Daerah

Tanpa Orang Dalam, Truk Singkong di Lampura Mengantri Lebih Lama

Gustam, salah satu korlap perwakilan dari Desa Praduan Waras/Istimewa

Suluh.co – Lagi-lagi perusahaan-perusahaan tapioka di Lampung Utara, membuat aturan yang tidak sportif dalam mengatur nomor antrian mobil pengangkut singkong.

Diketahui, terdapat 70 mobil yang diprioritaskan, yang lebih mengejutkan lagi ada juga mobil pegawai dan satpam yang diprioritaskan tanpa harus mengantri.

Diduga, ada kerjasama antara pegawai, satpam dan jenderal manajer perusahaan.

Gustam, salah satu korlap perwakilan dari Desa Praduan Waras (KBA), menyampaikan, ketidakadilan dan tidak sportifnya para pegawai ini justru menimbulkan keonaran.

“Kami ada bukti foto dan video terkait hal itu. Hapus saja prioritas itu, pulang seperti semula lagi. Sportif biar adil sesuai dengan nomor antrian agar tidak ada yang dirugikan,” sesal Gustam, Sabtu (6/2).

Baca Juga:  Terlibat Kasus Kriminal, Oknum Pemred Media Online Lampura Diamankan Polisi

Lanjut dia, perusahaan-perusahaan yang tidak sportif dalam menerapkan nomor antrian mobil angkut singkong sangat meresahkan petani singkong.

Jika petani ini terlambat menjual dikarenakan adanya oknum pegawai perusahaan yang nakal, tentu berdampak terhadap efesiensi perputaran roda perekonomian pada petani-petani singkong yang tidak memiliki ‘orang dalam’ untuk mengatur nomor antrian penjualan singkong.

Gustam juga menyampaikan akan coba menempuh jalur yang sesuai dengan mekanismenya.

“Saya akan menemui perwakilan pemerintah dalam hal ini Kepala Dinas Perdagangan Hendry dan Ketua DPRD Romli, agar dapat memanggil pihak perusahaan supaya masalah ini di selesaikan dan dikenakan sanksi tegas bagi pegawai dan satpam,” tandasnya.

Reporter : Tim Kontributor

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top