Daerah

Proyek Ruas Jalan Blambanganumpu-Srirejeki Senilai Rp27 Miliar Diduga Tak Sesuai

Proyek rigid beton jalan ruas Blambanganumpu-Srirejeki, Kabupaten Waykanan/MS

BLAMBANGNANUMPU – Proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung, yang ditaksir Rp27 miliar lebih di Kabupaten Waykanan, diduga bermasalah.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Patriot Indonesia (PI) Sarnubi mengatakan, proyek pembangunan jalan rigid beton yang dilaksanakan oleh dua PT yang berbeda yakni PT. Segitiga Permai Perkasa paket peningkatan jalan ruas Blambanganumpu-Srirejeki nilai paket Rp11.100.850.000, diduga tidak sesuai bestek dan adanya kejanggalan.

“Kami melihat ada kejanggalan, pertama tidak dipasang papan plang informasi pekerjaan peningkatan jalan rusa Blambanganumpu-Srirejeki yang sedang dikerjakan itu, papan plang bukannya di pasang di lokasi kerja malah di simpan di base camp tempat mereka menginap,” kata Sarnubi, Selasa (2/10).

Untuk proyek pembangunan ruas jalan Srirejeki-Pakuan nilai paket Rp16.587.210.000, yang dikerjakan oleh PT. Indoteknik Prima Solusi malah papan plang nya dipasang,.

Baca Juga:  Inspektorat Dalami Temuan Pembangunan Onderlagh di Kampung Pagar Iman

“Ini ada apa, satu di pasang satunya gak, ini nama PT nya yang beda, tapi yang mengerjakan tetap satu,” lanjut Sarnubi.

Sedangkan, kata Sarnubi, papan plang pun tidak ada penjelasan panjang volume dan lebar volume ini jelas adanya kenjanggalan.

Selain itu, tim pelaksana atau penangung jawab dikerjaan ini tidak pernah ada di lokasi, yang ada hanya pengaman dari oknum Brimob dan pekerja.

Sarnubi melanjutkan, pekerjaan rigid beton di duga tidak sesuai dengan bestek, dimana untuk penyebaran Bes B nya tidak dipadatkan dengan vibro hanya mengunakan eksavator.

“Landas rigid yang mereka kerjakan benar mengunakan Bes B tapi tidak mengunakan vibro, seharusnya selesai ditaburkan abu batu, selanjutnya dipadatkan dengan vibro supaya tanah itu tetap terjaga dan tetap kokoh. Mana yang labil tidak labil lagi, itu gunanya makai vibro. Tapi ini malah makai eksavator mengakibatkan tanah tetap labil,” ungkap Sarnubi.

Baca Juga:  Warga Way Tuba Dukung Adipati & Ali Rahman di Pilkada 2020

“Saya sudah beberapa kali kesini tapi tidak pernah menemukan tim pelaksana atau penanggung jawab proyek yang menelan anggaran Rp27 miliar lebih ini pernah ada di lokasi,” imbuhnya.

Saat di temui Direksi PT Segitiga Permai Perkasa, Gunawan selaku quality control mengatakan, tidak tahu dan mengerti kualitas barang yang digunakan, contoh ukuran besi dan aneh lagi papan pemberitahuan proyek tersebut juga tidak di pasang.

“Kalau soal itu saya tidak tau pak, kenapa tidak dipasang di lokasi,” kata Gunawan.

Disinggung masalah pengguna besi cor rigid beton yang di pakai, ia pun menjawab tidak tahu ukuran besi yang di pakai.

“Saya juga tidak tahu berapa ukuran bensinya pak, yang dipakai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wadas Lestari Tolak Tambang Quarry

Hasil temuan tim pantauan di lapangan, didapat besi yang digunakan ukaran 10 mm banci untuk batangan kolom, sedangkan untuk cicinnya 8 mm banci dan untuk jarak cicin pada kolom antara satu dengan yang lain berjarak lebih dari 30 cm.

Hasil penelusuran ini mulai dari ruas jalan Blambangan Umpu-Srirejeki dan ruas jalan Srirejeki-Pakuan Ratu.(MS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top