Daerah

Sungai Kedung Putri Tempat Sampah Terpanjang di Purworejo

Tumpukan sampah di Sungai Kedung Putri yang mengalir membelah jantung Kota Purworejo/MAS

Suluh.co – Sungai Kedung Putri yang mengalir membelah jantung Kota Purworejo, nampak kotor kondisinya, hal tersebut dikarenakan masih banyak masyarakat yang  membuang sampah di sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo, Al Bambang, membenarkan hal tersebut.

Ia menyampaikan kurangnya kesadaran masyarakat terkait budaya membuang sampah dengan benar mengakibatkan berbagai dampak pencemaran lingkungan dan juga bisa menjadi bencana banjir.

“Jumlah sampah ini semakin lama semakin bertambah sedangkan kemampuan pemerintah daerah masih sangat kurang untuk mengolah sampah se Kabupaten Purworejo, oleh sebab itu peran masyarakatlah yang sangat berpengaruh dalam penanganan limbah rumah tangga,” ucapnya, Kamis (7/1).

Baca Juga:  Mahasiswa Aksi, DPRD Way Kanan Surati Presiden Jokowi

Dijelaskan, pihaknya juga sudah sering melakukan sosialisasi, mengadakan kegiatan baik lisan tertulis, gerakan pengelolaan sampah, dengan melalui bank sampah.

“Kami juga sudah pernah melakukan sosialisasi di beberapa kelurahan yang terlewati sungai Kedung Putri, salah satunya kelurahan Baledono sudah 2 kali di Tahun 2018 dan 2019. Arahan kami sebenarnya kelurahan lebih mampu berperan dalam pengawasan lingkungan. Kami juga selalu memotivasi solusi bank sampah. Yang kami tahu juga sudah ada bank sampah di RW 1 Baledono dengan ketua Iqbal,” terangnya.

Kelurahan bisa berkerjasama dengan dinas-dinas terkait tentang pemberdayaan masyarakat.

“Sampah itu dihasilkan oleh semua orang, dan setiap orang harus sadar juga untuk  mengolah limbah sampah tersebut. Bisa menjadi percontohan ialah bank sampah Trirejo yang sudah berjalan,” imbuhnya.

Baca Juga:  APBD Pesawaran Jadi Kekuatan Dan Kemampuan Daerah

Lurah Baledono Firman Istanto, menjelaskan bahwa budaya atau perilaku masyarakat khususnya kelurahan Baledono dari tahun ke tahun terkait membuang sampah di sungai dan juga menggunakan sungai sebagai MCK sudah sangat berkurang, dibandingkan sebelumnya. Kesadaran masyarakat mulai meningkat dan memang hal tersebut membutuhkan waktu dalam prosesnya.

Tumpukan sampah di Sungai Kedung Putri yang mengalir membelah jantung Kota Purworejo/MAS

“Terkait kesadaran membuang limbah rumah tangga, kami sudah berupaya  berulang kali di tiap-tiap pertemuan tingkat RT/RW, agar selalu di peringatan, dalam waktu dekat ini kami juga akan berkordinasi untuk pemasangan spanduk peringatan dilarang membuang sampah di sungai,” terangnya.

Firman Istanto juga menyadari bahwa sungai Kedung Putri saat ini sedang dalam proses perbaikan, dimana aliran sungai mengalami kekeringan atau asat dalam kurun waktu lama, sehingga jika ada oknum masyarakat yang membuang sampah di sungai sangat terlihat tumpukan sampah tersebut.

Baca Juga:  Nikmati Suasana dan Masakan Desa di Warung Makan Yu As Pinggir Kali

“Jika ada masyarakat atau kelompok yang ingin menjadi relawan sungai Kedung Putri, dalam hal kegiatan sosial yang selaras dengan program pemerintah kami siap mendukung,” tegasnya.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top