang digelar Pengadilan Tanjungkarang, Bandar Lampung/WAN

Suluh.co – Saling kompak dalam memperlancar kasus fee proyek PUPR Lampung Selatan, memunculkan peran Imam Sudrajat Direktur CV Imam Jaya Teknik untuk membantu Ahmad Bastian, anggota DPD RI dapil Lampung Tahun 2019-2024 dan Boby Zulhaidir pihak swasta, untuk mendapatkan sejumlah proyek yang di tafsir mencapai puluhan miliar.

Dalam kesaksiannya, Imam mengaku, dirinya dipanggil oleh Ahmad Bastian untuk bekerja sama dalam mengumpulkan sejumlah proyek untuk  mengikuti lelang di Lamsel, yang diduga hanya untuk formalitas dalam proses pelelangan tersebut.

“Awalnya saya ditawarkan oleh Ahmad Bastian untuk bekerja dengannya, katanya di gaji tetapi dengan syarat perusahaan saya dipinjam. Dalam pertemuan itu pun ada Boby Zulhaidir,” kata Imam di PN Tanjung karang. Rabu (07/04) lalu

Baca Juga:  Dugaan Pungli di Rutan Way Hui Buat Keluarga Hingga Tahanan Resah

Imam menjelaskan, bahwa dirinya diminta  untuk mencarikan 12 perusahaan yang bisa ikut lelang di PUPR Lamsel.

Untuk itu, Imam juga menerangkan soal pembayaran dan sejumlah biaya operasional di lapangan setelah mendapatkan perusahaan tersebut.

“Semua operasional seperti bensin dan lainnya ditanggung oleh Bastian, dan untuk perusahaan yang dipinjam diberikan satu persen dari nilai kontrak dan di potong PPH,” jelas Imam.

“Setelah saya mendapatkan perusahaan yang bisa ikut lelang, saya minta soft copy dokumen, dan saya kumpulkan dan serahkan dokumen itu ke panitia Dinas PUPR Lamsel untuk mengikuti lelang atas perintah Bastian,” jelasnya

Ketika JPU menanyakan, terkait regulasi penyerahan seperti apa.

“Ya seharusnya kontraktor yang mengupload dokumen itu,” jawab Imam.

Baca Juga:  Pensiunan Pegawai PU Lamtim jadi Terdakwa Korupsi Jalan TNWK

Kemudian, JPU memperjelas BAP miliknya poin 8 huruf c menyebutkan bahwa memenangkan proyek di tahun 2017 senilai Rp38 miliar lebih atas 12 paket.

“Dan untuk di tahun 2018 mendapatkan 15 paket dari pelelangan senilai Rp77 miliar,” akunya.

Sementara, Ahmad Bastian saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp meski terkirim memilih tidak membalas dan memblokir.

Padahal awak media berupaya memberikan ruang agar berita yang akan diterbitkan berimbang berdasarkan keterangan saksi.

 

Reporter : Agung Kurniawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top