Daerah

Ruwatan Unggah Pamor Tirto Sapto Unggul Diberikan Agustinus Susanto

Ruwatan Unggah Pamor Tirto Sapto Unggul Diberikan Agustinus Susanto/MAS

PURWOREJO – Untuk mengingatkan kembali akan pentingnya air bagi kehidupan, digelar Ruwatan Unggah Pamor Tirto Sapto Unggul, di halaman salah satu warga di Desa Donorati, pada Jumat (11/9).

Ruwatan digelar oleh Wali Projo bersama masyarakat Desa Donorati Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dengan gelaran pentas wayang kulit  dalang Ki Barjo, asal Desa Donorati serta ritual petik Tirto Sapto Unggul yaitu pengambilan air dari tujuh lokasi sumber mata air yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo.

Air tujuh sumber itu kemudian di berikan kepada Bakal Calon Bupati Purworejo, Agustinus yang hadir dalam acara itu. Pemberian air sebagi bentuk dukungan Wali Projo terhadap pencalonan Agustinus, agar kelak saat menjadi Bupati, mempunyai kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.

Untuk ngalap berkah, puluhan masyarakat yang hadir saling berebut hasil bumi yang dipersembahkan dalam ruwatan.

“Wali Projo adalah sebuah wadah bagi orang-orang yang peduli terhadap Purworejo dan kali ini menggelar kegiatan tentang peristiwa budaya berkaitan dengan peringatan Suro yaitu Ruwatan Unggah Pamor Tirto Sapto Unggul dengan tujuan untuk menguri-uri budaya, mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya air bagi kehidupan,” ungkap Ketua Wali Projo, Nicolas Legowo.

Baca Juga:  Sambut MXGP di Indonesia, 1.000 Bikers Semarakkan National Honda Roadventure

Menurutnya, ruwatan itu perlu dilaksanakan, selain nguri-nguri budaya juga sebagai cara untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Kita semua menyaksikan dan melihat akhir akhir ini Desa Donorati, Sudimoro dan daerah lain di sepanjang bukit menoreh setiap kemarau selalu mengalami kekeringan. Ini karena adanya perubahan pola tanam di masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini masyarakat banyak gemar menanam tanaman albasiyah , dimana albasiyah itu dikenal banyak menyerap air ketika masih ditanam hidup, sehingga tanah disekitar albasiyah menjadi kekurangan air. Dan jika albasiyah dipanen akar albasiyah akan busuk dan tidak mampu lagi menampung atau menyerap air. Bahkan sering terjadi longsor karena akar tak lagi mampu mencekram air.

Baca Juga:  BPBD Lampung Siagakan 30 Personel Hingga Bantuan Logistik di 6 Titik Wilayah

“Ini bila dibiarkan maka akan ada bencana yang belih besar lagi, karena kepedulian kami itulah maka kami menggelar acara itu. Kami bersama masyarakat mengajak kembali untuk berubah, bersama sama membangun Purworejo,” katanya.

Adapun ritual Tirto Sapto Unggul, atau air yang diambil dari tujuh lokasi sumber air yaitu air yang diambil kita ambil dari sejumlah sumber yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo, diantaranya diambil dari Kecamatan Pituruh, Kecamatan Butuh (sumur Kyai Sadrah), Kecamatan Banyuurip (air tiga beji jadi satu), Kecamatan Bagelen (air tiga beji jadi satu), Kecamatan Loano (air tiga sumur jadi satu), Kecamatan Bener (air dua sumur jadi satu), dan sumur Romo Semono.

“Tirto Sapto Unggul itu bisa dimaknai sebagai butuh banyu kanggo urip kanggo ngobahke nek durung pegel-durung leren, kanggo wanutke bebener tinidah dadi romo ing Purworejo,” ucapnya.

Dirinya berharap, ruwatan itu bisa membekas di hati masyarakat, sehingga pesan dan makna tujuan ruwatan bisa tersampaikan, yaitu masyarakat berubah mempunyai kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian terhadap sesamanya, kepedulian terhadap budayanya, serta nguri-nguri budaya untuk menyelamatkan lingkungan.

Baca Juga:  Bupati Way Kanan Beri Perhatian ke Kang Komar

Sementara itu, warga Desa Donorati, Saenem dan Triana Setyani, mengaku senang bisa ikut berebut hasil bumi di acara ruwatan itu. Warga berharap ada berkah bagi masyarakat dalam gelar ruwatan yang baru pertama kali digelar di desa itu.

“Harapanya desa bisa aman dari bencana dan air tidak kering, kegiatan bisa menjadi agenda tahunan,” harapnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top