Peristiwa

Sugeng Tindak, ‘Galabah’ Ibunda Dua Sekjen

Selamat Jalan — (Ki-ka) Diantara kenangan kebersamaan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dan Sekjen sekaligus Plt Ketum DPP Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, dan almarhumah ibunda keduanya. | Foto: Kolase by Collage Maker/Hasto Kristiyanto/Dedy Mawardi

Suluh.co — Lelayu. Warta duka sepanjang dua hari ini, datang dari keluarga besar dua tokoh sentral barisan pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Bermula dari unggahan anggota DPR/MPR Fraksi PDI Perjuangan dapil Lampung I duduk Komisi I DPR, Mukhlis Basri, Rabu pagi (10/3/2021), diketahui Yohana Sutarmi, ibunda Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, berpulang.

“Telah dipanggil dengan tenang, Ibu Yohana Sutarmi, usia 88 tahun (ibu dari Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan). Mohon doanya, semoga dilapangkan jalannya, dan mendapat tempat terbaik di sisi kanan Allah Bapa dalam kebahagiaan kekal abadi di Surga,” bunyi warta lara.

Rebak kabar, aroma kabung menebar. Laman Gesuri.id, salah satu media siber perekam digital ragam kiprah kepartaian partai politik pencetak rekor pemenang dua kali berturut-turut pemilu legislatif 2014 dan 2019 ini, melaporkan ungkapan belasungkawa dari Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), salah satu organisasi sayapnya.

“Keluarga Baitul Muslimin Indonesia turut berduka cita atas wafatnya ibunda Mas Hasto. Semoga mendapatkan tempat terbaik disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiiin,” gobar hati Ketum PP Bamusi, Faozan Amar, Rabu, seperti direportasekan kontributor Amilan Hatta dan jurnalis Gesuri, Elva Nurrul Prastiwi, disitat diakses dari Bandarlampung.

Keterangan pers Hasto, ahli musibah, yang diterima redaksi mengungkapkan, kabar kepulangan sang ibu dia dengar hanya beberapa saat sesampainya dia di kantor.

“Tadi pagi dalam perjalanan dari rumah ke kantor, berangkat jam 05.35, sepanjang jalan saya memutarkan lagu Nderek Dewi Maria. Lagu kesukaan ibu saya, dan jam 06.30, hanya beberapa saat setelah sampai di kantor, saya dapat kabar, ibu saya dipanggil Tuhan,” kisahnya, menguak kenangan sosok mendiang yang sangat suka bernyanyi.

“Pernah suatu ketika saya bertanya, lalu ibu menjawab kalau di telinganya seperti ada suara yang menyanyi dan beliau tinggal menirukannya. Dan ajaibnya, “Ibu saya menjadi hafal begitu banyak lagu,” aku dia.

Sang ibu, imbuh Hasto, hingga kurun Selasa malam (9/3/2021) kondisinya baik-baik saja. Nun biar bagaimana, rencana Tuhan tetaplah terindah. Yohana Sutarmi, menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 06.30 Waktu Indonesia Barat.

“Ibu saya sudah ikhlas, dan apa yang terjadi sesuai harapan beliau, dipanggil Tuhan dalam keadaan baik-baik, di rumah dan tidak sakit. Bahkan, selama tiga tahun terakhir, ibu suka bersenandung dan menyanyikan banyak lagu,” Hasto lengkap legawa.

Baca Juga:  Jurnalis Lampung Tolak Remisi Pembunuh Wartawan

Terkonfirmasi, jenazah almarhumah rencana bakal dikebumikan pada Kamis (11/3/2021), pukul 11.00 WIB, tak berapa jauh dari rumah duka, Pendopo Krido Manunggal Budaya, Gadingan, Jl. Kaliurang Km 10.9, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Mohon doanya, semoga dilapangkan jalannya, dan mendapat tempat terbaik dan kebahagiaan kekal abadi di surga. Mohon dimaafkan segala kesalahan dari Ibu Yohana Sutarmi,” khatur dia.

Dari Bumi Ruwa Jurai, turut menyampaikan ucapan turut ‘nderek’ belasungkawa, Ketua Bidang Ekonomi DPP Pejuang Bravo Lima (PBL), Dr Andi Desfiandi MA. “Turut berduka cita. Semoga diampunkan segala dosa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” samak Andi, ekonom digital cum filantrop, relawan die hard Jokowi sejak pilpres 2014.

“Turut berduka cita,” larung di Facebook, Ketua PROJO Lampung Tengah Julian Kotto.

Senada, Ketua BPD Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Lampung, Resmen Kadafi. Kala dihubungi, advokat ini mengaku terkejut dan turut berkabung.

“Turut kehilangan. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah Tuhan Yang Esa. Aamiin,” sedu aktivis 1998, Ketua Badan Pekerja CeDPPIS, relawan Jokowi, Muzzamil.

Kompatriot Muzzamil di jejaring organisasi komunitas Alumni untuk Indonesia, antara lain Titik Widjayanti, koordinator KamiIPB, komunitas alumni IPB pro-Jokowi. “Turut berduka cita sobat perjuangan. RIP buat Bunda yang tercinta,” takzim pilu Titik.

Sebelumnya, Selasa petang (9/3/2021), kabar duka juga datang dari Sekjen DPN Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) yang juga Komisaris Utamadan Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara XI, Dedy Mawardi.

“Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah meninggal dunia Ibu Hajjah Ayu Saonah Baharudin binti Entol Abdul Hadi (ibunda Dedy Mawardi), 9 Maret 2021, jam 17.48 WIB, di rumah. Mohon maaf jika ada salah dan khilaf selama hidup almarhumah,” pesan duka Mahmud Fachrur Rozi, Dedy Mawardi, Firdaus, Wiwik Suryani, dan Adih Kurniasih, lima bersaudara putra-putri mendiang.

Ketua DPW Seknas Jokowi Lampung, eks Ketua Komnas HAM, aktivis perempuan sejak 1990-an, sekaligus tak lain istri dari Dedy Mawardi, Siti Noor Laila, menginfokan
jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka yang juga kediamannya dan Dedy, Jl Pulau Buton Raya Gang Damai 30, Gunung Sulah, Way Halim, Bandarlampung.

Pendiri LSM Damar dan Lembaga Advokasi Anak (LAdA) Damar ini mendaratkan pula info tempat pemakaman, di TPU Kebon Jahe, Jl Kamboja, Enggal, Bandarlampung.

Baca Juga:  Warga Pekon Panutan Dihebohkan oleh Penemuan Bayi Dalam Kardus

Sejawat Dedy-Laila pun bergeming. Mereka, ambruk gering. Mendoakan terbaik, agar almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diterima segala amal ibadahnya semasa hidup, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.

“Keluarga besar DPW Seknas Jokowi Jawa Timur turut berduka cita atas meninggalnya Ibunda Sekjen DPN Seknas Jokowi bapak Dedy Mawardi. Semoga arwahnya diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan oleh Allah SWT. Aamiin,” tangkup haru Ketua Seknas Jokowi Jawa Timur, staf ahli DPR Fraksi PDI Perjuangan, Sapto Raharjanto.

Dari Bumi Lancang Kuning, mengucapkan turut berduka cita, sesama Dedy, rekan kuliah Dedy Mawardi di UII Yogyakarta, kini advokat dan pegiat Peradi Riau, Dedy Felandry.

Berbelasungkawa mendalam, anggota DPRD Lampung, yakni Watoni Nurdin (Fraksi PDI Perjuangan, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan), Yozirizal (Fraksi Partai Demokrat, Ketua Komisi I), dan Wahrul Fauzi Silalahi (Fraksi Partai NasDem, Ketua Komisi II, Ketua DPW Bahu HAM NasDem Lampung, eks Direktur Eksekutif LBH Bandarlampung).

Lainnya, Ketua DPW Petani Partai NasDem Lampung yang juga Ketua Partai NasDem Lampung Barat Ichwanto M Nuh, musisi pencipta lagu Bagus S Pribadi, eks jurnalis Lampung Post yang kini praktisi pendidikan Kristianto, dan Dirut BUMD PT Aneka Usaha Pesawaran (Perseroda) Ahmad Muslimin.

Pun dengan junior jauh Dedy nun sesama eks direktur eksekutif LBH Bandarlampung seperti halnya Wahrul Fauzi Silalahi (Dedy direktur pertama 1995-1997), Indra Firsada.

“Semoga almarhumah husnul khotimah, dan diberi ketabahan untuk bang Dedy dan mbak Laila⁩,” luruh doa Ketua DPC PDI Perjuangan dan DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi.

Bertakzim lainnya, bekas Pinum/Pemred Teknokra Unila dan aktivis antikorupsi Agus Sahlan Mahbub, akademisi/eks dekan FISIP Unila Dr Syarief Makhya, Guru Besar Hukum Perdata FH Unila Prof Dr Wahyu Sasongko, eks Ketua KPU Lampung/akademisi FISIP dan Juru Bicara Unila Dr Nanang Trenggono, ekonom/periset Pusiban Asrian Hendicaya, serta mantan jurnalis Lampung Post dan Trans Sumatera, Ridwan Saifuddin.

“Allahummafirlaha warhamha wa afiha wa fu’anha. Semoga Mas Dedy Mawardi terus mengamalkan ilmu yang ibunda ajarkan. Sehingga dapat menjadi amal jariyah buat ibundanya. Aamiin Aamiin Aamiin ya Robbal ‘Alaamiin,” pesan takzim mantan Dekan FISIP Universitas Bandar Lampung (UBL) yang kini akademisi FISIP Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung, Dr Jauhari Zailani.

Berikut, pengusaha konstruksi/Ketua DPW APBAI (Asosiasi Pengusaha Bantu Andesit Indonesia) Lampung Ginta Wirya Senjaya, Wakil Sekretaris I DPD Pejuang Bravo Lima Lampung/Waketum Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo)/CEO Monologis.id kini juga pengampu kanal berbagi video Youtube Dalih Dero di MonologisTV, Dedi Rohman.

Baca Juga:  Kader PDIP Korupsi, Langsung Dipecat Tanpa Toleransi

Juga larut bernestapa, kolumnis Soeyanto, Sunardi, mantan wartawan Lampung Post dan Wakil Bupati Tulang Bawang/petinggi BUMN Lampung Energi Berjaya/politisi Golkar Heri Wardoyo, bekas Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Lampung dan koresponden The Jakarta Post kini Pinum Teraslampung.com, Oyos Saroso HN.

Ujar kehilangan pun dilantun mantan aktivis UKMBS Unila kini budayawan mukim di Kota Metro, Rifian A Cheppy, aktivis lingkungan Agustinus Warso, aktivis buruh Yohanes Joko Purwanto, mantan jurnalis Teknokra Unila/koresponden Tempo, MetroTV, dan anggota KPU Kota Bandarlampung kini penulis Fadilasari, serta orang dekat Herman HN dan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, Rahmat Husein Darma Cane.

“Nderek lelayu, husnul khatimah, Aamiin YRA,” luruh penghormatan terakhir mantan wartawan Lampung Post, koresponden Majalah Gatra, dan Pemred SigerTV, kini agropreneur Imam Untung Slamet, jelang kumandang azan Magrib, Selasa petang.

Demikian pula dengan Dewan Pembina BPD Almisbat Lampung Syahrulsyah, dan Kadis Pertanian Kabupaten Tanggamus Prof Dr Soni Sumarsono, teman satu sekolah Dedy masa studi di SMU Negeri 2 Bandarlampung. Mereka alumnus Smanda, jenama ternama sekolah favorit itu, angkatan 1983.

Jika 17 Februari lalu jadi bagian hari bahagia Dedy Mawardi-SN Laila atas kelulusan ujian akhir akademik putri mereka Amanda Bertha, dari FH Universitas Pelita Harapan Jakarta, kepergian ibunda Dedy pada 9 Maret 2021, menjadi duka Dedy kesekian kalinya usai berpulangnya mantan Ketum DPN Seknas Jokowi M Yamin 22 Maret 2019 serta eks Ketum Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), juga Komisaris Waskita Karya, Viktor Sirait 18 Februari 2021, kompatriot seperjuangan Dedy. Sesama, die harder Presiden Jokowi, yang juga telah ditinggal pergi Sujiatmi Notomiharjo, sang ibu, medio 25 Maret 2020 lalu.

“Bahagianya tak terhingga jika kita masih bisa menjaga ibu, Nia,” ujar Dedy Mawardi, tiga tahun lalu, di kolom komentar akun Facebook miliknya, menyahut komentar setahun sesudahnya D Nia Ardikoesoema, temannya masa SMA, atas unggahan foto tersenyum Dedy samping ibunya, tepat jatuh peringatan Hari Kartini 21 April 2018.

Sembilan bulan sepuluh hari, jamaknya kita belajar hidup, di rahim Ibu, sang pelita hati. Selamat jalan, almarhumah. Sekjen Hasto, Sekjen Dedy, semoga tabah.

 

 

Reporter : SUL/Muzammil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top