Bandar Lampung

Saksi di Kasus Korupsi Mustafa Sebut Pernah Siapkan Rp250 Juta ke Polda Lampung untuk Keperluan Trail

Saksi di Kasus Korupsi Mustafa Sebut Pernah Siapkan Rp250 Juta ke Polda Lampung untuk Keperluan Trail
Saksi di Kasus Korupsi Mustafa Sebut Pernah Siapkan Rp250 Juta ke Polda Lampung untuk Keperluan Trail

Rusmaladi alias Ncus, memakai jaket sweater rajut menyebut aliran Rp250 juta yang pernah disiapkannya ke Erwnin Nur Saleh untuk keperluan kegiatan trail Polda Lampung. Foto: Ricardo Hutabarat

Suluh.co – Dalam persidangan lanjutan untuk perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Mustafa, ada seorang saksi bernama Rusmaladi alias Ncus yang menyebutkan dengan gamblang, bahwa ada aliran uang yang diberikannya kepada Polda Lampung.

Rusmaladi tak menyebut siapa subjek yang dimaksud. Kendati demikian, Ncus menegaskan bahwa nominal uang tersebut senilai Rp250 juta, yang dimaksudkan untuk membantu keperluan Polda Lampung dalam hal-hal yang berkaitan dengan trail.

Ncus sebelumnya sudah memberikan keterangan bahwa, memang ada aliran dana yang dia berikan kepada ajudan Mustafa, bernama Erwin. Aliran itu untuk institusi Kepolisian dan Kejaksaan.

Baca Juga:  DPRD Lampung Terima Kunjungan Arinal Djunaidi

Keterangan Ncus awal-awal diutarakan saat ia terlibat dialog dengan jaksa sebagai penuntut umum dari KPK. Tapi pada momen itu, Ncus dan jaksa dari KPK tidak mengulas lebih jauh perihal poin kesaksian Ncus itu.

Tiba saatnya pengacara dari Mustafa bertanya lebih jauh mengenai aliran-aliran uang yang disebutnya mengalir ke lembaga penegak hukum tadi.

Ncus bilang, ia tidak tahu berapa total keseluruhan uang yang diberikan karena Ncus tidak lah seorang diri yang mengurus aliran ke kepolisian.

Namun yang jelas, ia pernah memberikan uang senilai Rp250 juta untuk Polda Lampung. ”Saya hanya [menyediakan] Rp250 juta untuk Polda [Lampung],” sebut Ncus di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 4 Februari 2021.

Baca Juga:  KPK Dituntut Untuk Ikut Melihat Keseriusan Hakim yang Minta Hadirkan Auditor BPK

Di hadapan majelis hakim, Ncus mengaku sudah lupa berapa saja uang yang disediakannya untuk Polda Lampung. Tapi Ncus bilang bahwa uang itu diberikan kepada ”Erwin Nur Saleh, ajudan pak bupati”.

“Totalnya saya lupa,” ujar Ncus.

Ncus bilang, ”yang jelas Erwinnya minta bulanan, saya serahkan ke Erwin semua”.

Dialog tanya jawab ini masih minim informasi perihal kapan dan dimana peristiwa berlangsung berkait dengan aliran uang ke Polda Lampung itu.

Selesai memberikan kesaksian, Ncus langsung pergi meninggalkan PN Tipikor Tanjungkarang sembari membawa nasi kotak yang disediakan KPK kepada para saksi-saksi. Ncus hanya melengos melewati para pewarta yang siaga di ruang persidangan.

Sepanjang Ncus bersaksi, diketahui ia memiliki peran krusial dalam hal pengelolaan uang-uang hasil pungutan dari kontraktor yang menyetorkan fee proyek atas paket pekerjaan yang dikelola dari Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah. Ncus diketahui mengelola uang hasil pungutan dari fee proyek hampir senilai Rp24 miliar.

Baca Juga:  Aliansi Keramat Tuntut Ketegasan Soal KPK & Wagub Lampung

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top