Bandar Lampung

Tak Punya KKP, Terminal Rajabasa Butuh APD & Tenaga Kesehatan

Kepala Terminal Rajabasa Denny Widjan/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Lampung, Kamis (16/4) pagi, turun ke lapangan meninjau simpul-simpul transportasi seperti Stasiun KAI Divre IV Tanjungkarang, Terminal Tipe A Rajabasa, dan Bandara Internasional Radin Intan II.

Simpul transportasi ini merupakan pintu masuk dan keluar bagi orang-orang dari dalam dan luar Lampung. Sehingga rentan akan penularan Covid-19.

Dalam kunjungannya ke Terminal Rajabasa, diketahui terminal induk tersebut tidak memiliki Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Memang belum ada KKP-nya, Dirjen Perhubungan Darat mengambil alih terminal kan baru-baru ini. Tapi kalau simpul-simpul bandara, pelabuhan, stasiun KA sudah punya semua,” kata Kepala Terminal Rajabasa Denny Widjan kepada Fajar Sumatera.

Sebelumnya, pihak Terminal Rajabasa telah mengirimkan surat kepada Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung untuk menyiagakan nakes di terminal dan APD bagi petugas.

Baca Juga:  Menunggak Pajak, Siap-siap Namanya Terpasang di Pusat Kota Bandar Lampung

“Sejauh ini nakes yang ada hanya On Call, tidak stand by di sini dan Pemkot Bandarlampung juga mengaku kekurangan nakes karena telah ditempatkan di lima titik pintu masuk kota,” ujarnya.

Selain persoalan minimnya nakes dan APD, Denny Widjan juga berharap, baik Pemkot maupun Pemprov, agar bersedia melakukan Rapid Test bagi jajaran petugas terminal.

Petugas di terminal rentan terinfeksi Covid-19 sehingga berstatus ODR (Orang Dengan Risiko)

“Terminal ini kan pintu masuk seluruh orang yang dari luar,” katanya.

Sejauh ini pihak Terminal Rajabasa baru menyediakan ruang isolasi di lantai 2 dengan kapasitas 8 orang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi, menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan Alat Perlengkapan Diri (APD) dan Tenaga Kesehatan (nakes) di Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung.

Baca Juga:  Edy Gulvari Sikapi Demo Pasar Way Halim

“Tolong bu Reihana diingatkan kita soal petugas kesehatannya. Jangan sampai dia tidak punya dokter. Kita menasihati supaya begini dan begitu tapi tidak punya daya dukung. Gunakan anggaran kita,” kata Arinal.

Arinal Djunadi meminta Denny Widjan agar mengirimkan surat kepada Wali Kota Bandarlampung Herman HN dan ditembuskan kepada dirinya selaku Gubernur Lampung.

“Anggaran sudah disiapkan pak Wali, kalau dia tidak bisa, saya bantu. Jangan tunggu lama-lama. Kasihan pihak Perhubungan,” ujarnya.

“Tapi supaya tahu, terminal ini wilayah Kota Bandarlampung, sebaiknya Pemkot Bandarlampung yang harus bertanggungjawab,” tegas Arinal.

Sejak Covid-19 mewabah, arus kendaraan dan penumpang yang melintasi Terminal Induk Rajabasa mengalami penurunan bila dibandingkan hari yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga:  Marak Aksi Pencurian, Polresta Bandar Lampung Bentuk Tim Pengamanan Masjid

Dalam kurun waktu 31 Maret – 15 April, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) turun 80,15 persen dan penumpang AKAP juga turun hingga 84,86 persen.

Sementara untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) turun 52,20 persen dengan jumlah penumpang turun hingga 64,52 persen.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top