Modus

Rektor & Wakil II Universitas Lampung Digugat Rp50 Miliar

Rektor & Wakil II Universitas Lampung Digugat Rp50 Miliar/Net

BANDAR LAMPUNG –  Rektor Universitas Lampung dan Wakil Rektor Dua Universitas Lampung bidang Administrasi dan Keuangan digugat oleh pihak Yayasan Pembina Universitas Lampung atas sengketa aset tanah dan bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) YP Unila yang ditaksir bernilai Rp50 miliar.

Gugatan tersebut mulai disidangkan secara perdana di Pengadilan Negeri Tanjung Karang pada Selasa pagi (15/9), yang diketuai oleh Hakim Ketua Aslan Ainin, dan digelar tanpa dihadiri oleh para pihak tergugat yaitu Rektor Universitas Lampung serta Wakil Rektor II Universitas Lampung bidang Administrasi dan Keuangan.

Dalam poin gugatannya, para pengurus  Yayasan Pembina Universitas Lampung (YP UNILA) selaku pihak penggugat, meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan diantaranya menyatakan sah secara hukum para penggugat adalah badan pengurus dan badan pengawas YP UNILA.

Baca Juga:  Mahasiswa Unila Giatkan Budaya Literasi ke Kalangan Pelajar di Desa Datarajan

Menyatakan sah secara hukum Yayasan Pembina Universitas Lampung dengan Universitas Lampung memiliki badan hukum yang berbeda satu sama lainnya, serta menghukum para tergugat untuk menyerahkan sertifikat hak guna bangunan (HGB) No: 327/T dengan luas 1.684 meter persegi atas nama Yayasan Pembina Universitas Lampung (YP UNILA)  kepada para penggugat selaku pengurus yang sah dari Yayasan Pembina Universitas Lampung tanpa suatu syarat apapun.

Menghukum para tergugat untuk membayar uang ganti rugi materiil kepada Penggugat sebesar Rp51 miliar dengan rincian berdasarkan obyek sengketa sebesar Rp50 miliar dan biaya advis hukum pada kuasa hukum para penggugat sebesar Rp1 miliar.

Menghukum para tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp1 juta per hari, setiap para tergugat lalai memenuhi isi putusan, terhitung sejak putusan diucapkan sampai dilaksanakan (inkracht van gewijsde), dan meminta majelia hakim untuk menghukum para tergugat untuk meminta maaf kepada para penggugat atas perbuatan dari para tergugat di media nasional selama 3 (tiga) hari berturut-turut.(TIN)

Baca Juga:  Sosok Ridho Ficardo Yang Terbiasa Memimpin Sejak Kecil
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top