Ekonomi

Sinergi Kemitraan Telkom dan Apindo Lampung Berdayakan UMKM

GM PT Telkom Lampung, Susila Shane Bora Paska Sihombing (duduk, tengah), dan Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian (duduk, kedua kanan), usai pertemuan terbatas dan penandatanganan MoU Kemitraan Telkom Lampung dan Apindo Lampung, di kantor PT Telkom Witel Lampung, Jl Majapahit 14, Enggal, Bandarlampung, Senin (31/5/2021). | DPP Apindo Lampung

Suluh.co – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Wilayah Telekomunikasi (Witel) Lampung dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, memantapkan eksekusi bareng sejumlah rencana sinergi dan kolaborasi program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Lampung.

General Manager (GM) PT Telkom Lampung, Susila Shane Bora Paska Sihombing, pada kesempatan bertemu kesekian dengan Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, kembali mendiskusikan detail program kerja sama kemitraan strategis. Kali ini, menohok.

Terakhir, dalam pertemuan hangat dihelat dibawah pandu ketat protokol kesehatan cegah kendali COVID-19, memakai masker dan duduk berjarak fisik, di ruang rapat PT Telkom Witel Lampung, Jl Majapahit 14, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, Senin 31 Mei 2021 lalu.

Berujung, mewakili institusi masing-masing, keduanya tak meragu menuangkan kerja sama, dalam dokumen Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Program Kemitraan (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/TJSL) PT Telkom Lampung dan Apindo Lampung.

Shane, sapaan GM Telkom Lampung itu, didampingi staf. Pun Ary, didampingi calon Ketua Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UMKM-IKM) DPP Apindo Lampung 2021-2026, Yayan Sopian, yang juga Corporate Affairs Regional Manager (CARM) PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia SSO Western Indonesia, dan beberapa pengurus bidang.

Berkesempatan presentasi singkat, Yayan yang pernah ikut berjasa menyelamatkan kelangsungan pusat eduwisata-pelestarian budaya Saung Angklung Udjo saat tugas di Bandung, Jawa Barat, sekian tahun silam, merincikan ragam program tersusun Bidang UMKM-IKM Apindo Lampung 2021-2026.

Yang terus dikancah, dipertajam, didekatkan percepatan eksekusinya pascakonsolidasi Musprov VII Apindo Lampung 25 Maret lalu.

Selain itu, pria enerjik ini menekankan pula peluang sinergi yang dapat dikolaborasikan dalam program pemberdayaan UMKM multi sektor yang dipayungi oleh DPP Apindo, 15 Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) Apindo, dan jejaring pengusaha/perusahaan anggotanya di Lampung.

Apindo sendiri, mengampu program Apindo UMKM Akademi, bentuk kontribusi nasional Apindo bagi pertumbuhan-kemajuan UMKM Indonesia. Dengan kolaborasi bersama para profesional dan pemangku kepentingan, dan didukung Kementerian Koperasi UKM, DSC XI, Smesco, ASYX, Bedo, dan Sekolah Ekspor.

Seperti rajin disosialisasikan Ketua Umum Apindo yang baru terpilih sebagai Presiden ASEAN Confederation of Employers (ACE) 2021-2023, Hariyadi Sukamdani –didampingi Sekjen ACE terpilih Danang Girindrawardana yang tak lain Direktur Eksekutif DPN Apindo, visi Apindo UMKM Akademi ialah penguatan keterlibatan UMKM/IKM dan Ekonomi Keumatan berkarakter dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penyerapan tenaga kerja menuju ketahanan ekonomi berkeadilan sosial. Ditopang tujuh misi.

Menjadi tuan rumah dan pendengar yang baik, Shane sebelumnya diketahui, pernah punya satu qlue penting disampaikannya sebagai alternatif solusi ke-3 meretas aral masih adanya 749 desa di Bumi Ruwa Jurai yang berstatus tidak ada sinyal komunikasi sama sekali baik analog/jaringan telepon, atau komunikasi digital/jaringan internet. Alias, blank spot.

Yakni dengan mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM memiliki loka pasar (marketplace). Setelah, membangun infrastruktur internet berupa jaringan fiber optik (FO) dan radiolink (wireless). Dan, membangun layanan aplikasi Smart Desa pendigitalisasi seluruh administrasi desa.

Mantan Deputy GM Telkom Witel Medan, Sumatera Utara, dan GM Telkom Witel Kepulauan Bangka Belitung sebelum di Lampung ini, membuncah ide itu di depan Sekprov Lampung Fahrizal Darminto dan peserta Rapat Pembahasan Penanganan Desa Blank Spot Internet di Lampung, di kantor Gubernur Lampung, 10 Mei 2021.

Meski survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis, penetrasi pengguna internet di Tanah Air mencapai 196,7 juta orang hingga kuartal dua 2020, nun merujuk data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), diafirmasi pula Menkominfo Johnny G Plate, 12.548 desa/kelurahan belum terjangkau jaringan 4G, 2.700 desa/kelurahan masih blank spot dari 83.218 desa/kelurahan se-Indonesia, sampai awal 2021.

Tentu, termasuk 749 desa di Lampung, 100 desa diantaranya di awal langsung digarap Telkom Lampung, agar kontan green spot.

Diketahui, data DPMDT Lampung Desember 2020, 2.081 dari total 2.435 desa/pekon/kampung/tiyuh se-Lampung (85 persen) telah punya BUMDes. Lampiran penerima bansos Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro) November 2020, ada 245.136 UMKM penerima asal Lampung.

Baca Juga:  Kata APINDO, Soal Pentingnya Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan Daring

Telkom, selaku BUMN penyedia layanan TIK/teknologi informasi komunikasi (Information Communication Technology/ICT) terbesar RI ialah penanggung jawab smart city nasional.

Telkom mengampu Smart City Nusantara, program layanan pengembangan smart city yang bisa digunakan pemangku khususnya pemda, mempermudah penyelenggaraan pelayanan publik berbasis digital.

Soal TJSL, selaku BUMN telekomunikasi terbesar Indonesia, Telkom tak lepas dari TJSL (CSR/Corporate Social Responsibility) terhadap masyarakat.

Dipayungi paradigma “Telkom ada untuk Indonesia, tumbuh dan berkembang bersama-sama masyarakat Indonesia”, diyakini, peningkatan kesejahteraan rakyat akan berimbas pada tumbuh kembang skala usaha Telkom, juga sebaliknya. Karenanya, sejalan paradigma CSR-nya, Telkom senada BUMN lain menerapkan prinsip profit-people-planet (3P) –disebut triple bottom line/tiga pilar utama– dalam praktek pelaksanaannya.

Adapun, strategi dan lingkup kegiatan CSR
Telkom mencakup isu-isu tanggung jawab sosial Telkom yang dianggap relevan dan signifikan, dengan menekankan tiga prinsip CSR Telkom. Pertama, lingkungan digital. Berupa pengembangan, penyediaan, dan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi dan beragam fasilitas TIK pendukung dan penghubung aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas pelestarian lingkungan hidup.

Kedua, masyarakat digital. Yaitu mendukung pemberdayaan komunitas melalui edukasi pemanfaatan TIK per optimal memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Dan ketiga, ekonomi digital, pengembangan fasilitas TIK di berbagai layanan umum yang digunakan masyarakat, serta dukungan terhadap UMKM terutama di sektor industri kreatif, terkait optimalisasi pemanfaatan TIK.

Visi CSR Telkom ‘menjadi leader dalam implementasi program CSR di Asia’. Dengan enam misi: cause promotion, cause related marketing, corporate social marketing, corporate philanthropy, community volunteering, dan socially responsible business practice.

Tujuan CSR Telkom ini mendukung keberlangsungan bisnis perseroan dengan melaksanakan pembangunan berkelanjutan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, melibatkan karyawan Telkom Group dan masyarakat, berlandas pilar 3P dimaksud.

“Planet, ikut mempertimbangkan dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional. People, menciptakan SDM andal dalam melakukan pemberdayaan masyarakat lewat community development. Profit, tak hanya mengejar profit, diharapkan juga memberdayakan ekonomi masyarakat di lingkungannya.

Seiring waktu, kendati kini secara mandatori kebijakan TJSL BUMN termasuk Telkom telah banyak alami bauran transformasi terutama terkait program restrukturisasi dan reformasi birokrasi BUMN sejalan RPJMN 2020-2024 di era Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024, per historis pelaksanaan CSR Telkom efektif sejak berlaku Peraturan Pemerintah 47/2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, peraturan pelaksana ketentuan Pasal 74 UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas.

Saat itu, sejalan, Telkom tetapkan kebijakan umum pelaksanaan CSR via pemberlakuan Peraturan Direksi Nomor PD.701.00/1.00/PR.000/COP-A3000000/2014 (14 Oktober 2014) tentang Pengelolaan Telkom CSR, sebagai dasar pembagiannya jadi Program Kemitraan (PK), Program Bina Lingkungan (BL) dan CSR Public Relation (CSR PR) di luar PKBL itu.

Bila ingat Indonesia Digital Learning (IDL), program tahunan bidang pendidikan melalui pelatihan digital bagi guru guna mewujudkan pembelajaran berbasis digital di sekolah hingga terbentuk digital society di kalangan guru.

Dan, My Teacher My Hero, program apresiasi untuk guru-guru Indonesia yang menerapkan pembelajaran digital, dimana sebelumnya guru diberi pembekalan digital lewat seminar IDL, diseleksi lagi standar penilaian UNESCO hingga terpilih 8 guru My Teacher My Hero. Ini 2016 silam.

Lalu, Pustaka Digital (PaDi), sinergi dengan Balai Pustaka menghadirkan 1000 Digital Learning Corner di 1000 Plasa se-Indonesia, mempermudah bagi masyarakat khususnya pelajar mengakses buku-buku secara daring.

Juga Socio Digi Leaders, kompetisi ide kreatif di bidang sosial, hukum, lingkungan, human resources, teknologi, bisnis, produk, pengembangan sistem, dan aplikasi digital. Yang, bermanfaat sebesar-besarnya untuk lingkungan sosial.

Serta, BUMN Hadir untuk Negeri, aksi BUMN pelbagai kegiatan tahunan seperti rangkaian peringatan HUT RI (BUMN Mengajar, Bedah Rumah Veteran, Siswa Mengenal Nusantara, Elektrifikasi Rumah, Pembangunan Sarana Air Bersih dan MCK, Jalan Santai), BUMN Hadir untuk Negeri edisi Ramadan (Mudik Bersama BUMN, Pasar Murah 200 ribu paket), dan Disability Care (BUMN Hadir untuk Negeri bagi kaum difabel), dimana Telkom-BUMN lain bantu komunitas difabel menyiapkan tenaga siap pakai. Bantuan mencakup alat bantu disabilitas, pelatihan dan sertifikasi (termasuk I-CHAT).

Serta, Telkom Craft, eksibisi UKM berbasis digital pertama di Indonesia yang jadi wujud penerapan nilai Good Corporate Citizenship dari PKBL yang Telkom canangkan, bentuk peran Telkom memaksimalkan kemajuan ekonomi, sosial. Dan, bentuk kepedulian kepada pelaku UKM lokal hingga dapat menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga:  Harga Cabai Merangkak Naik

Dan, Widyawisata & Real Experience VR Satelit Telkom 3S, bagian rangkaian Program CSR dalam rangka peluncuran Satelit 3S sekaligus salah satu media edukasi dan informasi kegunaan satelit secara nyata kepada masyarakat.

Itu selaksa program CSR Telkom Indonesia, dari sekian banyak senada lainnya hingga kini, alih-alih ditengah upaya gigih pemulihan ekonomi nasional atasi imbas keterpurukan gegara ulah pandemi COVID-19 di Tanah Air.

*Program Kemitraan dan Bina Lingkungan*

Penegasan sebagaimana disitat dari laman korporasi, diakses di Bandarlampung, Rabu (2/6/2021), bagi Telkom, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) bukan sekadar menjalankan kewajiban sebagai satu BUMN.

Tetapi, merupakan upaya mengelola dampak dari kebijakan dan kegiatan operasional terhadap masyarakat dan lingkungan alam secara transparan dan beretika. Ini penting, “bukan sebatas menggugurkan kewajiban”.

Diulang, penerapan PKBL Telkom ini sejalan konsep 3P, sinergi Program TJSL Telkom. Komitmen pelaksanaannya juga mengacu Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan BUMN.

Sehingga, kebijakan pengelolaan PKBL Telkom diatur PD.701.00/r.00/PR000/CDC-A104000/2015 tanggal 10 Desember 2015 tentang Pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan, pengganti KD.21/PR000/COP-B0030000/2010 tarikh 19 April 2010 perihal senada, dikelola dibawah unit Corporate Development Center (CDC).

Program Kemitraan. Merupakan program pemberdayaan kompetensi ekonomi kaum marjinal untuk meningkatkan pendapatan melalui kegiatan UMKM, dilakukan dengan memberi dana pinjaman berbunga rendah, disisihkan dari sebagian laba usaha BUMN.

Melalui tiga program, yakni pemberian dana pinjaman lunak; pelatihan kewirausahaan; pengembangan kreativitas ke Mitra Binaan (MB) yang bergerak dalam UKM-Koperasi.
Program Kemitraan juga ujud implementasi Pilar – Profit dari Strategi Triple Bottom Line CSR Telkom.

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Program Kemitraan, referensi 2016 silam Telkom fokus 3 kegiatan utama. Pertama, Digitalisasi Pengelolaan Program Kemitraan. Pada 2016, Telkom mengimplementasikan layanan pengajuan pinjaman dana PK via web smartbisnis, pembayaran angsuran via virtual account. Semua bertujuan menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Program Kemitraan.

Smartbisnis ini aplikasi layanan pengajuan bantuan dana PK berbasis digital, bebas akses lewat web smartbisnis, bisa dilakukan setiap saat tanpa harus datang langsung ke kantor Telkom. Digeber awal 2016, dana PK Smartbisnis bagi 7.171 MB sukses tersalur.

Kedua, pelatihan digital bagi MB, membantu promosi-pemasaran produk MB agar dapat memasuki pasar global melalui fasilitasi situs blanja.com, yang sayang belakangan dilikuidasi. Telkom juga menyelenggarakan pelatihan ekspor agar MB cerdas prosedur dan persyaratan perdagangan lintas negara.

Ketiga, partisipasi MB di pameran berskala nasional-internasional semisal pengalaman Telkom memfasilitasi MB berpartisipasi di Sail to Karimata 2016 hasil taja Kementerian Kelautan dan Perikanan, diikuti pelaku usaha dalam dan luar negeri. Serta, Telkom Craft Indonesia 2017, helat perdana menghadirkan ratusan UMKM binaan dan Himpunan Bank Negara (HIMBARA) dengan proses transaksi digital.

Program Bina Lingkungan. Sesuai ketentuan Kementerian BUMN, kegiatan program ini ada delapan bidang, semua filantropi Telkom yaitu bantuan korban bencana alam, bantuan pendidikan pelatihan, bantuan kesehatan masyarakat, bantuan sarana umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian alam, bantuan pengentasan kemiskinan dan bantuan peningkatan kapasitas Mitra Binaan.

Terhangat, tak terkait geospasial Lampung, lebih ke portofolio wujud dukungan Telkom bagi akselerasi pemulihan ekonomi nasional sektor pariwisata, rilis korporasi 26 Mei 2021 wartakan sinergi-kolaborasi Telkom-Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo, mengembangkan Jaringan Pariwisata (JP) Hub. Platform digital travel and tourism Indonesia yang dikembangkan Telkom, Wonderin.id, jadi penunjang utamanya.

Tujuan kerja sama, mewujudkan digitalisasi industri pariwisata lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) di Indonesia. Ruang lingkupnya meliputi pelatihan-pendampingan pelaku pariwisata dalam digitalisasi sektor akomodasi, tempat wisata, dan paket wisata.

Dimulai dari lokasi di Labuan Bajo, NTT, Destinasi Pariwisata Super Premium canangan Jokowi, 10 kabupaten ditarget pelaksanaan digitalisasi (on boarding) kelak. Yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nageko, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, dan Alor.

Dalam keterangan persnya, Direktur BAKTI, Kemkominfo, Anang Latief mengatakan, BAKTI Kominfo selain lakukan pemerataan infrastruktur terutama di daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), serta daerah yang masih belum berakses telekomunikasi, juga lakukan pengembangan ekosistem digital.

“Salah satunya kerja sama dengan Telkom tidak hanya terbatas menyediakan koneksi telekomunikasi, juga memberi nilai tambah dalam bentuk kemampuan digital untuk menunjang ekonomi masyarakat khususnya terkait pariwisata,” ujarnya, dari Jakarta.

Baca Juga:  HKTI Ajak Generasi Muda Lambar Inovatif dalam Bidang Pertanian

Sementara, SVP Corporate Communication and Investor Relation Telkom, Ahmad Reza, menjelaskan, Telkom terus berinisiatif ambil peran terdepan dalam memastikan adopsi pemanfaatan teknologi berbasis digital guna mendorong pemulihan perekonomian, termasuk industri pariwisata.

“Melalui Wonderin.id, kami akan senantiasa mendorong upaya kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan guna mencapai proses digitalisasi pariwisata yang lebih baik ke depannya,” lugas dia.

Ditambahkan, pelatihan diharapkan menjadi kegiatan interaktif nan mampu memfasilitasi para pemilik usaha untuk mengembangkan potensi bisnisnya berbekal transformasi digital yang diterapkan secara holistis.

Diharapkan, layanan ini akan mempermudah proses pengelolaan hingga penjualan hingga pengelola bisnis wisata dapat bergerak maju ikuti perkembangan terkini. “Kami meyakini dengan adanya digitalisasi akan menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” dia optimistis.

Wonderin.id, ialah platform digital pariwisata Indonesia besutan Telkom yang jadi solusi teknologi yang mendorong pengembangan ekosistem pariwisata, dengan menghadirkan layanan unggulan mencakup XGDS (Global Distribution System) demi membangun jembatan serta jaringan kuat dengan mitra pariwisata dalam memasarkan produk dan layanan, menyederhanakan akses distribusi, informasi dan analisis bisnis perjalanan, guna meningkatkan pengalaman transaksi bagi para mitra.

Usai kerja sama dengan pihak baik BUMN dan pelaku pariwisata, Wonderin.id terus perkuat peran mendampingi pelaku UMKM. “Untuk jadi penggerak utama pertumbuhan perekonomian pariwisata nasional serta kemajuan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” demikian Reza.

Catatan redaksi, kita kembali ke Lampung, inovasi berbasis kearifan lokal semirip pola dan sistematika kerja ala Wonderin.id, jika dimungkinkan pula dibesut Telkom Lampung boleh jadi dapat dijadikan role model.

Basis pijakannya: sejarah kepariwisataan Lampung yang pernah mendaratkan rekor jumlah kunjungan wisatawan Nusantara kurun 2017, menempati posisi 6 nasional (September), dan ke-9 pada Oktober dengan total jumlah kunjungan 8,8 juta pelancong Nusantara asal Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan wisnus yang jadikan Lampung destinasi ke-5, DKI Jakarta.

Data Kemenparekraf dan Telkom memakai teknik lalu lintas pergerakan wisatawan via telepon seluler ini mengalahkan Bali yang bertengger di urutan ke-11 dengan 8,5 juta pelancong!

Mengingat kepariwisataan punya efek ganda bagi kesejahteraan rakyat, menilik dari data kunjungan wisman di Lampung pada 2014 tercatat 95.528, naik jadi 114.907 (2015), melonjak jadi 155.053 (2046) sebagai misal, maka Telkom Lampung bisa membingkainya sebagai ‘satu frekuensi khusus’. Dan Apindo Lampung bisa posisikan diri sebagai katalis, sekaligus (maaf), ‘kompor beleduk’. Haha.

Gaspol menggalang sinergi-kolaborasi guna mengeksekusi program kerja pemberdayaan UMKM multisektor di Lampung, sebelumnya Ketua Apindo Lampung Ary Meizari Alfian, didampingi calon sekretaris Yanuar Irawan, Koordinator Forum CSR Lampung V Saptarini dan calon direktur eksekutif DPP Apindo Lampung Perial Darma, menemui Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, di kantor KPw BI Lampung, Jl Hasanudin 38, Telukbetung Bandarlampung, 21 Mei 2021.

Sadar pandemi, sadar Kota Tapis masih bertengger di zona oranye, anjangsana balasan yang dilakukan Budiharto Setyawan pada Silaturahmi dan Halal Bihalal UMKM DPP Apindo Lampung di Toko Keripik Shinta, Jl Pagar Alam, Segalamider, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung milik Shinta, calon pengurus, diikuti 40 pelaku UMKM Apindo perwakilan 15 kabupaten/kota di Lampung, Sabtu (22/5/2021), tepat H9 Idul Fitri 1442H, selain penuh suasana kekeluargaan, dibalut pula ketat protokol cegah kendali COVID-19.

Diikuti pula peserta daring, membersamai Budiharto, Ary Meizari, Yanuar Irawan, dan calon bendahara Darussalam, berikut calon pengurus yang hadir fisik lainnya, saat itu Yayan Sopian memaparkan singkat profiling tiga program kerja Bidang UMKM Apindo Lampung 2021-2026.

“Pertama, pembukaan Rumah Kreatif dan Gerai UMKM Apindo Lampung. Kedua, fasilitasi platform aplikasi digital e-dagang (e-commerce) bagi para pengusaha UMKM Apindo Lampung. Ketiga, pelatihan dan pendampingan UMKM bersama Program Kampus Merdeka,” sebut pria yang juga Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia Lampung pengganti antarwaktu eks GM Hotel Horison Lampung, Leo Ramadhanus –pindah tugas ke Bali, itu.

Diharapkan, kehadiran UMKM Apindo akan dapat membawa UMKM naik kelas, bangkit di era pandemi saat ini. Berpidato, Budiharto bersemangat mengupas kesiapan BI Lampung untuk bersinergi positif dan berkolaborasi efektif bersama jejaring Apindo Lampung, sesuai dengan tupoksinya.

 

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top