Modus

Tambang Ilegal 3 Warga Lamsel Dibui 16 Bulan

Penutupan tambang ilegal/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Tiga orang warga Lampung Selatan, disidangkan lantaran telah melanggar Undang Undang pertambangan, yang telah mengeruk dan menjual batu tanpa adanya izin yang sah. Ketiganya pun divonis oleh hakim pidana penjara selama 16 bulan dan denda sebesar Rp100 juta.

Tiga terdakwa yaitu Sumarno, Kasim serta Madyani, harus didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, yang telah melakukan kegiatan pertambangan di sebuah lahan, di wilayah Ketapang, Lampung Selatan, tanpa adanya izin pertambangan dari pemerintah.

Lantaran kegiatan yang mereka lakukan tidak disertai IUP, IPR dan IUPK, majelis hakim pun memberikan putusan dengan vonis 16 bulan penjara dan dikenakan denda sebesar Rp100 juta dengan subsidair denda yaitu penjara selama dua bulan.

Baca Juga:  Usut Kasus Rakata Institute, Polda Surati Kominfo RI

Vonis yang dijatuhkan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya, yang menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman dua tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta dengan subsidair denda yaitu penjara selama dua bulan.

“Ketiganya terbukti bersalah melanggar pasal 158, Undang Undang nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” kata hakim dalam persidangan, Senin (21/10).

Diketahui dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada sidang sebelumnya, sekitar tahun 2018  lalu terdakwa Sumarno sebagai penggali batu yang dibantu oleh terdakwa Kasim, diminta untuk melakukan kegiatan penambangan batu oleh terdakwa Madyani di lahan miliknya.

Baca Juga:  Polda Lampung Amankan Pemilu 2019 Dengan Langkah Preventif

Dengan bermodal izin dari warga setempat dan kepala desa serta camat Ketapang. Kemudian batu – batu tersebut dijual oleh Sumarno ke PT Wijaya Karya Beton Tbk, dengan harga Rp50 ribu per kubiknya.

Dengan pembagian hasil sebesar Rp10 ribu per kubiknya untuk terdakwa Madyani sebagai pemilik lahan. Hingga adanya pengaduan dari masyarakat yang geram dengan adanya kegiatan penambangan tersebut ke Polda Lampung dan akhirnya ditangkap ketiga terdakwa oleh tim Ditreskrimsus Polda Lampung.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top