Modus

Surprise! Kejari Kotabumi Makin Trengginas: 2 Orang Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Distanak Rp4,5 M

Penanganan Kasus Korupsi Jelang Akhir 2019 di Lampung (Bagian I)
Penanganan Kasus Korupsi Jelang Akhir 2019 di Lampung (Bagian I)

Ilustrasi.

Suluh.co – Kinerja Kejaksaan Negeri [Kejari] Kotabumi semakin trengginas dalam hal penegakan hukum terhadap Tindak Pidana Korupsi [Tipikor]. Kemarin, Kadis Kesehatan Maya Metissa dijadikan tersangka dan kini kasusnya sudah bergulir di pengadilan.

Kamis, 10 Desember 2020, dua mantan pejabat di Dinas Pertanian dan Peternakan [Distanak] Lampung Utara ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kotabumi, atas dugaan perkara korupsi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2015 senilai Rp4,5 miliar lebih. Kedua tersangka tersebut bernama Rusdie Baron dan Adip Sapto Putranto.

Dalam kegiatan tersebut, Rusdie Baron sendiri menjabat selaku Pembuat Komitmen (PPK) sementara Adip Sapto Putranto selaku Pejabat Penanggung Jawab Teknis Kegiatan (PPTK) pelaksanaan pembuatan sumur bor.

Baca Juga:  Jumiran Tewas Akibat Saling Senggol di Hiburan Orgen Tunggal

Keduanya terindikasi melakukan kesengajaan atas tanggung jawabnya. Sehingga menyebabkan kelalaian yang berdampak pada tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran DAK dimaksud.

“Karena Rusdie, hasil rapid testnya reaktif untuk sementara ditangani Posko COVID-19 dan Adip langsung dititipkan di Rutan Kotabumi,” jelas Aditya Nugroho Kepala seksi Pidana Khusus Kejari Lampung Utara, Kamis malam, 10 Desember 2020.

Ditegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2015 lalu itu adalah program Pembangunan Irigasi Tanah Dalam atau sumur bor. Dimana sumber dana program tersebut diperoleh dari aliran dana APBN yang disalurkan melalui APBD.

“Kegiatan dimaksud berjumlah sebanyak 25 unit sumur bor, itu untuk 25 kelompok tani. Dan tersebar di beberapa titik kecamatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kejari Lampura Diminta Tindak Lanjuti Laporan Kasus Korupsi

Sayangnya dari hasil pengkajian dan penghitungan analisis data yang dilakukan, terdapat kerugian keuangan Negara dengan selisih nilai kontrak pekerjaan pada item-item kegiatan sejumlah Rp639.703.292.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ucapnya

Sebagaimana telah diubah dan di tambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP.

“Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan telah di ubah serta di tambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang sebagaimana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP,” pungkasnya.

Baca Juga:  2 Jambret HP Bocah di Pos Ronda Akhirnya Tertangkap
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top