Ekonomi

Sukses Buka Kawasan Agrowisata Melon, Rektor Unila Prof Karomani Buka Pasar Rakyat Unila

Rektor Unila Prof Karomani saat membuka Pasar Rakyat Unila, dirangkai pembukaan Kawasan Khusus Jalur Pesepeda dan Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor Unila, Minggu (13/9/2020) pagi. | BPU Unila

BANDAR LAMPUNG — Satu lagi kabar gembira ditengah susah payah anak bangsa bergelut dengan imbas buas pandemi Covid-19 yang masa ke masa mengganas jadi embrio krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Rektor Unila (Universitas Lampung) Prof Karomani, resmi meluncurkan pembukaan Pasar Rakyat Unila, di dekat area GSG kampus PTN tertua kebanggaan pemerintah dan rakyat Lampung itu, Jl Sumantri Brojonegoro, Gedongmeneng, Kota Bandarlampung, Minggu (13/9/2020).

Sepanjang berlangsung di kampus hijau yang pernah lama tercatat jadi kawasan bercurah hujan tertinggi di Bumi Ragom Gawi Bandarlampung, cuaca pagi khas kemarau menyengat, Minggu pagi ini lumayan bersahabat.

Di panggung acara, tepatnya di area antara Embung Rusa dan GSG Unila, tampil sporty, berkaus kerah merah motif tiga garis putih, bertopi dan tentu saja bermasker, Rektor Karomani pun tampil bersemangat.

Ide besarnya untuk menggaung gelora pembumian kampus Unila jadi kampus hijau bersih aman nyaman tertib, juga asri, tapak demi setapak terlampaui.

Usai sukses pembukaan Kawasan Agrowisata Melon kurun waktu lalu, bersamaan Minggu, Rektor Karomani juga resmi membuka kawasan khusus jalur pesepeda, dan Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor Unila untuk tiap Sabtu-Minggu, dan hari libur nasional.

Baca Juga:  Penyerahan Berkas Bidikmisi SBMPTN Unila Diundur

Mempertegas bahwa lokasi terbuka untuk umum bukan terbatas bagi 25 ribuan mahasiswa dan sivitas kampus, saat pidato, Rektor Unila 2019-2023 hasil pilrek 17 Oktober 2019 lalu itu menggarisbawahi, selain bentuk nyata kepedulian, Pasar Rakyat Unila juga bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pasar Rakyat Unila ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelaku usaha mikro kecil menengah dan ekonomi kerakyatan. Sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” mantap pidato Karomani.

Dua tenaga kerja sedang mengecat zona Kawasan Khusus Jalur Pesepeda Unila, yang diresmikan bersamaan pembukaan Pasar Rakyat Unila, oleh Rektor Karomani, Minggu (13/9/2020) pagi. | BPU Unila

Kesempatan itu, turut hadir lengkap seluruh pimpinan kampus, segenap keluarga besar sivitas akademika, dan tetamu undangan, antaranya Corporate Affairs Regional Manager (CARM) West Indonesia Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), Yayan Sopian.

Ya, pihak CCAI sengaja Unila gandeng bersama-sama bersinergi mendorong maju pergerakan ekonomi di Lampung dengan tetap menjalankan peraturan dan protokol kesehatan yang berlaku. Sebelumnya, CCAI telah membantu penyediaan fasilitas kebersihan bagi Kawasan Agrowisata Melon Unila.

“Kami berharap, ini dapat membangun peluang pertumbuhan ekonomi baru, kesadaran, edukasi, serta kepatuhan, agar kita dapat menyelesaikan segala tantangan yang ada dengan kesehatan dan kesejahteraan yang tetap terjaga,”
keterangan Yayan Sopian, terpisah.

Baca Juga:  Wakil Rektor III Unila : Ini Namanya Demokrasi Otoriter

Diketahui, Yayan, pria ramah asal kota kembang Bandung ini, ‘tangan dingin’ perusahaan penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terkemuka di Asia Pasifik itu, dikenal sosok kaya inovasi kewirausahaan sosial pemberdayaan ekonomi rakyat.

Revitalisasi Saung Angklung Udjo, pusat pelestarian dan pertunjukan kebudayaan Sunda di Jl Padasuka 118, Pasirlayung, Cibeunying Kidul, Kota Bandung Jawa Barat, bagian hasil program CSR Coca-Cola, dan kerja keras Yayan Sopian didalamnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila, Mustofa Endi Saputra Hasibuan, menjelaskan Pasar Rakyat Unila diisi sedikitnya 96 lapak UKM terverifikasi.

Pihaknya selaku pengelola, di awal memprioritaskan PKL yang sehari-hari berjualan sekitar kampus. Sekira 95 persen warga pasar, kandidat doktor ekonomi Program Pascasarjana FEB Unila ini merinci, adalah mitra kuliner.

“Kalau nggak kita stop bisa lebih banyak. Peminatnya membeludak. (Mereka membayar kontribusi) harian, Rp5.000 per hari,” jelas Endi, yang juga Ketua Korps Alumni Menwa Batalyon 201 Unila 2017-2020 ini, melalui pesan singkat, Minggu siang.

Endi, figur profesional mantan bankir, terakhir jadi Direktur Operasional Bank Lampung 2014-2018, mantan Ketua Pembinaan UMKM Kadinda Lampung, pernah Dirut BUMD Pesawaran, saat ini Sekretaris Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Lampung tersebut, secara off the record, juga banyak memaparkan rencana bisnis BPU Unila kedepan.

Baca Juga:  Persaingan Kopi di Era Globalisasi, PSPKP UMP Diskusikan Lewat Webinar Nasional

Unila, kata Endi, secara penta heliks membuka diri bagi investor dan pihak ketiga yang satu visi demi membangun semangat dan kualitas mental sumber daya manusia Indonesia, di Lampung khususnya, untuk bersetara bersinergi.

Bagian lain, sejumlah pelaku UMKM, pimpinan kampus, mitra jejaring Unila, ekspresif mengapresiasi sukses helat inovatif Pasar Rakyat Unila.

“Keren. Barakallah,” takzim Rektor IIB Darmajaya yang juga Ketua Aptisi Lampung Firmansyah Yunialfi Alfian.

Lainnya, pemilik RM Minang Indah Grup Bandarlampung Junaedi, CEO Rangka Baja Ganesha Truss I Gede Budi Artana, pemilik Erapro Marketing Frans, pengusaha kuliner Dian Female Cake & Pasta Dian Pustika, anggota DPR dapil Lampung I Mukhlis Basri.

“Selamat dan sukses pak rektor. Semoga Unila menjadi kawasan eduwisata favorit di Lampung,” ucap pengusaha properti CEO Emerald Hill Residence, Ketua Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, Ary Meizari Alfian.

Pasar Rakyat Unila telah beroperasi sejak Sabtu (12/9/2020). Digawangi pengingat Satgas COVID-19 kampus, “tetap jaga kesehatan, pakai masker, terapkan protokol COVID-19”, area ini menggoda adrenalin. “Nikmati sensasi sarapan dan jajanan pagi di suasana hutan jati Unila,” BPU Unila berpromosi.(SUL/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top