Bandar Lampung

Ruangan Jurnalis di Kejati Lampung dan Wacana Pembaharuan

Ruangan Jurnalis di Kejati Lampung dan Wacana Pembaharuan
Ruangan Jurnalis di Kejati Lampung dan Wacana Pembaharuan

Ruang jurnalis di Kantor Kejati Lampung. Foto: Ricardo Hutabarat

Suluh.co – Ruangan bercat putih itu tidak luas, tidak juga sempit. Disediakan untuk wartawan –sesuai dengan stiker yang tertempel di pintu masuk.

Di dalamnya hanya diisi kamera pengawas, atau CCTV. Diisi 2 bangku panjang terbuat dari besi; meja bundar; dan lemari kayu.

Ruangan ini terletak di Kantor Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung. Tepatnya di pojok paling kanan begitu masuk ke dalam markas adhyaksa untuk wilayah Lampung. Berseberangan dengan ruang Pidana Khusus.

Begitu kira-kira deskripsi secara fisik dari ruangan itu.

Seorang pengunjung yang pertama kali memasuki ruangan tadi melontarkan penilaiannya. “Ruangannya panas. Debunya tebal, sampai 5 inchi,” ketus Poltak Simbolon kepada reporter Suluh.co, 21 Januari 2021.

Penilaian Poltak Simbolon ini tidak keliru, juga tidak sepenuhnya benar. Ia masih seorang pria sekurang-kurangnya berusia 18 atau 19 tahun. Masih anak sekolah. Penilaian yang diutarakannya pun masih diiringi dengan tawa. Alias sambil cengengesan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum [Kasi Penkum] pada Kejati Lampung Andrie W Setiawan menyatakan bahwa ruangan wartawan atau jurnalis tersebut memang sedang direncanakan untuk diperbaharui.

Pembaharuan itu dimaksudkan sebagai tanggungjawab Kejati Lampung kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia pun tak mempersoalkan kalimat bernada ‘cibiran’ yang diutarakan Poltak Simbolon.

“Yang jelas, kami sudah berupaya. Dan sejauh ini ruangan itu sudah tersedia. Dan ruang tunggu lainnya bagi publik, sudah tersedia. Itu ada di PTSP [Pelayanan Terpadu Satu Pintu],” aku Andrie kepada reporter Suluh.co, Jumat, 22 Januari 2021.

Ruangan Jurnalis di Kejati Lampung dan Wacana Pembaharuan

Ruang jurnalis di Kantor Kejati Lampung. Foto: Ricardo Hutabarat

Detail dari wacana pembaharuan terhadap ruangan wartawan itu, ungkap Andrie, akan diiringi dengan pencatatan dan registrasi kepada pewarta. Maksud Andrie, setiap pewarta nantinya akan dibekali dengan semacam ID Card khusus.

ID Card tersebut lanjut dia, nantinya berguna bagi pewarta yang ingin memasuki ruangan wartawan apabila sudah diperbaharui. Sehingganya, secara administrasi, Kejati Lampung sambung dia akan lebih tertata melakoni pelayanan informasi publik lewat pers.

“Kan sejauh ini ruangan untuk teman-teman sudah ada. Untuk fasilitas berikutnya kan sedang direncanakan. Di ruang tunggu itu memang masih butuh penambahan,” timpal dia. “Nanti akan dilengkapi. Pimpinan kami menaruh perhatian untuk hal semacam itu,” tegas dia.

Belakangan, Kejati Lampung belum berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bebas Melayani [WBBM] di penghujung tahun 2020. Sampai detik ini, Kejati Lampung baru meraih predikat WBK atau Wilayah Bebas Korupsi.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top