Ekonomi

Rumah Sayur Somongari, Ciptakan Desa Mandiri Pangan

Rumah Sayur Somongari, Ciptakan Desa Mandiri Pangan/MAS

PURWOREJO – Ketahanan pangan ialah kunci kesejahteraan masyarakat, dengan demikian kemandirian masyarakat untuk menghasilkan produk-produk makanan selalu diupayakan.

Salah satu dusun percontohan yang mampu menghasilkan produk olahan mandiri ialah Dusun Krajan, Desa Somongari, Kabupaten Purworejo.

Selain terkenal dengan Desa Wisata tempat kelahiran komposer WR Soepratman, keindahan alam Curug Silangit dan seni budaya Jolenan, kini Desa Somongari memiliki 32 rumah sayur, yang mampu membantu ketahanan pangan tiap keluarga yang memilikinya.

Rumah Sayur tesebut tidak semata-mata muncul, melainkan berkat pendampingan, Program Pengembangan Desa Mitra, Universitas Ahmad Dahlan, yang diketuai Drs. Hadi Sasongko, M.Si.

Harus diketahui juga bahwa Drs. Hadi Sasongko, M.Si putra daerah Somongari yang menjadi dosen di UAD.

Beliau menceritakan bahwa apa yang dilakukanya bukan semata-mata menjalankan program yang sudah diajukan, namun juga melihat apa yang dibutuhkan dari desa. Dengan begitu sinergitas UAD dengan mitra Desa Somongari terjalin dengan baik.

“Yang saya tahu, sebagian besar masyarakat Desa Somongari ialah petani musiman, dimana mereka menunggu hasil kebun jika musimnya, seperti durian dan manggis. Dengan demikian ketika saya menjalin komunikasi dengan kelompok tani Suka Karya Makmur, masyarakat memiliki semangat untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah mereka. Dengan bermodal semangat masyarakat untuk berkembang tesebut munculah Rumah Sayur,” terangnya.

Baca Juga:  Pembangunan Ruas Jalan Pringsewu - Pardasuka Sudah 90%

Budi Saptono adalah ketua kelompok tani Suka karya makmur.

Didalam kelompok tadi terdapat 7 bidang/unit pelaksana program yaitu,
1. Unit simpan pinjam
2. Unit rumah sayur
3. Unit pertanian perkebunan
4. Unit peternakan perikanan
5.unit marketing / pemasaran
6.unit Agribisnis
7.unit peningkatan SDM

Rumah Sayur lebih memaksimalkan ibu-ibu sebagai pelaku utama dengan dikoordinatori lapangan oleh ibu Puji Astiningsih.

Budi Saptono, menyampaikan bahwa pihaknya beserta anggota sangat merasakan dampak positif dari pendampingan yang diberikan.

“Kurang lebih ada belasan jenis tanaman sayur jangka pendek yang dapat dipanen, seperti kacang, kubis, cesim, lombok dan bayam. Secara ekonomi tiap keluarga yang memiliki rumah sayur sangat merasakan dampaknya, dimana kebutuhan sehari-hari yang biasanya beli sekarang bisa memanen sendiri, dan uang yang tadinya untuk beli sayuran bisa dialokasikan hal lain, terlebih dimasa pandemi seperti saat ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Dolalak Lentera Jawa 2 Bakal Sambut Presiden Jokowi di Purworejo

Tanggal 30 Agustus 2020, Rumah Sayur Suka Karya Makmur menggelar panen bersama yang dihadiri oleh Dr. Widodo, Ketua LPPM UAD, Drs. Hadi Sasongko, M.Si Ketua Project PPDM UAD beserta istri Dra. Zuchrotus Salamah,M.Si, Haryono, S.Sos.M.M Camat Kakigesing, Budi Saptono ketua Rumah Sayur Suka Karya Makmur, Subagyo Kepala Desa Somongari, Maryono Kepala Dusun Krajan dan para anggota Rumah Sayur.

Dalam sambutanya, Dr. Widodo menyampaikan dana yang diperoleh untuk pendampingan ialah pemberian hibah dari pemerintah untuk pengembangan desa, dimana hibah tersebut diberikan bertahap tiap tahun selama 3 tahun, jika dinilai oleh kementerian, program tersebut layak dilanjutkan.

“Program pendampingan ini akan berhasil jika semua pihak bersinergi, pertama kesadaran masyarakat, kedua pendampingan dan ketiga ialah regulasi atau perhatian pemerintah setempat. Agar apa yang telah dilakukan bisa berjalan berkelanjutan bukan berhenti dan hilang,” terangnya.

Baca Juga:  Darmin: Grand Desain Sistem Logistik Penting Guna Hadapi Tantangan Global

Sementara, Haryono Camat Kaligesing, mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukan UAD beserta warga desa Somongari, nantinya untuk program-program apa yang bisa dilakukan pemerintah akan dimusyawarahkan.

“Kecamatan Kaligesing pada tahun ini sebenarnya sudah menganggarkan 7 kendaraan Off-road untuk menunjang minat wisata namun di masa pandemi ini semua ditunda, jika nantinya jadi fasilitas tersebut bisa menjadikan salah satu daya Tarik wisatawan berkunjung di Kecamatan Kaligesing, dimana berbatasan langsung dengan Kulonprogo,” tegasnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top