Modus

Soal Yayasan Hidaiyatul Muslimin, Kakam Gunung Tapa Ilir Diduga Bertindak Kasar

Para pengurus yayasan menghadiri undangan resmi dari sang kakam Normansyah yang mengatasnamakan masyarakat untuk musyawarah tentang keberadaan yayasan, di balai desa setempat/MUR

Suluh.co – Kepala Kampung Gunung Tapa Ilir, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulangbawang, Normansyah, diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap pengurus Yayasan Hidaiyatul Muslimin di kampung setempat.

Kekerasan fisik terjadi pada Rabu (28/7), sekira pukul 10.30 WIB, di balai kampung saat para pengurus yayasan menghadiri undangan resmi dari sang Kakam Normansyah yang mengatasnamakan masyarakat untuk musyawarah tentang keberadaan yayasan.

Dengan dalih keberadaan yayasan akan menimbulkan perselisihan dengan warga setempat lantaran yayasan dikelola oleh pihak luar kampung.

Menurut Sekretaris Yayasan Rahmad Hidayat menjelaskan, Kakam Normansyah memang tidak senang dengan keberadaan yayasan milik mereka pada kampung tersebut hingga terkesan mencari-cari kesalahan.

Sebab sebelum terjadinya kekerasan fisik, dirinya dalam forum musyawarah sempat menanyakan kepada beberapa warga, akan kebenaran undangan tersebut, apakah murni keinginan masyarakat atau hanya akal-akalan kepala kampung.

Baca Juga:  Masakan Khas Ikan Asal Tulangbawang Sabet Juara Pertama di Perlombaan Tingkat Nasional

Karena lanjut Rahmad, undangan yang dilayangkan kepada pihaknya mengatasnamakan seluruh masyarakat Gunung Tapa Ilir dengan mengetahui kepala kampung,

“Saya tanya langsung dengan para warga, maaf bapak-bapak dan Ibu, apa benar para warga disini ingin mengetahui legalitas keberadaan yayasan, apakah selama ini ada atau tidak perselisihan antara yayasan dengan warga sekitar dan kenapa baru sekarang dipersoalkan sementara yayasan sudah lama berdiri. Pada saat itu semua yang hadir bingung bahkan ada yang bicara jika mereka (warga) juga tidak faham kehadiran dalam forum tersebut,” jelas Rahmad, melalui sambungan telepon, Rabu  (28/7).

Dijelaskan Rahmad, saat mempertanyakan perihal tersebut Kakam yang kebetulan duduk berada disebelahnya langsung membanting gelas yang masih berisi minuman.

Baca Juga:  Sobat Karib Babak Belur Gegara Curi Ponsel

“Saya hanya tanya itu tapi kok kakam tersinggung, ngamuk, marah, banting gelas, teriak-teriak tak karuan, sembari menunjuk-nunjuk muka dan memaki-maki. Bahkan teriakannya memancing kericuhan semua warga dalam forum turut teriak bahkan ada yang bawa kursi hendak memukul kami,” paparnya.

Dikatakan Rahmad, kericuhan dalam ruangan balai kampung masih terus berlangsung, bahkan ketua yayasan dicekik dan dipukul oleh orang tua kandung kakam, saat hendak melewati cekcok mulut antara dirinya dengan kakam.

“Ketua yayasan Muhammad, dicekik lehernya dari belakang oleh orang tua kakam yakni Sulaiman, pada saat beliau maju kedepan untuk melindungi saya. Usai kejadian tersebut kami seluruh pengurus yayasan keluar dari ruangan,” ujarnya.

Akibat arogansi kakam terhadap pengurus yayasan, sambung Rahmad, pihaknya merasa dirugikan dan hendak membawa persoalan tersebut kejalur hukum.

Baca Juga:  Kurir Sabu Way Dadi Baru Dituntut 15 Tahun

“Sebagai warga yang baik tentu kami akan menempuh jalur hukum, karena ini adalah kekerasan fisik terhadap ketua yayasan, yang dilakukan oleh Sulaiman selaku orang tua dan kepala kampung Gunung Tapa Ilir Normansyah,” tandasnya.

Hingga berita diturunkan Kakam Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng Tulangbawang belum bisa dihubungi untuk diminta tanggapannya terkait dengan kekerasan fisik seperti yang dikatakan oleh sekretaris Yayasan Hidaiyatul Muslimin.

 

Reporter : Murni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top