Daerah

Proyek Talud Milik Dinas PUPR Mesuji, dalam Hitungan Hari Sudah Rontok  

Proyek pembangunan talud penahan tanah atau retaining wall di ruas jalan penghubung antara Desa Sinar Laga dan Gedung Mulya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji/Suluh/NNG

MESUJI – Proyek pembangunan talud penahan tanah atau retaining wall di ruas jalan penghubung antara Desa Sinar Laga dan Gedung Mulya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, dalam pekerjaannya diduga asal jadi.

Berdasarkan pantauan awak media saat mengecek ke lokasi pada Selasa (7/1) kemarin, pengerjaan talud yang belum lama selesai tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Hal itu terlihat jelas pada pemasangan batu yang hanya dipasang berdiri pada dinding. Diantara susunan batu tersebut juga banyak celah serta lubang yang tidak ada adukan semen. Parahnya lagi, pasangan batu bagian dalam tidak terisi batu dan adukan semen, melainkan diisi dengan timbunan tanah yang diduga untuk menghemat material.

Baca Juga:  Lampura Klaim Sudah Lakukan Rapid Test Sejak Awal Pandemi

Terlihat jelas pengerjaan bangunan yang diperkirakan selesai pada Oktober 2019 lalu, sudah banyak retakan mulai dari atas tembus hingga ke arah bawah, dan batu susunan pada dinding sudah banyak yang akan mulai roboh atau ambrol.

Salah satu warga  yang mempunyai lahan perkebunan disekitar bangunan talud tersebut, ikut menyayangkan bila anggaran sebesar itu tidak sesuai kualitasnya dan para pekerja juga tidak dikenal oleh masyarakat sekitar, karena berasal dari luar daerah.

“Sangat disayangkan bila biaya sebesar itu tidak sesuai, kami (warga) hanya kawatir talud tersebut tidak bisa bertahan lama. Pada saat pembangunannya saya mau menegur pekerja tapi ngga enak karena tidak kenal,” ucapnya yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini, Rabu (8/1).

Baca Juga:  Imunisasi MR Capai 95,11%, Pemkab Mesuji Raih Penghargaan dari Kemenkes

Dugaan sementara, proyek  yang bersumber dari APBD Tahun 2019 yang dikerjakan oleh CV Padang Lawas dengan nomor kontrak 600/1553682/KONS.BM/IV.07/MSJ2019,  karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait terutama pada saat proses pembangunan.

Dilihat dari anggaran yang mencapai Rp473. 353.749,11, bangunan talud tersebut tidak sesuai kualitas dan aturan standar pada pengerjaannya.

Hingga berita ini di turunkan Kepala Dinas PUPR Mesuji, belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, baik di kantor ataupun melalui nomor telepon selulernya.(NNG/MD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top