Bandar Lampung

Tersangka Korupsi Pajak Minerba Lamsel Disebut Hadiri Panggilan ke-2 dari Kejaksaan

Pidsus Kejati Lampung Beneran Tetapkan TSK ke Pejabat BPPRD Lamsel atas Kasus Dugaan Korupsi Kisaran Rp 2 M
Pidsus Kejati Lampung Beneran Tetapkan TSK ke Pejabat BPPRD Lamsel atas Kasus Dugaan Korupsi Kisaran Rp 2 M

Proses penahanan tersangka pada korupsi pajak minerba yang diduga tak disetorkan ke BPPRD Lamsel. Foto: Tinus Ristanto.

Suluh.co – Seorang tersangka berhasil menghadiri panggilan jaksa sebagai penyidik atas bidang pidana khusus pada Kejaksaan Tinggi Lampung.

Tersangka berinisial YY ini akhirnya datang dan menjalani pemeriksaan atas panggilan yang sudah berulangkali dikirimkan kepadanya.

“Hadir dan masuk ke dalam ruang pidana khusus,” tutur seorang sumber yang tahu perihal kedatangan YY pada Selasa, 5 Januari 2020.

Informasi ini diterima reporter Suluh.co sekitar pukul 12.00 WIB.

Kendati begitu, hingga kabar ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi yang mengemuka dari Kejaksaan Tinggi Lampung.

Sebelumnya korps adhyaksa ini juga ingin melakukan pemanggilan kepada dokter yang menerbitkan keterangan medis terpapar Covid-19 untuk tersangka YY.

Baca Juga:  Dinas PP dan PA Provinsi Lampung Dukung Komitmen Wagub Chusnunia Sejahterakan Perempuan dan Anak

Belum diketahui pula apakah YY juga akan ditahan atau tidak.

Kegiatan pemeriksaan ini diketahui didasarkan atas adanya proses penegakan hukum terhadap kasus sangkaan korupsi pajak minerba yang harusnya masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah [PAD] Pemda Lampung Selatan [Lamsel].

Kasus ini mulai ditangani berkat penelusuran jaksa dari bidang intelijen.

YY memang sedianya diminta untuk hadir atas surat panggilan bernomor: SP-472-/L.8.5/Fd.1/**/****.

Surat ini terbit pada 29 Desember 2020 kemarin. YY diharap untuk hadir pada 5 Januari 2020, pukul 09.00 WIB.

Permintaan jaksa sebagai penyidik kepada YY untuk kedua kalinya masih sama saat ia dipanggil lewat surat panggilan pertama.

Yakni diminta untuk membawa dokumen asli terkait pajak minerba pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah [BPPRD] dan Dinas Pendapatan [Dispenda] Kabupaten Lamsel.

Baca Juga:  Ada Tersangka Lain Selain Hermansyah Hamidi Dalam Pengembangan Kasus Korupsi KPK di Lampung Selatan

Tersangka ini diketahui bertugas sebagai PNS pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemda Lamsel.

Ia menjadi tersangka terakhir dari total 4 orang tersangka.

Adapun tersangka lainnya sudah ditahan di Rutan Wayhui pada 22 Desember 2020 kemarin.

Sangkaan kerugian negara yang timbul dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

Jaksa sebagai penyidik dari bidang pidana khusus menduga ada indikasi penyelewengan pajak minerba yang tidak disetorkan sejak tahun 2017 sampai 2019.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top