Daerah

Sambangi SMSI, Kasat Lantas Polres Lamsel Paparkan Keabsahan STNK

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP M. Kasyfi Mahardika, sambangi Sekretariat SMSI setempat/EDI,

KALIANDA – Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP M. Kasyfi Mahardika, sambangi Sekretariat SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Lamsel, Rabu (23/10)

Didampingi Kanit Regident, Ipda Wahyu, kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua SMSI Lamsel, Vivo Trialito, beserta pengurus lainnya.

Kedatangan pria lulusan Akpol tahun 2009 tersebut, tak lain untuk melakukan diskusi publik terkait apa yang menjadi masalah di wilayah hukum Polres Lamsel.

Salah satu masalah yang banyak dipertanyakan oleh masyarakat, yaitu terkait dengan keabsahan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Menurut Kasyfi, selama ini persepsi masyarakat tentang STNK yang mati itu bukan wewenang kepolisian.

Baca Juga:  SGC Terus Cemari Lingkungan dan Abaikan CSR, Warga Ancam Blokir Jalan Lintas Timur

Namun, berdasarkan pasal 70 ayat 2 UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa, STNK bermotor dan TNKB berlaku selama lima tahun dan harus dilakukan pengesahan tiap tahunnya.

Artinya, petugas kepolisian berhak menilang seorang pengendara, apabila STNK atau TNKB kendaraan yang dimiliknya tersebut mati.

“Setiap pengendara wajib mengesahkan STNK. Misal, tahun ke-3 atau 4 tidak dicap, itu tidak bisa ditilang, tapi tahun ke-5 tidak juga dicap itu dianggap tidak hidup dan bisa ditilang,” terangnya.

Oleh sebab itu, setiap masyarakat diwajibkan untuk membayar pajak setiap tahunnya, dengan melampirkan KTP sebagai bukti kepemilikan kendaraan agar bisa mendapatkan bukti keabsahan berupa cap di STNK.

Baca Juga:  Disambut Masyarakat Tanggamus, Pj Bupati Zainal Terharu

“Kalau yang dua tahun mati STNK itu bukan berarti 2 tahun tidak bayar pajak, tetapi 7 tahun tidak perpanjang pajak. Kalau mau menghidupkan lagi bisa, tapi harus bayar BBN 1 atau pendaftaran lagi dari awal,” paparnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang hendak meperpanjang STNK, tidak harus membayar ditempat domisili kendaraannya, akan tetapi bisa membayarnya disetiap Samsat yang ada di Lampung.

“Karena sejak tahun lalu sudah online, jadi masyarakat Lampung Selatan yang kendaraannya berdomisili di Bandar Lampung, bisa membayar pajak di Samsat Kalianda,” tambahnya.

Tidak lupa, dirinya mengimbau bagi masyarakat khsusunya yang berada dj wilayah Lampung Selatan, saat akan berkendara baik menggunakan roda dua atau roda empat, untuk melengkapi kelengkapan berkendaranya.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara ke -73, Paduan Suara Pukau Ribuan Penonton

“Selama Ops Zebra Krakatau 2019 mulai 23 Oktober sampai 5 November, agar masyarakat melengkapi surat kendaraan seperti STNK dan kelengkapan kendaraan seperti helm dan menggunakan safety belt,” pungkasnya.(EDI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top