Daerah

Siti Nurbaya: Pers Dorong Pemulihan Lingkungan, Pemulihan Ekonomi

Kawasan Hutan Wartawan Hebat di Pulau Rupat, buah kerja sama PWI Riau dan Badan Pengendalian Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan, Riau. | KLHK

Suluh.co — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, dalam ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2021 dan HUT ke-75 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengungkapkan terima kasih segenap jajaran kementerian pimpinannya atas dedikasi kerja jurnalistik insan pers, Selasa (9/2/2021).

“Sejalan dengan tema Hari Pers Nasional (HPN) 2021, saya menyampaikan ucapan selamat dan rasa terima kasih segenap jajaran KLHK atas dedikasi kerja jurnalistik insan pers dalam mendorong kemajuan pembangunan,” kata Siti, menteri kesepuluh, dua periode pemerintahan Presiden Jokowi.

Khususnya, lugas bekas Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2006-2013 ini, dalam upaya pemulihan lingkungan yang sekaligus juga sebagai pemulihan ekonomi.

“Salah satu contoh seperti dilaksanakan insan pers di Pulau Rupat, Bengkalis, Riau, dengan aksi penanaman pohon di pulau terluar dan terdepan Indonesia,” ilustrasinya.

Wabil khusus, Siti Nurbaya yang memulai karir sPNS di Lampung sejak 1981, menjabat Kasubid Analisis Stastistik, Kasi Penelitian Fisik, Kasi Pengairan, Kasi Tata Ruang, Kabid Penelitian, Kabid Prasarana Fisik dan Wakil Ketua Bappeda Lampung lalu hijrah ke ibu kota berturut-turut jadi Kabiro Perencanaan Depdagri, pengajar di Kopertis, pelaksana manajemen di STPDN, dan Sekjen Depdagri tersebut, sekaligus mengucapkan selamat pada PWI Riau yang akan memiliki ‘Kawasan Hutan Wartawan Hebat’.

“Ini merupakan hutan komunitas wartawan pertama di Indonesia,” ia bangga.

Eks Dewan Komisaris, dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko PT Pusri ini menyebut realisasi penghijauan pantai pulau itu merupakan inisiatif membangun bersama komunitas masyarakat.

Diketahui, pulau seluas 1.500 kilometer persegi dan dihuni sekitar 55 ribu jiwa yang mulai ramai diincar pelancong dalam dan luar negeri, usai peresmian Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), bertetangga dekat dengan Dumai, yang perairannya berbatasan sisi barat pulau secara geografis. Lokasi eksotik menghadap Selat Malaka sisi utara, Pulau Rupat masuk wilayah Kabupaten Bengkalis.

Adapun, bilang menteri asal Partai NasDem, dimana ia pernah Ketua DPP Partai NasDem Bidang Otda sebelum mengundurkan diri usai dipilih jadi menteri Jokowi 2014 ini, pengupayaan berdirinya Kawasan Hutan Wartawan Hebat di Pulau Rupat didukung oleh Badan Pengendalian Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan –UPT KLHK di Riau, secara teknis.

“Kami sangat yakin, masih banyak kegiatan positif lainnya yang juga dilakukan insan pers di berbagai penjuru Tanah Air kita di Indonesia, untuk ikut bersama-sama menjaga wilayah-wilayah ujung, perbatasan internasional,” pugar Siti optimis.

Sadar pers penyambung lidah penyampai pesan rinai kebijakan, “Sekali lagi untuk seluruh insan pers yang concern dan penuh perhatian pada subyek lingkungan hidup dan kehutanan, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi dan sangat berterima kasih,” tutur Siti.

Baca Juga:  144 Aparatur Desa di Kecamatan Bruno Ikut Pelatihan Peningkatan Kapasitas

“Ayo kita bangkit dari pandemi, bersama pers sebagai akselerator perubahan dan pemulihan ekonomi,” ajak Siti, disitat dari laman resmi dan jejaring media sosial kementerian, diakses di Bandarlampung.

Sementara itu, mempertegas pernyataan Siti, dari Bengkalis, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang menjelaskan, kawasan hutan lebat itu akan dibangun di dua lokasi. Di Riau.

Seperti warta LKBN Antara, Zulmansyah Sekedang di sela penanaman pohon bibit cemara dalam rangka HPN 2021 dan HUT ke-75 PWI di Pantai Pesona, Pulau Rupat, Desa Rhu Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis, Senin (8/2/2021) itu menyatakan, perhelatan tersebut dibesut guna mendukung program penghijauan (go green) dari pemerintah.

Wartawan Harian Riau Pos kelahiran 2 Juli 1973, terdaftar anggota PWI 24 September 2000 itu mengintensi, kelestarian pantai harus dijaga dan ditata dengan baik, salah satunya dengan penghijauan.

Kendati telah ada rencana pembangunan di kawasan itu, tukas dia, namun sejauh ini belum terealisasi. “Kalau masyarakat daerah ini punya aspirasi sampaikan langsung ke wartawan, mudah-mudahan melalui tulisan wartawan bisa didengar dan direalisasikan pemerintah,” kata sarjana administrasi ini.

Dia berharap jalinan kerja sama kedua pihak berjalan baik dan jangka panjang. “Pohon cemara ini sangat bagus ditanam. Selain sebagai pelindung bisa menetralisir kadar air yang ada di sekitar lokasi,” ia meyakinkan.

Mansur, Kades Teluk Rhu, Rupat Utara, seturut. Tak lupa berterima kasih atas penanaman bibit cemara, dia menyebut itu juga media promosi wisata Pantai Pesona. “Banyak infrastruktur yang belum dibangun. Kami berharap ini dapat mempromosikan wisata Pulau Rupat,” catatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Harian Kepala BPDASHL Indragiri Rokan, Afnan Darma Putra, berujar bahwa gerakan penghijauan itu jadi sebuah kebanggaan. Dia bahkan menegaskan, bukan hanya PWI saja,
“kami akan support organisasi apa saja yang meminta pohon penghijauan,” tegas Afnan.

Warga setempat, ujarnya, dapat melanjutkan apa yang sudah dimulai PWI. “Masyarakat yang ingin dapatkan bibit akan kami siapkan. Untuk itu pak kades silakan datang untuk mengambil di pembibitan di Pekanbaru, meminta tanaman yang dibutuhkan untuk Pulau Rupat ini,” kuliknya.

Rosyita Hasan, jurnalis Majalah Outsiders, merincikan dua hari kegiatan peringatan HPN masih situasi sulit pandemi. Pertama, edukasi kreatif bagi pegiat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, menghadirkan empat narasumber, Minggu (7/2/2021).

Keempatnya, Arif Budiman dari tvOne, Denni Risman (wartawan anggota PWI sejak 1994, pengampu Zamrud TV, pegiat media sosial, terakhir menekuni pula urban farming), lalu “Presiden Penyair Perempuan Indonesia” peraih Anugerah Sagang 2019 besutan dari Yayasan Sagang Riau Kunni Masrohanti, dan sastrawan cum wartawan portal Riau Pos, Hary B. Kori’un.

Di Riau, nama terakhir dikenal luas penulis produktif, antaranya Cerpen Tambang Nanah, yang berkisah tentang lukisan kegalauannya bagaimana masyarakat penduduk asli di daerah tambang yang mayoritas miskin, sementara pekerja-pekerja perusahaan kaya dan sebagainya, dengan gaji sangat tinggi.

Baca Juga:  Ternyata Anak Krakatau Juga Berbahaya

Hary, anak petani transmigran Pati Jateng besar di Jambi alumnus Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang, bekas wartawan olahraga hingga pensiun 2004 lalu berkarir di media tempat tugasnya itu hingga saat ini, dikenal pula dengan karya novelnya, Nyanyian Batang Hari, hasil riset skripsinya, bercerita tentang kehidupan berbumbu konflik sosial orang-orang Indonesia di Suriname yang sepulangnya dari negeri Amrik Selatan itu ditempatkan di Simpang Empat, Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Nah, usai gelaran pertama, hari kedua diisi penanaman bibit cemara, Senin kemarin.

Sedang untuk BPDASH Indragiri Rokan yang jangkauan wilayah kerjanya meliputi Riau dan Sumatera Barat, tiada hari tanpa taja laksana berbagai program kerja dengan melibatkan masyarakat di tingkat tapak.

Seperti program Kebun Bibit Desa/KBD, Kebun Bibit Rakyat/KBR, Persemaian, program padat karya mangrove, bangunan Konservasi Tanah Air/KTA, bibit produktif.

Kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) 2020 di Riau misal, ditaja di luasan 692 ribu hektar, tersebar di lima kabupaten. Yakni, Siak (8 hektar), Rokan Hilir (25 hektar), Kepulauan Meranti (55 hektar), Indragiri Hilir (285 hektar), dan Bengkalis (319 hektar).

Kementerian telah memperluas cakupan PKPM seluas 15 ribu hektar di 34 provinsi. PKPM ini benar-benar berorientasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH).

Menurut Kepala BPDASHL Indragiri Rokan sebelumnya, Tri Esti Indrarwati, 13 Desember 2020 lalu, penanaman mangrove tahun 2020 dilaksanakan oleh 863 kelompok masyarakat (Pokmas), melibatkan 30 ribu orang lebih 50 hari kerja, dihitung dengan jumlah hari orang kerja (HOK) setara lebih dari 1,5 juta HOK.

”Keseluruhan program menggandeng masyarakat sebagai mitra. Berbagai program ini dapat menyerap tenaga kerja, memberi dampak ekonomi pada banyak masyarakat, terutama di masa pandemi. Semua program ini untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan pemulihan lingkungan di daerah,” terang Tri Esti.

Mengamini dan sekaligus mengapresiasi, Penjabat Bupati Bengkalis Syahrial Abdi. Menekankan pengarusutamaan sinergi dan kolaborasi, sedikit menyinggung pula bahwa program unggulan kementerian itu selaras dengan Visi Misi Gubernur-Wagub Riau yakni Riau Hijau, Syahrial memastikan program itu akan terlaksana dengan sebaik-baiknya.

“Ini adalah kedaulatan rakyat, mundur satu meter pantai kita maka semakin mundur juga kedaulatan negara kita,” tegas Abdi.

Tak sah rasanya bila tak mengetahui persis tanggapan warga. Berbagai respons positif masyarakat atas program kerja BPDASHL Indragiri Rokan Kementerian LHK.

Seperti dirasakan warga tujuh kampung di Kecamatan Lubuk Dalam. Pokmas setempat, dengan pendampingan BPDASHL Indragiri Rokan, mampu menghasilkan sebanyak 280 ribu batang bibit tanaman hutan dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dibagikan secara gratis ke warga masyarakat lainnya.

Camat Lubuk Dalam, Andi Putra, mewakili warga berterima kasih kepada Menteri LHK. “Harapan kami nantinya dari hasil kegiatan Kebun Bibit Desa ini, dapat menjadi ikon baru untuk Kecamatan Lubuk Dalam dan akan ada one village one product,” kata dia.

Baca Juga:  Arus Mudik Meningkat di Pelabuhan Bakauheni, Pemkab Lamsel Dirikan Posko Covid-19

Suci Handayani (41), Ketua KBD Perempuan Wana Lestari, kelompok beranggotakan 26 orang kesemuanya perempuan, pun senada. ”Kami para perempuan peduli lingkungan. Dengan adanya KBD ini, para anggota yang biasanya cuma jadi ibu rumah tangga, sekarang bisa mendapatkan pemasukan harian atau mingguan. Program KBD ini sangat terasa sekali manfaatnya,” kata Suci.

Seorang penerima PKPM lainnya mengaku amat terbantu. Pihaknya lakukan penanaman PKPM sebanyak 19.800 bibit dengan luasan enam hektar lahan. “Kami berterima kasih kepada jajaran Ditjen PDASHL, BPDASHL Indragiri Rokan, dan Kementerian LHK atas bantuan program PEN PKPM ini, benar-benar menyentuh, bermanfaat secara ekonomis bagi masyarakat khususnya kami para petani mangrove di kawasan pesisir Bengkalis dan Riau umumnya,” khaturnya.

Di belahan Bumi Lancang Kuning yang lain, tepatnya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), puncak peringatan HPN 2021 dipusatkan di Pantai Terumbu Mabloe, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Selasa.

Menurut Ketua HPN 2021 Kabupaten Inhil, M Mirwan, mendampingi Ketua PWI setempat, Ardiansyah Julor, pihaknya memilih lokasi itu sekalian mempromosikan potensi destinasi wisata bahari nan elok itu.

PWI menggandeng Ikatan Keluarga Duanu Riau (IKDR) Inhil pimpinan Hasanuddin, salah satu organisasi paguyuban sosial di Negeri Hamparan Kelapa Dunia itu.

Ardiansyah dalam keterangan persnya mempesonakan, keindahan panorama di Terumbu Mabloe amat layak dikembangkan dan diperkenalkan kepada khalayak ramai. “Semoga setelah ini berbagai kegiatan bisa dilaksanakan di Terumbu Mabloe ini,” sebut pria yang akrab disapa Julor itu.

Warga setempat, ujarnya, antusias, berharap pantai itu bisa berkembang sebagaimana Pantai Solop di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, yang sudah tersohor sebelumnya.

Tak ketinggalan, Ketua IKDR Inhil mengaku bangga Desa Sungai Bela dipilih menjadi lokasi peringatan HPN, apalagi ini perdana oleh kalangan wartawan di Inhil.

“Jelas ini jadi kehormatan dan sekaligus membantu mempromosikan wisata milik Inhil ke publik. Karena, kalau bukan kita siapa lagi berbuat dan mari kita sukseskan HPN, sukseskan pantai Terumbu Mabloe jadi wisata andalan Inhil ke depan,” pungkasnya.

Wartawan Indonesia, Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2021! Mari pastikan, kebebasan pers dan keperkasaan media massa, buah mahal reformasi 1998 ini, tetap terus terjaga. Sebab ini masih pandemi, jangan lupa tetap pakai masker! Semangat!

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top