Daerah

Selama PPKM Darurat, Ruas Jalan Ditutup, Arah Masuk Purworejo Diperketat

PPKM Darurat/Ilustrasi

Suluh.co – Sebagai langkah untuk menerapkan PPKM Darurat, Polres Purworejo bersama tim gabungan melakukan penutupan beberapa ruas jalan mulai pukulan 15.00 hingga 21.00. Langkah itu diambil untuk membatasi mobilitas warga selama pemberlakuan PPKM Darurat mulai tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang.

Kasatlantas Polres Purworejo AKP Maryono, menjelaskan, ruas jalan yang ditutup yakni Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Kartini, Jalan Urip Sumoharjo perempatan Kodim, Jalan A Yani, simpang empat Mranti, Jalan Sibak simpang 3 TK Rimba (Sindurjan).

“Selain itu juga penutupan akses jalan desa menuju Pantai Dewa Ruci dan Pantai Jetis,” jelas Kasatlantas, Selasa (6/7). Pihaknya juga melakukan patroli termasuk di wilayah Romansa Kuliner agar semua pihak dapat menaati aturan tersebut.

Baca Juga:  Razia Kamar Hunian Rutan Purworejo, ini Temuan Tim Satops Patnal Rutan Purworejo

Otomatis selama pemberlakuan PPKM Darurat, Romansa Kuliner tutup karena mereka rata-rata berjualan mulai sore hingga malam hari. Maryanto bersyukur, sejauh ini belum ada pelanggaran yang dilakukan oleh masyakarat terkait dengan aturan tersebut.

Ruas Jalan Mayjen Sutoyo ditutup

Ditambahkan, Polres Purworejo juga melakukan penyekatan di perbatasan Jateng-DIY di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen dengan mendirikan pos 24 jam. “Petugasnya kami bagi dalam tiga shift secara bergantian,” ucap Maryanto.

Penumpang kendaraan yang akan melintas ke arah Purworejo harus dapat menunjukkan dokumen surat jalan atau surat hasil tes antigen atau PCR. “Bila tidak, terpaksa kami minta putar balik,” tegasnya.

Dari hasil operasi gabungan yang efektif dilakukan mulai Senin kemarin, Maryanto mencatat ada 60 kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut. Dari jumlah itu, lanjutnya, ada tujuh kendaraan terpaksa putar karena tidak dilengkapi dokumen.

Baca Juga:  Antisipasi Bencana, BPBD Purworejo beri Edukasi ke Masyarakat   

Maryanto optimistis kegiatan yang dilakukan itu dapat menekan mobilitas warga yang dirasa tidak mendesak. Imbasnya diharapkan dapat mengurangi angka penambahan warga yang terpapar Covid-19.

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top