Modus

Rayu Jaksa dengan Janji Lunasi Kerugian Negara, Sidang Tuntutan Maya Metissa Ditunda

Jaksa Gatra Yudha Pranata/NUS

Suluh.co – Persidangan lanjutan perkara tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Lampung Utara, kembali ditunda karena adanya permohonan dari terdakwa Maya Metissa, yang berniat membayar lunas kerugian negara.

Terdakwa Maya Metissa, menyatakan siap lunasi uang hasil korupsinya tersebut yang sebanyak Rp2,1 miliar, sebelum surat tuntutan dari jaksa penuntut umum dibacakan di persidangan.

Kepala Dinas Kesehatan nonaktif Kabupaten Lampung Utara tersebut, sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan penundaan sidang kepada majelis hakim, namun surat yang dimaksud tersebut ternyata nyasar ke petugas security di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Dari niat yang dinilai baik tersebut, tentunya diharapkan oleh terdakwa akan mempengaruhi tuntutan dari jaksa. Sehingga sampai saat ini jaksa masih menunda tuntutannya dan memberikan waktu kepada terdakwa untuk memenuhi janjinya tersebut.

Baca Juga:  Begini Cara Unik Bachtiar Basri Serap Aspirasi Warga

“Terdakwa ini memohon untuk mengembalikan kerugian negara, yang sudah dititipkan senilai Rp200 juta, sisanya kami masih menunggu agar nanti bisa jadi keringanan bagi yang bersangkutan,” kata Jaksa Gatra Yudha Pranata, Senin (30/11).

Diketahui dalam perkara ini, Maya Metissa selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana BOK untuk puskesmas di Lampung Utara.

Dirinya bersama dengan bendahara pengeluaran Dinkes Lampung Utara yang bernama Novrida Nunyai, melakukan pemotongan sepuluh persen disetiap pencairan dana BOK yang dilakukan oleh bendahara puskesmas.

Yang dalam keterangan sang bendahara di persidangan, seluruh uang hasil pemotongan tersebut diserahkan langsung kepada terdakwa.(NUS)

Baca Juga:  Ombudsman: Tempat Pelayanan Samsat Lamteng & Lampura Picu Potensi Maladministrasi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top