Panggung

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

SUDAH jatuh tertimpa tangga, itu mungkin pribahasa yang sedang dialami oleh petani singkong dan supir mobil truck pengangkut singkong di Lampung Utara.

Harga singkong yang murah dan adanya dugaan penyalah gunaan wewenang yang salah yang dilakukan oleh pihak keamanan/satpam di tubuh perusahaan makin hari makin mengingatkan kita pada sistem kolonialisme di era penjajahan Belanda.

Ada dua permasalahan yang terjadi dalam tubuh PT. Sinar Laut Kalicinta Kabupaten Lampung Utara tersebut pertama, mobil harus mengantri sampai tiga hari di perusahaan.

Kedua, nomor urut antrian sopir truck yang sering diserobot karena adanya nomor antrian siluman yang dilakukan oleh pihak-pihak pegawai perusahaan yang tidak bertanggung jawab di dalam PT. Sinar Laut Kali Cinta.

Baca Juga:  Pulau Tegal di Kacamata Anshori Djausal

Tanpa harus menganteri mereka di prioritaskan bongkar setiap hari, karena meraka bekerja di perusahaan sinar laut tersebut.

Sehingga merugikan para supir yang sedang mengangkut singkong dari petani harus mengantri sampai 3 hari.

Untuk itu seluruh supir truck yg ada di Lampung Utara meminta kepada pihak Pemerintah Daerah dan DPRD Lampung Utara untuk memantau aktivitas perusahaan singkong yang dinilai merugikan petani singkong di Lampung Utara.

Supir-supir pengangkut singkong itu menuntut agar pihak perusahaan memberhentikan pegawai-pegawai yang dirasa merugikan petani singkong.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top