Politik

Ramadan Ala Firmansyah: Dari BWI, Darmajaya, hingga Bandarlampung Cerdas Berjamaah

Firmansyah Yunialfi Alfian: “Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT terima amal ibadah kita. Aamiin.” | Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Keistimewaan bulan suci Ramadan 1441 Hijriah yang kali ini berlangsung di tengah pandemi corona mengepung, tak menyurutkan niat dan spirit meraih kesempurnaan ridha Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh sosok Firmansyah Yunialfi Alfian.

Satu dari pemimpin media darling Kota Tapis Berseri Bandarlampung ini, lewat sejumlah agenda organisasional yang diampu, terus siaga menebarkan virus kebaikan dan menularkan universalitas kebajikan, demi tunainya tugas hakiki kemanusiaan.

Bertepatan momen Hari Kartini 21 April 2020 pekan lalu, dalam kapasitas selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Lampung, lelaki 50 tahun lazim disapa Haji Firman ini, dan Kepala Cabang (Kacab) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung Dian Eka Darma Wahyuni meluncurkan program Dapur Bersama Ramadan 1441 H.

ACT Lampung di momen H-3 Ramadan itu, meluncurkan kegiatan yang kali ini mendapuk mitra BWI Lampung, selain syiar respons Marhaban ya Ramadan di tengah sergapan pandemi, juga jadi bagian dari penanda 15 tahun kiprah kemanusiaan ACT di Indonesia.

Peluncuran dipusatkan ACT Lampung di kantornya, Jl Sudirman 73E, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung. Diisi doa bersama, dan pembagian simbolis donasi paket sembako dan set instalasi peralatan cuci tangan portabel ke pengasuh dan anak yatim-piatu tiga panti asuhan Kota Tapis.

Meliputi, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan (PA) Peduli Harapan Bangsa, Jl. Agus Salim 48, Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Lalu PA Ruwa Jurai. Dan, PA Maskanul Aitam, asuhan Prabowo Utomo, Jl Cut Nyak Dien Gang Surya 4A, Kelurahan Palapa, Tanjungkarang Pusat.

Baca Juga:  Dukung Jokowi-Ma'ruf, Paguyuban Batak Parna Rayon Panjang Gabung Bravo-5

Sedang, dapur umum peracik menu masakan lezat Nusantara yang akan didistribusikan berbentuk ribuan paket makanan siap santap setiap harinya itu dipusatkan di kantor salah satu dari UKM kuliner mitra ACT Lampung, Nuola Food, Jl Terusan Darussalam 79, RT 08 LK I, Kelurahan Susunan Baru, Kecamatan Tanjungkarang Barat.

Kembali ke Firman, pemilik nama gelar akademik Dr (Cand) Ir H Firmansyah Yunialfi Alfian MBA MSc, alumnus S1 Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Unsri (Universitas Sriwijaya) Palembang medio 1993 ini, diketahui pula padat jadual, bakal menghadiri berbagai undangan forum kuliah umum maupun diskusi daring konferensi video via jejaring aplikasi pertemuan virtual, selaku Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Atau sekali tempo, di tahun pengujung masa tugas tak sepele selama periode 2017-2021, selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung, yang memayungi sedikitnya 81 PTS anggota stelsel aktif, terdiri 33 akademi, satu institut, satu politeknik, 37 sekolah tinggi, dan sembilan universitas.

Pun halnya, meski tarik ulur kontroversi penundaan waktu/jadwal pelaksanaan tahapan umum/teknis pilkada serentak nasional 2020 alot gegara pagebluk, Firman akhirnya tak luput bergelayut rentak usai terdampak, bagian risiko politik sebagai salah satu kandidat.

Sebagai figur mumpuni yang pernah satu setengah periode atau 7,5 tahun berjibaku jadi wali amanat –lima tahun sebagai salah satu anggota DPRD Kota Bandarlampung periode 2004-2009 produk pemilu legislatif 5 April 2004 asal dapil Bandarlampung I meliputi Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Kedaton, Kecamatan Tanjungsenang.

Serta 2,5 tahun menjalankan amanat rakyat dapil Kota Bandarlampung di DPRD Lampung periode 2009-2014, produk pemilu legislatif 9 April 2009, keduanya dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), bertempur urat syaraf dengan medan tempur tak beroktaf ulah nada fals wabah penyakit musuh 215 negara terjangkit seantero planet Bumi, bukan perkara sulit bagi Firman.

Baca Juga:  Gugat ke MK, Pintu Pilkada Ulang Terbuka

Namun bukan pula perkara mudah. Sekali lagi, karena ini sebab wabah. Bukan sabotase rezim pemilu, alih-alih apalagi, bukan ulah pemerintah.

Dalam kapasitas sebagai bakal calon walikota Bandarlampung 2021-2024 dari unsur perseorangan, Firman pun menunda sementara seluruh aktivitas kerja-kerja pemenangan politiknya, demi mendukung bekerjanya sistem mitigasi risiko multidimensional atas bencana nasional nonalam COVID-19.

Bersetia bersama gerbong Relawan Bandarlampung Cerdas Berjamaah, hasil kontemplasinya dari aksentuasi bauran lima kecerdasan impian yang ingin ia wujudkan bersama, dalam bauran dengan proses persenyawaan kimiawinya dengan tagline visioner ampuannya masa awal pencalonan, Bandarlampung Berjamaah.

Kandidat doktor pada UIN Raden Intan Lampung itu tercatat bersama unsur tim pemenangan, serta 20 koordinator kecamatan, 126 koordinator kelurahan se-Kota Bandarlampung, menjalankan program berbagi makanan siap santap menu Nusantara untuk berbuka puasa.

Setiap hari. Selama Ramadan. Seperti bulan suci di tahun-tahun sebelumnya. Bedanya, tahun ini di tengah pandemi, ia sisipkan pula bantuan paket bahan pangan/sembako khusus bagi relawan dan warga rentan dampak ekonomi pandemi corona.

Informasi akurat dari salah satu orang dekatnya, setiap jelang hari petang, Firman bergegas menyiapkan 150 nasi kotak sebagai paket donasi, masing-masing untuk didistribusikan kepada warga masyarakat kategori rentan dampak ekonomi wabah COVID-19 yang terverifikasi oleh tim relawannya.

Debut kegiatan kemanusiaan relawan Bandarlampung Cerdas Berjamaah dipimpin langsung oleh Firmansyah Yunialfi Alfian di Bandarlampung. | BCB

Sang informan, pria berkacamata warga Gunungterang, Langkapura ini menginformasikan, sebagai penyelia, Firman juga akan berderma berbagi ratusan paket sembako setiap pekan selama Ramadan.

Baca Juga:  Bawaslu Lampung Siaga Satu di Masa Tenang

Ia menegaskan, taja program pihaknya itu bukan untuk ceruk suara apalagi riya (pamer). Ia memaklumi program jalur Relawan Bandarlampung Cerdas Berjamaah ini, jika nantinya ada yang menanggapi minor, disebut bernuansa politis, kampanye atau penggalangan massa terselubung, atau apapun.

“Sah-sah saja alam demokrasi. Namun satu hal, itu tidak benar. Lagian juga itu sama sekali tidak elok. Kami bergerak mengisi ruang, mengejar ridha Allah, pertebal pahala puasa Ramadan, bantu pemerintah dan sesama agar beban hidup diembargo virus sejagat corona, sedikit berkurang. Lain tidak,” tutur ia.

Ia menggarisbawahi, yang pihaknya lakukan di lapangan, selain dengan memedomani aturan hukum pilkada juga sedekat mungkin mengikuti protokol pemerintah soal corona.

“Relawan pun sejak 22 Maret 2020 telah kami liburkan #bekerjadarirumah, #beribadahdirumah. Khusus program selama bulan puasa Ramadan ini juga, kepada petugas Korcam dan Korkel penyalur donasi, kami bekali dengan masker nonmedis, dan pengetahuan physical distancing,” urainya.

Sebelumnya diketahui, selain kreatif, mencetak kalender digital jadwal imsyak, buka puasa dan shalat wajib lima waktu wilayah Bandarlampung dan sekitarnya, Firman memanfaatkan jejaring komunikan verbal maupun digital untuk sekadar menyapa publik, mengucapkan Marhaban ya Ramadan.

“Marhaban ya Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT terima amal ibadah kita. Aamiin,” bunyi pesan singkat Firman menyambut 1 Ramadan 1441 H, Kamis (23/4/2020).(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top