Modus

Rusak Toko Ponsel 4 Warga Kedaton Disidang

Kios ponsel rumahan di daerah Gunung Sulah, Kota Bandar Lampung, menjadi amukan  sejumlah orang yang  tidak dikenal/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Lantaran telah menganiaya seorang tukang service handphone hingga luka-luka dan membabi buta melakukan pengerusakan sebuah counter handphone secara bersama-sama, empat warga Kedaton, Bandar Lampungm disidangkan dan didakwa melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP.

Empat orang teradkwa yaitu, TO, DM, AT, serta WNm didudukan bersama di hadapan majelis hakim, untuk mendengarkan pembacaan dakwaan dan sekaligus keterangan saksi atas perkara penganiayaan yang mereka lakukan terhadap Dedi, seorang tukang service handphone, di wilayah Jalan Pengajaran, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Pada sidang kali ini, jaksa mendakwa ke-4 terdakwa telah melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP, tentang penganiayaan yang dilakukan dengan bersama dan diancam pidana penjara paling lama selama 5 tahun 6 bulan.

Baca Juga:  Kakek Asal Way Kanan Ini Jadikan Tempat Tambal Ban Untuk Konsumsi Sabu

Dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebanyak dua saksi pun dihadirkan oleh penuntut umum. Diantara saksi yang hadir, terdapat seorang saksi pemilik counter bernama Samiyem, yang juga termasuk ibu kandung korban Dedi.

Dalam kesaksiannya, Samiyem menceritakan kronologi kejadian naas tersebut yang dipicu lantaran korban Dedi tidak dapat memenuhi keinginan terdakwa Tior Supongo untuk memperbaiki handphone miliknya, dikarenakan tidak adanya alat yang lengkap dan disarankan agar terdakwa kembali lagi setelah lebaran oleh korban.

“Karena alatnya gak ada, maka itu anak saya menyarankan coba ke tempat lain,” kata Samiyem, dalam persidangan, Kamis (24/10).

Tak terima keinginannya ditolak oleh korban, terdakwa pun pergi dengan amarah dan tidak lama terdakwa kembali bersama teman-temannya dan langsung secara membabi buta menghancurkan etalase counter handphone milik Samiyem.

Baca Juga:  Sumbang PAD, Pemkot Bandar Lampung Pererat Sinergi Dengan Bank Daerah

Korban yang saat itu berada di lokasi kejadian, turut pula terkena imbas kemarahan para terdakwa hingga berujung pada penganiayaan dengan memukul dan melempari korban menggunakan batu.

Dari kejadian tersebut, Samiyem menuturkan kepada majelis hakim, bahwa korban saat ini mengalami trauma hingga harus di rawat oleh dokter jiwa dan keluarganya pun belum berani untuk membuka usaha lagi di wilayah tersebut.

Sementara sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda sidang yaitu masih akan mendengarkan keterangan saksi.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top