Modus

Tersangka Korupsi PT Asuransi Jiwasraya Pieter Rasiman Segera Disidang

Penyerahan berkas perkara tahap II, terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) atas nama Pieter Rasiman, kepada jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat/Istimewa

Suluh.co – Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, telah melakukan penyerahan berkas perkara tahap II (kedua), Senin (8/2).

Hal itu terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) atas nama Pieter Rasiman, kepada jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjelaskan, penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti Pieter Rasiman, adalah tersangka yang kedelapan, menyusul enam orang tersangka sebelumnya yang sudah menjadi terdakwa dan diputuskan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Dan satu orang atas nama Fakhri Hilmi, pejabat OJK yang masih dalam proses pelimpahan ke pengadilan,” jelas Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Diketahui, bahwa pada Tahun 2008 sampai dengan 2018, Joko Hartono Tirto melakukan pertemuan dengan Syahmirwan dan Hary Prasetyo atas persetujuan Hendrisman Rahim di Kantor PT. Asuransi Jiwasraya (PT. AJS) membicarakan pengaturan investasi saham dan reksadana milik PT. AJS.

Kemudian ditindaklanjuti oleh tersangka Piter Rasiman pada tahun 2011 sampai dengan 2016 dengan cara mendirikan beberapa perusahaan-perusahaan nominee dan membuat beberapa nominee perseorangan.

Yang akan digunakan sebagai counterpart (lawan transaksi) dan transaksi penerimaan uang dalam skema transaksi dana kelola PT. AJS pada 13 manajer investasi untuk 21 produk reksa dana atas persetujuan dari Heru Hidayat melalui Joko Hartono Tirto dan Moudy Mangkey guna pengaturan investasi saham dan reksadana PT. AJS.

Baca Juga:  Korupsi Meubelair, Kepala Disdikbud Pesibar Dituntut 18 Bulan Penjara

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah, PT Baramega Persada, PT Dexindo Jasa Multiarta, PT Dexa Indo Pratama, PT Tarbatin Makmur Utama, PT Permai Alam Sentosa, PT Topaz International, dan  PT Topaz Investment.

Sedangkan untuk nominee perseorangan adalah, Tommy Isakndar Widjaja, Utomo Pusposuharto, Suprihatin Njoman, Freddy Gunawan, Wijaya Mulia, dan  Erwin Budiman.

Selanjutnya, tersangka Piter Rasiman melaksanakan pengaturan investasi yang dilakukan bersama-sama dengan Joko Hartono Tirto melalui Moudy Mangkey dengan cara pembelian atau penjualan saham secara direct pada pasar negosiasi maupun pasar reguler melalui broker baik subscription maupun redemption melalui manager investasi yang telah diatur atau dkendalikan oleh Heru Hidayat, Joko Hartono Tirto melalui Moudy Mangkey.

Serta penempatan saham-saham tersebut ke dalam reksadana adalah untuk dijadikan sebagai portofolio saham milik PT.AJS.

Kemudian, tersangka Piter Rasiman juga melaksanakan penyampaian pesan dari Heru Hidayat melalui Joko Hartono Tirto yaitu ditunjuk sebagai counterparty untuk melakukan pengendalian investasi PT.AJS melalui Joko Hartono Tirto dan Moudy Mangkey.

Dengan cara mengatur isi portofolio saham PT.AJS yakni menentukan jenis, volume dan harga saham serta menentukan broker dan Manager Investasi mana saja yang akan digunakan dalam investasi PT.AJS sesuai kesepakatan dalam pertemuan-pertemuan antara Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Joko Hartono Tirto, dan Piter Rasiman dengan Hendriman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan.

Baca Juga:  Tim Intelijen dan Jaksa Eksekusi Terpidana Surat Palsu Dharmadas Narayanan

Padahal Piter Rasiman mengetahui dan menghendaki bahwa saham-saham tersebut adalah saham-saham yang dimiliki, terafiliasi dan atau dikendalikan oleh Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro melalui Joko Hartono Tirto dan Moudy Mangkey.

Saham-saham tersebut secara fundamental perusahaan (emiten) merugi dan berkinerja buruk serta tidak memberikan keuntungan karena mempunyai likuiditas yang rendah dengan adanya manipulasi perdagangan.

Akibat perbuatan Piter Rasiman bersama-sama dengan Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Joko Hartono Tirto, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan, telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp16.807.283.375.000,00, sebagaimana laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka perhitungan kerugian negara atas pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) periode Tahun 2008 hingga 2018 BPK RI Nomor : 06/LHP/XXI/03/ 2020 tanggal 9 Maret 2020.

Atas perbuatan tersebut, Piter Rasiman mendapatkan keuntungan pribadi dengan membelanjakan uang hasil tindak pidana korupsi dengan cara membeli tanah dan bangunan serta kendaraan yang menggunakan nama tersangka maupun atas nama pihak lain.

Dengan tujuan untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan serta perbuatan lain, hal ini termasuk dalam tindak pidana pencucian uang.

Berdasarkan fakta hukum yang didukung dengan adanya alat bukti, Pieter Rasiman (sekarang terdakwa) akan segera diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dakwaan Pasal 2 maupun Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Baca Juga:  LBH & AWPI Advokasi 10 Jurnalis Vs RSUAM

Juga dilapis dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Untuk mempermudah proses penyelesaian perkaranya di pengadilan serta dengan mempertimbangan unsur obyektif dan unsur subyektif tentang penahanan, terhadap tersangka, dilakukan penahanan rumah tahanan negara (rutan) untuk masa waktu selama 20 hari terhitung sejak tanggal 8 Februari 2021 sampai 27 Februari 2021 dan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Proses penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana korupsi tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Antara lain dengan menjalani rapid test antigen, memperhatikan jarak aman antara tersangka dengan penyidik maupun penuntut umum yang melakukan serah terima, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, mencuci tangan maupun menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

 

Reporter : HMS/SUL

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top