Ekonomi

Pupuk Langka Petani Pesawaran Tanam Timun 

Slamet, petani timun, di Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran/Suluh/AVR

PESAWARAN – Timun merupakan salah satu tamanan yang mudah ditanam baik dari segi perawatan maupun pembasmian hama.

Pasca musim kemarau panjang yang terjadi di tahun lalu membuat petani timun di Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, bersamangat untuk segera bangkit.

Stok air yang kurang kini sudah melimpah, sehingga petani berharap timunnya dapat tumbuh besar dan sehat.

Dari awal tanam sampai panen dibutuhkan waktu selama 2 bulan.

Untuk penanaman kembali dapat dilakukan secara langsung setelah panen atau paling senggang 3-4 bulan sekali.

Dengan luas tanah sebesar 1.200 meter per segi dapat mengasilkan 30 kilogram dalam sekali panen.

Baca Juga:  Persaingan Kopi di Era Globalisasi, PSPKP UMP Diskusikan Lewat Webinar Nasional

Slamet, salah satu petani timun, mengatakan bahwa kendala yang paling sering terjadi ialah saat hendak menanam pupuk sulit sekali didapatkan.

“Kami petani kecil hanya berharap bahwa untuk ke depannya dapat lebih sukses dan pupuk dapat lebih mudah dijangkau,” ungkap Slamet, Senin (20/1).

Dengan begitu mereka bisa membudiyakan beragam varietas tanaman lainnya sehingga tak hanya timun yang nilai jualnya tak terlalu tinggi.(AVR/LIA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top