Modus

Soal Sengketa Lahan di Desa Negeri Pandan, Kuasa Hukum Sebut Salah Objek

Objek sengketa di Dusun Kembang Tanjung Wilayah panggilawan RT. 09 RW 05 Desa Negeri Pandan, Kalianda/Istimewa

Suluh.co – Pengadilan Agama Kelas 1B Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS) atas perkara kewarisan yang dilaksanakan pada Jumat (18/12).

Sebelum ke objek sengketa sidang di buka pada pukul 9.00 Wib oleh Ketua Majelis Hakim Muhammad Syaifudin Amin, hakim anggota Fitri dan Agusti Yelpi.

Lalu Panitra Pengganti Adlan dan dihadiri oleh kuasa hukum pihak penggugat Kantor Hukum Jainuri M Nasir & Rekan yang diwakili Lena Bakti Rusli, dan kuasa hukum pihak tergugat I, dari kantor Hukum Law Office Hefzoni Mangkunegara & Partners Hendriyawan.

Dalam sidang tersebut dihadirkan juga dari pihak rergugat II dan tergugat III di ruang sidang 1 Abu Bakar Assidiq di Pengadilan Agama Kalianda.

Kemudian sidang di skor untuk langsung ke objek sengketa di Dusun Kembang Tanjung Wilayah panggilawan RT. 09 RW 05 Desa Negeri Pandan, Kalianda.

Baca Juga:  Deklarasi Dukungan Untuk Petahana, Ormas Sentral Turun ke-8 Kecamatan

Menurut ketua majelis hakim Syaifudin, sebelum tim bergegas mengukur objek yang disengketakan. Pihaknya melakukan pemeriksaan lapangan.

“Ini bertujuan untuk mengetahui batas batas yang sesuai isi dalam gugatan penggugat. Bukan untuk eksekusi lahan, diharapkan para pihak untuk tidak salah artikankan dalam sidang PS ini,” ungkapnya.

Pada saat sidang PS, penggugat Saman Bin Temunggung Sawal, beserta kuasa hukumnya Lena menunjukan objek tanah yang digugat sesuai dengan gugatan nya.

Masih di tempat yang sama, kuasa hukum dari tergugat I, Maddin Bin Temunggung Sawal, Hefzoni, mengatakan, sesuai dengan isi gugatan yang diajukan oleh penggugat salah objek (Error On Objecto)

“Batas-batas yang tunjukkan berbeda dengan fakta di lapangan,” ucapnya.

Pasalnya, sampai saat ini penggugat tidak bisa menunjukkan berapa harta yang ditinggalkan oleh almarhum Temunggung Syawal.

“Disini penggugat hanya menggugat objek milik tergugat I saja yang digugat. Sedangkan untuk objek tanah milik tergugat II dan tergugat III tidak dimasukkan dalam gugatan penggugat,” katanya.

Baca Juga:  12 Mei, Nanang Ermanto Resmi Bupati Definitif Lampung Selatan

“Padahal sesuai dengan fakta di lapangan yang telah kita lihat bersama, batas-batas objek tanah yang ditunjukkan oleh penggugat tidak sesuai dengan gugatan penggugat,” bebernya.

Selanjutnya, pada saat penggugat menunjukkan batas objek yang digugat itu adalah milik tergugat II, Sri Yanti Binti Yusuf Bin Temunggung Sawal, dan tergugat III Sa’adah Binti Yusuf Bin Temunggung Sawal, yang didapat dari ayah kandungnya Yusuf Bin Temunggung Sawal.

“Pada sidang sebelumnya, yang ke-13, pihak kita sudah menunjukkan alat bukti kepada majlis hakim yang menyatakan bahwa penggugat sudah mendapatkan warisan dari Temunggung Sawal,” paparnya

“Namun oleh penggugat, warisan tersebut telah dijual tahun 2006 kepada Ridwansyah Rp2.500.000 dan pada tahun 2004 0enggugat juga telah menjual warisan yang didapat kepada tergugat I Maddin Bin Temunggung Sawal, secara lisan sebesar Rp3 juta, yang disaksikan oleh tetangganya dan kerabatnya,” lanjut Zoni.

Baca Juga:  Chusnunia Chalim Hadir di Sidang Korupsi Mustafa pada 4 Maret 2021?

Hefzoni menambahkan, juga sudah menyerahkan alat bukti warisan yang diterima oleh tergugat II dan tergugat III yang didapatkan dari ayahnya almarhum Yusuf Bin Temunggung Sawal pada tahun 2011, yang menyerahkannya warisan juga tergugat I Maddin Bin Temunggung Sawal dan penggugat Saman Bin Temunggung Sawal.

“Karena ayah kandung tergugat II dan tergugat III sudah meninggal,” tutupnya.

Setelah sidang PS di tempat objek sengketa, ketua hakim dan majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 23 Desember 2020 dengan agenda tambahan alat bukti dari penggugat dan tergugat I.(SUL/EDI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top