Ekonomi

RM Minang Indah Cabang Pesawaran Resmi Buka, Diskon 10 Persen All Menu, Serbu!

Cabang ke-14, RM Minang Indah Pesawaran, Jl Ahmad Yani (seberang Islamic Center), Gedongtataan, Pesawaran, buka operasional, Kamis (15/7/2021). Promo diskon 10 persen tiap pembelian semua menu digeber hingga Minggu (19/7/2021). Insert: founder/CEO RM Minang Indah Grup, Junaedi, bersama santri Ponpes Ash-Shiddiqiyah Desa Bagelen Gedongtataan, saat tasyakuran H-2, Selasa (13/7/2021). | Inshot/Muzzamil/RM Minang Indah Pesawaran

Suluh.co — Rumah Makan (RM) Minang Indah Cabang Pesawaran, Jl Ahmad Yani, Gedongtataan, di seberang Masjid Agung Islamic Center Kabupaten Pesawaran, resmi buka operasional, Kamis (15/7/2021).

Founder/CEO RM Minang Indah, Junaedi, didampingi Manajer Cabang, Eko, serta 18 mitra karyawan cabang, jadi orang tersibuk ulah buka pertama, sekaligus turut prihatin ditengah kurva menaik gelombang kedua COVID-19 Tanah Air, saat ini tengah gawat-gawatnya, termasuk di Bumi Andan Jejama.

Sadar itu, suasana pembukaan sepanjang hari ini, sebagaimana dijanjikan semula, berjalan dibawah pandu protokol kesehatan 5M cegah kendali COVID-19 yang lebih ketat.

Tunai janji, Junaedi pun memastikan promo khusus pembukaan berupa diskon 10 persen bagi setiap pembelian semua menu cabang baru ini, mulai hari H dibuka 15 Juli sampai Minggu 19 Juli 2021 nanti, efektif berlaku.

“Discount 10 persen dari 15 sampai 19 Juli 2021 berlaku all menu Minang Indah. Pokoknya asal belanja di waktu ini diskon semua,” pertegasnya, 5 Juli lalu.

Jam buka operasional, tiap hari 1×24 jam situasi normal. Sadar pandemi, jam buka menyesuaikan ketentuan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran. “Untuk pemesanan take away, hubungi 081272331734,” infonya.

Selain ratusan ucapan digital, dukungan dan ucapan selamat dari kolega, sejawat, mitra bisnis Junaedi atas pembukaan cabang ini dialamatkan melalui papan karangan bunga di lokasi. Pantauan, diantaranya berasal dari Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis, Wakil Bupati Pesawaran Marzuki, KCP Bank Lampung Gedongtataan, dan Ketua DPC Hipmikimdo Pesawaran Herdiansyah.

Lainnya, Ketua DPD Hipmikimdo Lampung Maulana Rosyid Efendi, Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian, Ketua Komisi V DPRD Lampung yang juga calon sekretaris DPP Apindo Lampung Yanuar Irawan, Bidang UMKM-IKM DPP Apindo Lampung pimpinan Yayan Sopian, pimpinan kantor hukum AMS & Rekan yang juga calon Kabid Perdagangan DPP Apindo Lampung dan Ketua BPD Abujapi Lampung, Andri Meirdyan Syarif.

Juga ada dari Dandim 0410/Bandarlampung Kolonel Infanteri TNI Romas Herlandes, CEO Alicom Ali, Ketua Yayasan Alfian Husin Andi Desfiandi, pengurus Pajero Indonesia One (PiOne) Chapter Krakatau Lampung Edyasari Oktiana, CEO Ganesha Truss I Gede Budi Artana, CEO Vania Florist/Anugerah Medika Pahoman Ismuliadi Zakaria, Nana Daihatsu, PP Permata, PT PAL Indoguna Lampung, RPH Lutfi, produsen kertas Sumar, produsen plastik Wandi, dan Warna Advertising.

Tampak pula, dari Rektor IIB Darmajaya yang juga Ketua BWI Perwakilan Lampung Dr Cand Firmansyah Yunialfi Alfian, anggota Fraksi PKB DPR/MPR dapil Lampung I duduk Komisi X DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Tanfidziah PWNU Lampung dan Ketua Kadin Lampung, eks Rektor Universitas Malahayati, Dr HM Khadafi. Serta anggota FPKS DPR/MPR dapil Lampung II duduk Komisi XI DPR, Ahmad Junaidi Auly, mitra waralaba Minang Indah Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung.

Menu andalan, ini. Di Minang Indah Cabang Pesawaran, pecinta kuliner Nusantara khas Minang bakal disuguhi ini. “Ayam goreng panas, gulai cincang panas, ikan pangek, ikan gurame bakar, gulai kepala simba, sop daging (sapi),” rinci Junaedi 5 Juli.

“Dan ada menu dadakannya juga,” sebutnya: dari ayam goreng Rp12 ribu, ayam kampung goreng Rp22 ribu, ikan lele goreng Rp10 ribu, gurame goreng Rp35 ribu, mas goreng Rp12 ribu, dannikan nila goreng Rp13 ribu, hingga sayur asam Rp7 ribu per porsi.

Juga, tahu tempe Rp10 ribu, cah kangkung Rp7 ribu, cah kangkung spesial Rp12 ribu, nasi goreng Rp15 ribu, nasi goreng spesial dan nasi goreng petai masing-masing Rp20 ribu, mi goreng Rp15 ribu, mi goreng spesial Rp20 ribu per porsi. Plus, aneka minuman dari jus buah, es campur, es jeruk manis, es teh manis, dan teh hangat, murah meriah.

Menjawab tanya seperti ada yang kurang jamak lazimnya resto Padang, soal menu dadakan, Junaedi mengakui sisi unik menu cabang baru. Cah kangkung, nasi goreng spesial, mi goreng spesial? “Iya. Ada juga ayam goreng kampung, ikan gurame. Iya. Uniknya orang makan masakan Padang bisa pesan tahu tempe sayur asem juga,” sahut Junaedi disertai emoticon terkekeh, sama hari dia berkirim foto suasana tasyakuran sederhana, H-2, Selasa (13/7/2021) lalu.

Baca Juga:  Cabang ke-13 Rumah Makan, Bos Minang Indah Junaedi Buka Cabang Usaha ke-17

Sebagai hamba Allah yang taat, tanda syukur sekaligus munajat bagi kelancaran agenda pembukaan operasional cabang dan untuk seterusnya, Junaedi dan perwakilan cabang dan mitra karyawan menghelat doa bersama, sederhana terbatas, Selasa. Hadirin, selain para santri, anak yatim piatu, tetangga lokasi cabang.

“Santunan kepada anak-anak Panti Asuhan dan santri Pondok Pesantren Ash-Siddiqiyah, Desa Bagelen Gedongtataan. Doa bersama dipimpin Ustad M. Khotibul Umam, pengurus Masjid Agung Islamic Center Pesawaran, tokoh masyarakat Sukaraja Gedongtataan,” infonya Senin, 17.12 Waktu Indonesia Barat.

Sedianya, dan bila pandemi melandai nanti (Pesawaran zona hijau bebas dari COVID-19) pihak RM Minang Indah Pesawaran telah menyiapkan fasilitas dine in tambahan, yakni berupa dua gazebo berkapasitas duduk 10 orang. “Ada taman,” kata Junaedi pada 8 Juli.

Terungkap, sejak merintis pendirian hingga beroperasinya RM Minang Indah Pesawaran ini, ternyata Junaedi tak berjalan sendiri. Dia mengajak berkongsi modal, sosiopreneur, ekonom/filantrop Lampung, Andi Desfiandi.

Usai pensiun dua periode Rektor IBI (kini IIB) Darmajaya 2006-2015, Ketua Yayasan Alfian Husin penaung 10 institusi pendidikan, kesehatan, pengembang properti, startup digital, dan lembaga advokasi: TK-SD Pelangi Sukarame, SD-SMA Darma Bangsa, IIB Darmajaya, Ponpes Modern Annida Jatiagung, RSIA Belleza Kedaton, LBH Darmapala, Darmajaya Digital Solusi (DJ Corp), d’Hasanah Cluster, Emerald Hill Residence Telukbetung, dan Kedamaian Mansion Bandarlampung tersebut mencoba peruntungan bisnis baru ditengah pandemi. Pilihannya kali ini, pilihan tepat, Junaedi.

Bagi siapapun anda para calon pengusaha, selain bisnis digital ampuh buat putar modal ditengah situasi serba sulit pandemi saat ini: trio bisnis e-dagang atau e-commerce, lalu bisnis ekspedisi, dan bisnis e-payment, maka bisnis kuliner ala Junaedi tetap prospektif.

Faktor hoki bagi Junaedi, yang kini founder/pemilik tunggal 11 cabang, CEO/franchiser 3 cabang Minang Indah Grup (Bandarlampung, Lampung Selatan dan Pesawaran), tiga cabang RM Embun Pagi di Bandarlampung, RM Bakso Sido Mampir di Way Kandis, Tanjungsenang, Bandarlampung (tengah tutup sementara), dan franchiser Warung Bakso Abi Giri, kompleks Baitul Jannah Islamic School, Jl Pramuka 43, Kemiling, Bandarlampung join dengan pemilik Baitul Jannah, Sugirianto, pelengkap belaka.

Selebihnya, seutuhnya ketentuan Allah atas buah kerja kerasnya dengan didukung kuat keluarga, tim solid, mitra karyawan, suplier rantai pasok bahan baku, berikut segenap jejaring modal dan jejaring sosialnya, sejak pertama buka cabang perdana, RM Minang Indah Batupuru, Jl Raya Batupuru, Desa Merak Batin, Natar, 20 Februari 2009 silam.

Disusul runut sesuai waktu berdiri, cabang kedua, Minang Indah Natar, di Jl Raya Merak Batin, Muara Putih, Natar (samping RS Natar Medika), cabang ke-3, Minang Indah BLPP, Jl Raden Gunawan dekat BLPP Hajimena Natar, ketiganya masuk teritori Lampung Selatan.

Lalu, cabang ke-4, Minang Indah Rajabasa, Jl Pramuka Raya, Rajabasa (seberang SMPN 2 Bandarlampung), cabang ke-5 Minang Indah Kemiling, Jl Cik Ditiro Kemiling (depan U-turn jalur dua ruko baru), dan ke-6 Minang Indah PU, Jl Pagar Alam, Kedaton (simpang empat lampu merah Gang PU).

Cabang ke-7, Minang Indah Telukbetung, Jl Yos Sudarso (Kunyit), Telukbetung Selatan. Ke-8, Minang Indah Untung Suropati, di Jl Untung Suropati, Labuhanratu. Dan ke-9, Minang Indah Agus Salim, Jl H Agus Salim, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat.

Khusus cabang ke-9, ialah kongsi franchise bareng rekannya, bos Munawwar Tour Travel, Sekretaris Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Lampung, sekaligus pengusaha pemilik Apotik Alifa seberang RM, kiri traffic light simpang Agus Salim, M Ajie Munawar.

Senada cabang ke-10, Minang Indah Pagar Alam, Jl Pagar Alam (Gang PU), seberang parkir belakang UTI (Universitas Teknokrat Indonesia), dekat Masjid Al Hikmah, kongsi bisnisnya dengan Ahmad Junaidi Auly.

Cabang ke-11, Minang Indah By Pass, Jl Soekarno-Hatta 109 samping Lampung Post, Rajabasa, beroperasi 10 Juni 2020 infonya tengah ditutup sementara. Lalu cabang ke-12, beroperasi 15 Juli 2020, di Jl Gajah Mada 49, Kotabaru, Tanjungkarang Timur. Dan cabang ke-13 RM Minang Indah, Jl ZA Pagar Alam 41, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandarlampung, samping kantor Gapensi, seberang kampus Universitas Mitra (Umitra) Indonesia, beroperasi 4 Maret 2021.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Lampung Ikut Soroti Kasus Pembangunan Pulau Tegal Mas

Anak ke-3 empat bersaudara, lahir Desember 1975, warga Desa Bumisari, Natar ini juga terus mengejar target kelar pembangunan lokasi cabang ke-15 RM Minang Indah, yang lahan berikut gedungnya juga milik sendiri, bakal calon cabang usahanya ke-19 nanti.

Mengincar lokasi tepi jalan nasional, terletak di antara dua RM tenar bilangan Jalinsum, Desa Candimas, sebelum Bandara Raden Inten II Branti Raya, Natar. “Candimas. Iya, lumayan panjang 16 meter lebar ke belakang 26 meter. Iya tanah sendiri. Doain ya,” bunyi pesan singkatnya, medio 28 November 2020.

Pada 6 Juli lalu, dia menginfokan progres fisik pembangunannya telah 90 persen kelar. Bakal grand opening tahun ini? “Inshaallah, mantapin, ramein dulu cabang Pesawaran,” singkatnya, pukul 14.22 WIB.

Di jagat dunia usaha, di palagan hajat hidup banyak nyawa, ditengah ujian internasional tengah dahsyat merudapaksa kedigdayaan benteng ekonomi dan menguras isi dompet miliaran manusia ulah dera pagebluk satu tahun lebih ini, di tangan seorang pengusaha tangguh, entrepreneur sejatilah, satu usaha konon bisa tetap terus bertahan dan tumbuh berkembang jua.

Begitu pula di Bumi Ruwa Jurai, kisah nyata pebisnis kuliner 45 tahun suami Asih Liawati ayah dua putra-putri ini, layak jadi inspirasi. Dibawah racikan tangan dinginnya, 12 tahun tumbuh kembang bisnis kulinernya justru kian moncer, saat seplanet Bumi dibuat keder terengah disergap buas pandemi.

Decak kagum patut dialamatkan pada pria petarung bisnis ini –merintis karir dari nol usai lulus dari SMPN 1 Wangon, Banyumas, Jawa Tengah tahun 1991, berpengalaman bekerja pertama kali di RM Putra Minang, Jl Pluit Selatan 22 RT 01 RW 09, Penjaringan, Jakarta Utara, gonta-ganti majikan, pun tiba injakkan kaki pertama di Lampung persis saat final Piala Dunia 1998, hingga ambil langkah berani buka usaha sendiri pada 20 Februari 2009 mula dia sukses “naik kelas” hingga beranak cabang per hari ini.

Dasar jeli dan tangguh, sekadar contoh, soal penetapan titik lokasi berdiri Minang Indah Cabang Pesawaran ini saja, Junaedi bersiap nyaris setahun lalu. Berbekal insting kuat, sebagaimana pernah dia ungkap buah jerih keseimbangan otak kanan-kirinya ditunjang keesaan Ilahi dia yakini, surveilans lokasi dia lakukan sendiri. Berapa kali? Berulang kali!

Lain misal, sadar prospek bisnis, pernah bercerita punya rencana join bisnis buka cabang kesekian Minang Indah dengan Sugirianto, pemilik Baitul Jannah Islamic School Bandarlampung, usut punya usut kongsi tersebut diam-diam telah berjalan.

Namun, dari semula hendak jadi cabang Minang Indah, kerja sama usaha berlokasi di kompleks pertokoan area depan sekolah, diubah drastis menjadi Warung Bakso Abi Giri, diambil dari nama diri Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Bandarlampung, sejawat Junaedi sesama “Piwaners” itu.

Itu, sebutan khusus bagi anggota Pajero Indonesia One (PiOne) Chapter “Krakatau” Lampung, cabang komunitas pengguna/pecinta/pehobi otomotif kendaraan bermotor roda empat Mitsubishi Pajero di Lampung. Sugirianto ketuanya. Junaedi aktif disana.

Misal lagi, sadar harus untung dan jangan sampai buntung sebab banyak penghidupan bergantung, tak memaksakan diri, Junaedi memutuskan dua cabang usahanya, Minang Indah Cabang By Pass dan RM Bakso Sido Mampir di Tanjungsenang, Bandarlampung, untuk sementara tutup beroperasi sampai situasi ekonomi benar-benar pulih lambung.

Dasar pintar dan mau belajar, urusan stok barang pendukung produksi mulai dari aneka plastik sampai urusan karet gelang yang acap dianggap sepele sementara orang, telah pula dia kelola sendiri. “Secara kebutuhan, kertas minyak, plastik, dan lain-lain sudah 100 persen kami kelola sendiri,” terang Junaedi. Ngirit banyak, aku dia.

Pun Junaedi kini praktis telah mempunyai kandang pemotongan ayam sendiri. “Anak kandang (pengelola) 7 orang,” info Junaedi, Kamis malam pekan lalu, 8 Juli. Informasi ini menggenapi info kini membawahi sedikitnya 208 mitra karyawan termasuk 6 kru gudang bumbu dapur, berikut 18 punggawa cabang Pesawaran.

Ekspansi bisnis kuliner Junaedi –RM Minang Indah Pesawaran ini, melengkapi kabar baik bagi pelanggan tetap sebelumnya, sekaligus kabar baik bagi pecinta kuliner di 144 desa di 11 kecamatan se-Pesawaran. Ditengah masih sulitnya situasi ekonomi sejalan keras pemulihan krisis kesehatan dan ekonomi, seiring program vaksinasi nasional gratis COVID-19 di Tanah Air praktis sejak Januari.

Sadar pandemi, tiap kesempatan kunjungan kontrol keliling, Junaedi selalu menyelipkan pesan agar seluruh sumberdaya Minang Indah Grup, senantiasa ketat memedomani protokol kesehatan cegah kendali COVID-19. Dia juga aktif memantau pergerakan info day to day data sebaran lokal COVID-19.

Baca Juga:  Suzuki All New Ertiga Resmi Mengaspal di Lampung

“Kami buka tetap dengan perhatikan protokol kesehatan. Pengunjung dimohon tetap pakai masker, dilepas hanya saat makan minum dengan tetap jaga fisik duduk, kami sediakan peralatan cuci tangan lengkap,” lugasnya anteng, 2 Maret 2021 lalu, H-2 pembukaan cabang Gedong Meneng.

Bagi pehobi masakan khas Padang citarasa premium, aroma serbaneka menu racikan para koki terbaik RM Minang Indah, sayang, bila cuma diendus dicium. Kudu dicoba.

Pengingat, Junaedi tergolong pebisnis kuliner sukses yang sukses pula bukukan resep jitu kenapa usaha milik sendiri atau waralaba bareng sejawat di Bandarlampung, Lampung Selatan dan kini Pesawaran ini, moncer. Dia kekeuh mengaku bersetia pada sistem pola bagi hasil syariah berbasiskan kepercayaan, dalam manajemen usahanya.

Penasaran? Begini kalkulasinya, 50 persen laba bersih bulanan: hak mutlak karyawan, yang Junaedi keras katakan, mitra kerja. 50 persen sisanya, dibagi sesuai persentase kesepakatan –jumlah tak ditulis, menjaga etika bisnis– untuk dirinya, pemilik lahan/gedung, atau mitra waralaba (yang kongsi). Dia cuma ajukan satu syarat: seluruh usaha kelolaan, menjadi hak mutlak Junaedi dalam hal manajemen. Paten!

Sempat terengah digebuk pagebluk, bahkan mengaku sempat ketar-ketir di mula sergap pandemi, modalitas nyala-nyali pun bikin dia, mitra karyawan, puluhan mitra rantai pasok bahan baku, serta keluarganya, tak lagi amat kuatir. Senyumnya pun balik bersemi.

Tanpa bermaksud jumawa angkat talu, ditilik sepintas lalu, efek berantai sosial ekonomi imbas buas situasi kahar pandemi COVID-19 yang menyerbu Indonesia saat ditemukenali kasus positif terkonfirmasi pertama 2 Maret 2020, disusul merangsek ke Lampung saat ditemukenali pertama serupa 14 Maret 2020, bagi Junaedi seolah tak berlaku.

Pehobi sepakbola, mantan lima tahun lebih karyawan RM legenda, Danau Kembar, dekat Bundaran Rajabasa, Bandarlampung, akhir 1999 hingga 2005 saat dia telah alih status jadi suami dan ayah satu anak kala itu, terus bertumbuh demi dan demi ketekunan naluri petarung bisnisnya, sekuat kawat baja.

Bekerja baik, kombinasi khusyuk pinta doa malam, kombinasi otak kiri otak kanannya, sukses bimbing upaya serius berekspansi bisnis. Sederhana gak pake ribet, terukur, dan “everybody happy”. Semua senang.

Selain sinergi-kolaborasi, sadar arti penting relasi, Junaedi, ulet pula berjejaring sosial. Di sela hari kesibukan, dia aktif jadi Bendahara Rukun Kematian ‘Sadar’ di desa tinggalnya.

Junaedi juga aktif selaku Bendahara Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (Hipmikimdo) Lampung periode 2019-2023, pimpinan pebisnis Maulana Rosyid Effendy.

Di organisasi kemasyarakatan Pejuang Bravo Lima, dia didapuk selaku Ketua Bidang Pengembangan Usaha DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung 2020-2025, pimpinan aktivis/pengusaha Ary Meizari Alfian.

Ary yang kini juga Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung 2021-2026, mendapuk Junaedi calon wakil bendahara, mendampingi calon bendahara Darussalam.

Lantas, bagaimana dengan kiat jitu dulangan suksesnya? Junaedi tak lagi punya. Kecuali, “tiga jaga”, yaitu jaga kualitas masakan, jaga kebersihan rumah makan, dan jaga kualitas pelayanan. Dan, satu kejar, asal dari petuah bijak eks majikannya –guru pertama saat dia pertama bekerja di RM di Pluit, Jakarta Utara.

“Petuah bos pertama kerja dulu di Jakarta. Kejar untuk sukses kita sebelum usia kita memasuki angka 50 tahun,” ungkap Junaedi, saat diwawancarai medio Mei 2020.

Pembaca, utamanya bagi warga Pesawaran penyuka kuliner, bila kebetulan melintasi lokasi cabang Minang Indah ini, tak rugi rasanya sisihkan kocek berbelanja cicipi menu gadang masakan Padang racikan juru masak terbaik Junaedi, bersua berswafoto bareng si empunya, menukil kata lain jurus suksesnya: berjibaku bertahan, dan seizin Tuhan Allah Yang Maha Kaya, kini turut jadi bagian yang tetap berjaya ditengah pandemi masih buas ganas-ganasnya.

“Bismillah. Warga Kabupaten Pesawaran, izinkan kami Rumah Makan Minang Indah, hadir memanjakan selera lidah, memenuhi kebutuhan selera masakan Nusantara, dan juga ikut memajukan daerah. Bumi Andan Jejama,” pungkas Junaedi.

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top