Ekonomi

PTPN 2 Luncurkan Produk Gula Kemasan 1 Kilogram

PTPN 2 Luncurkan Produk Gula Kemasan 1 Kilogram/PTPN 2

BANDAR LAMPUNG – PT Perkebunan Nusantara II atau PTPN 2, memulai penetrasinya ke pasar gula ritel nasional dengan meluncurkan produk kemasan 1 kg yang pada tahap awal menyasar konsumen dari kalangan pegawai BUMN dan warga sekitar perkebunan.

Seremoni peluncuran gula ritel kemasan 1 kg dilakukan oleh SEVP Operation PTPN 2 Irwan Perangin- Angin dan SEVP Bussiness Support PTPN 2  Syahriadi Siregar di Pabrik Gula Kwala Madu, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (2/10) lalu.

Sejumlah pejabat PTPN 2 turut hadir pada kesempatan itu, termasuk Bambang, Komisaris Independen dan Sekretaris Perusahaan Kennedy NP Sibarani.

“Sampai dengan akhir tahun ini PTPN 2 akan menghabiskan 140 ton sisa stok untuk memproduksi gula kemasan 1 kg,” ungkap SEVP Operational PTPN 2 Irwan Perangin Angin, sebelum peluncuran produk.

Baca Juga:  Presiden Jokowi : Tahun 2023 Seluruh Bidang Tanah di Tegal Bersertifikat

Dia optimistis gula bermerek Walini ini dapat diserap dengan baik karena PTPN 3 dan 4 akan membantu memasarkan.

Dia menjelaskan, di semua PTPN yang memproduksi gula terhitung mulai triwulan III dan IV 2020 diminta holding untuk menyiapkan gula ritel.

Khusus untuk PTPN 2 sebenarnya dijadwalkan pada bulan September, tetapi karena sempat menghadapi kendala pengemasan, maka baru dapat dilaksanakan mulai Oktober.

Iwan mengungkapkan, sampai dengan 2021 PTPN 2 menargetkan protas rata-rata pertanaman tebu sebanyak 72,64 ton per hektare.

“Potensi kita ada. Beberapa kebun yang kami perhatikan, target itu bisa kita capai,” ujarnya.

Arota Telaumbanua, General Manager Tanaman Semusim PTPN 2, mengatakan produksi dan pemasaran gula 1 kg ini adalah yang pertama kalinya bagi PTPN 2, begitu juga pabrik Kwala Madu sejak beroperasi pada 1984.

Baca Juga:  Ketua Dekranasda Lampung Ajak Masyarakat Cintai Produk Kerajinan Indoesia

Produksi gula kemasan 1 kg ini merupakan kebijakan holding PTPN Group, yang mana PTPN 2 dipercaya memenuhi gula konsumen sebanyak 50 ton per bulan.

Pada tahap awal, prioritas pemasaran gula yang dibanderol di bawah harga pasar itu ditujukan bagi  para karyawan BUMN serta warga sekitar kebun dan pabrik.

Dia optimistis volume produksi tersebut dapat berjalan berkesinambungan karena memiliki lahan tebu yang memadai sebagai bahan baku, serta kapasitas mesin pabrik mencapai 900 kg per jam.(SUL/RLS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top