Modus

Sebab Kematian Aga yang Tewas Saat Diksar UKM Cakrawala Masih Berkabut

Polres Pesawaran melakukan olah TKP terkait meninggalnya seorang mahasiswa Unila, Aga Trias Tahta/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Misteri tewasnya Aga Trias Tahta, yang meninggal saat mengikuti diksar (pendidikan dasar) UKM Pecinta Alam Cakrawala Univerisatas Lampung (Unila) belum terpecahkan.

Mahasiswa Jurusan Sosiologi, FISIP Unila ini, diduga tewas setelah adanya penganiayaan oleh seniornya masih dalam penyelidikan pihak Polres Pesawaran.

Pihak keluarga berharap, kasus tersebut cepat terungkap dan tidak ada lagi korban jiwa akibat kegiatan serupa.

Diketahui, hampir sepekan almarhum Aga Trias Tahta meninggal. Suasana kesedihan masih sangat terasa di kediamannya.

Deni Muhtadin, beserta istri Rosdiana, belum sepenuhnya menerima kematian putra bungsunya. Keluarga berharap kasus tewasnya Aga cepat terungkap.

Baca Juga:  Mahasiswa Cabul di Pantai Mutun Terciduk

Di temui dirumahnya yang berada di wilayah Wonosobo, Pesawaran. Rumah dengan cat berwarna orange dengan tenda yang masih terpasang untuk takziah mengirimkan doa bagi almarhum tampak masih lengkap terpasang.

Di dalamnya, keluarga almarhum yang sedang berkumpul sambil mengobrol dan  sesekali mengusap air mata.

Tewasnya putra mereka memang menjadi luka yang teramat dalam.

“Kami (keluarga) mendesak agar pihak kampus manapun menghilangkan tradisi-tradisi yang dianggap tidak penting sehingga tak ada lagi korban jiwa seperti anak saya,” harap ayah almarhum Aga, Deni Muhtadin, Sabtu (5/10).

Kasus yang kini telah ditangani oleh Polres Pesawaran dan di bantu oleh Ditreskrimum Polda Lampung sedikit demi sedikit telah menemukan titik terang.

Baca Juga:  Bersama Polres Pesawaran, Aparat TNI dan Masyarakat Gaungkan TSM

Sembilan orang telah dilakukan pemeriksaan, polisi sendiri telah melakukan olah TKP di Gunung Betung tempat kegiatan diksar berlangsung.

Kasus ini pun telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top