Pendapat

Tematik Yang Mendidik?

Oleh : Luqyana Adhe Fitrian Syuba
Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo

SISTEM pendidikan Indonesia banyak sekali diperbincangkan. Klasifikasi yang serius antara kurikulum 2006 melawan kurikulum 2013. Kurikulum 2006 dengan pelajaran yang sudah kita semua tau, mulai pelajaran ipa, ips seperti biasa. Diubah menjadi kurikulum 2013 yang mengusung program anyar, ada peminatan, ada tematik dan sebagainya.

Banyak sekali yang ditentang dalam program yang diusung oleh kurikulum 2013. Tak sedikit juga yang mendukungnya. Akan tetapi setiap program entah dari 2013 atau 2006 pasti memiliki segudang opini untuk diperbincangkan.

Kurikulum 2013, mulai mengaktifkan kegiatan siswa, disisi lain keaktifan seorang pendidik juga dikurangi. Memang baik terhadap perkembangan siswa, sehingga siswa paham apa itu aktif dalam belajar. Siswa juga sering melakukan presentasi yang dimana itu menuntut keberanian serta membuka pola pikir siswa. Disisi lain di dalam faktanya, banyak yang berkata bahwa kegiatan presentasi mengurangi pendalam teori, sebab apa ? Sebab siswa harus mencari teori sendiri, sedangkan pendidik hanyak memberikan contoh masalah untuk di diskusikan.

Baca Juga:  Mendambakan Keadilan Sosial

Salah satu program lainnya dari 2013 adalah tematik. Tematik ini masuk dalam pendidikan sekolah dasar. Dalam tematik memang menjual tema menarik, akan tetapi siswa juga bingung ini masuk dalam pelajaran apa. Tematik memang membawa siswa kedalam bentuk sosial, hal ini turut membentuk peserta didik untuk memiliki sikap didalam masyarakat sehingga tematik ini memiliki tema yang sangat kental dengan kegiatan masyarakat. Tematik ini anehnya hanya buntu di kelas 6 SD, dan tidak diteruskan di sekolah menengah, sehingga siswa harus melakukan adaptasi kembali terhadap pelajaran yang ada kata “Peminatan”.

Pembelajaran sistem tematik adalah implementasi dari ktsp 2006. Tujuan nya yaitu mengembangkan pola fikir siswa terhadap kegiatan masyarakat. Sebab tema dari tematik ini memang memiliki hubungan erat dengan kegiatan masyarakat. Siswa juga dibuat inovatif terhadap pembelajaran. Hal ini jelas meningkatkan kreatifitas, minat, dan bakat siswa terhadap tema yang sedang dipelajari. Pembelaharan dibuat terpusat dengan tema yang telah ditentukan oleh pengajar. Sehingga siswa memiliki pemikiran yang berkembang dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan masyarakat.

Baca Juga:  Pentingnya Active Learning di Era Disrupsi Dalam Dunia Pendidikan

Tematik diharapkan meningkatkan pemikiran filosofis siswa, yuridis, serta intelegensi siswa. Harapan memang boleh dikembangkan, tetapi juga harus ada sistem yang membungkus harapan itu. Tujuan selalu ditujukan kepada siswa dan dibenahi dalam diri siswa, yang seharusnya dilakukan adalah benahi pengajarnya dulu. Presentasikan dulu sistem tematik secara menyuluruh terhadap pengajar agar pengajar dapat meneruskan ilmu kepada siswanya.

Tematik saat ini merupakan ide yang bisa ditunggu kesuksesannya terhadap siswa. Akan tetapi kelamahan ini hanya sedikit tetapi dapat meluluh lantahkan tujuan dari sistem ini. Kelemahan nya adalah yang sudah saya katakan tadi, yaitu guru yang tidak bisa menguasai tematik ini. Sebab tematik adalah diambil dari kata tema yang berarti gagasan utama, jelas seorang pelajar dituntut menguasai seluruh pelajaran entah dari pengetahuan alam maupun sosial, dalam tematik guru dituntut menguasai itu. Jika pengajar tidak bisa menguasai, sistem tematik akan buntu ditengah jalan. Nah ini lah yang harus dibenahi, membenahi pengajar untuk menguasai tematik. Tematik mempunyai unsur tema yang menarik bagi siswa, seharusnya juga disampaikan oleh guru yang menguasai dan mendidik.

Baca Juga:  Tetap Beraksi di Tengah Pandemi

Sayangnya, tematik hanya mengantarkan siswa sampai kelas 6 SD. Setelah sekolah menengah siswa harus beradaptasi dengan pelajaran yang ada unsur peminatan . Lalu banyak yang bertanya, “bagaimana jika kami tidak minat?”.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top