Panggung

Puisi Astuti Sindir Semangat Mahasiswa dan Peran Anak Muda

Astuti Tri Utami/Istimewa

PURWOREJO – Astuti Tri Utami, adalah salah satu mahasiswa aktif di Universitas Muhammadyah Purworejo, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dalam mengekspresikan dirinya, perempuan yang masih berusia 21 tahun ini senang menulis puisi.

Meski lahir di Pesisir Selatan Pulau Jawa, tepatnya di Jalan Pantai Suwuk, Daendles RT01/07, Tambakmulya, Puring Kebumen, tidak menghentikan semangatnya untuk terus berkarya.

Baginya, menulis puisi merupakan suatu keterampilan, namun banyak anggapan bahwa menulis puisi merupakan suatu bakat, sehingga orang yang tidak mempunyai bakat tidak akan terampil menulis puisi. Anggapan seperti ini tidak sepenuhnya benar.

Seseorang bisa saja terampil menulis puisi karena giat belajar dan berlatih karena sesungguhnya menulis puisi merupakan suatu keterampilan.

“Disini saya baru pertama kali menulis karya puisi yang di buat dari pengalam diri saya pribadi yang ingin saya bagikan ke masyarakat melalui media, puisi ini yang pertama berjudul “mahasiswa” dikarenakan saya seorang mahasiswa yang menuangkan perasaan saya sebagai seorang mahasiswa, banyak keluh kesah yang saya rasakan,” ungkapnya, saat ditemui, Rabu (15/1).

Baca Juga:  Rona #dkilampung Melarung Di Buka Puasa BMKS Bareng Menhub BKS

Puisi yang kedua yang berjudul “Jiwa Pemuda di Jaman Sekarang”. Ia  tertarik menulis puisi berkaitan dengan anak muda pada jaman sekarang ini.

Di zaman yang milenial ini banyak sekali pemuda yang hanya sekolah bermain game, mabar bersama teman-teman yang lainnya, kurang membantu orang tua, kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya, apalagi peduli terhadap negaranya, seakan-akan gadget itu nomer satu bagi anak muda jaman sekarang. Bukan hanya bermain game tetapi berpacaran. Anak SD jaman sekarang bahkan sudah tau soal percintaan/pacaran.

“Mudah-mudahan adanya puisi ini bermanfaat buat teman-teman semua,” tukasnya.

 

Puisi Mahasiswa

Setiap detik, menit, jam kami berpikir apa itu arti mahasiswa?

Mahasiswa sering berburu dengan semua orang di kalangan

Melangkah untuk mencapai tujuan

Langkah kaki ini terus berjalan

Baca Juga:  Heboh Pindah Ibu Kota, #dkilampung Punya Cerita (1)

Mahasiswa adalah semangat yang tak terpadamkan

Terus bangkit dari keterpurukan

Tempat menimba pengalaman

Tempat menimba ilmu demi masa depan yang cerah

Walau banyak rintangan yang menghadang

Tidak bimbang, tidak kuat, dan beranai

Berusaha menjadi yang terbaik

Berjuang… Berjuang… Berjuang…

 

Puisi Jiwa Pemuda di Jaman Sekarang

Anak Muda…

Rasanya sudah taka sing lagi bagi kita semua mendengar itu

Rasanya langsung muncul di pikiran kita harapan yang tinggi bagi mereka sebagai penerus bangsa Indonesia

Harapan besar telah kita gantungkan pada tangan mereka

Tapi nyatanya apa?

Semua Hilang tertelan oleh kekecewaan

Jaman dahulu anak muda adalah harapan bangsa yang bias terus kita banggakan, mereka yang bisa kita harapkan

Tapi sekarang apa? Apa? Apa?

Dimana jiwa para pemuda yang kami rindukan

Dimanakah para pemuda yang dahulu mati-matian berjuang bambu runcing di genggaman mereka

Sekarang yang kami lihat hanya pemuda yang berjuang dengan mulut tajam di social media yang mengikat di tangan mereka

Baca Juga:  Program Ngingu Bareng Domba Optimis Berjalan Terus

Dimanakah perjuangan anak bangsa yang bersusah payah merampas kemerdekaan negaranya?

Kini yang tersisa hanya perjuangan bersusah payah merebut hati para pujaan mereka

Dimanakah semangat mereka yang berkobar dalam melawan penjajah negeri mereka?

Sekarang semangat yang mereka miliki adalah semangat untuk melawan sekolah yang lain dan akhirnya melukai banyak orang.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top