Modus

Sutomo Reaktif Covid-19, Sidang Lahan Gunung Kunyit Tertunda Hingga 3 Kali

Persidangan perkara penipuan dan penggelapan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit/FSTV

Suluh.co – Persidangan lanjutan perkara tipu gelap dalam jual beli lahan Gunung Kunyit kembali ditunda untuk ketiga kalinya.

Ketidakhadiran Sutomo, pengusaha minyak kelapa sawit tersebut, dikarenakan dirinya sedang sakit, alasan tersebut terlampir di dalam surat yang dikirimkan kepada jaksa  melalui penasihat hukumnya, yang melampirkan keterangan bahwa hasil rapid test Sutomo reaktif.

Kehadiran Sutomo dalam persidangan perkara ini, dianggap sangat penting mengingat dirinya tercatat di dalam dakwaan jaksa sebagai calon pembeli dari lahan yang dipermasalahkan tersebut.

“Dia rekatif, karena itu sidang ditunda. Tahun depan sidang dilanjutkan lagi, saya harap beliau dapat hadir,” kata Joni Butar – Butar, hakim ketua Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Senin (21/12).

Baca Juga:  Pelaku Pencurian Mesin Mobil Fuso di PT AKG Dibekuk Aparat

Dalam perkara ini terdakwa Muhammad Syaleh, didakwa melakukan kejahatannya dengan cara mengiming – imingi uang Rp2,4 miluar korban Nuryadin, sebagai dana bagi hasil dari penjualan lahan seluas 16 hektare miliknya di Gunung Kunyit.

Sebelumnya terdakwa mendatangi korban pada 2014 lalu untuk meminta bantuan uang Rp500 juta, sebagai biaya pembuatan sporadik lahan miliknya tersebut, agar dapat dijual kepada Sutomo yang sebelumnya telah terlebih dahulu memberikan uang muka kepada terdakwa sebagai tanda booking pembelian sembari menunggu legalitas lahan.

Terdakwa dan korban akhirnya sepakat untuk bekerjasama dalam sebuah surat perjanjian, yang ditandatangani oleh Darussalam, sebagai saksi sekaligus penghubung antara kedua pihak.

Setelah uang untuk pembuatan sporadik diberikan kepada terdakwa, korban pun menerima sporadic (surat keterangan tanah) sebagai jaminan, yang ternyata didapati sporadik tersebut telah dibuat oleh terdakwa sejak tahun 2006 dan uang yang diterimanya bukan diperuntukkan sebagai biaya pembuatan sporadik.

Baca Juga:  Lecehkan Pakaian Adat, Seno Aji Resmi Dipolisikan

 

Repotrer : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top