Bandar Lampung

Profil dan Alasan Kenapa Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibbatullah Masuk di Korupsi Mustafa

Profil dan Alasan Kenapa Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibbatullah Masuk di Korupsi Mustafa
Profil dan Alasan Kenapa Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibbatullah Masuk di Korupsi Mustafa

Muhibbatullah. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] mula-mula melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang ditetapkan sebagai saksi terperiksa di Gedung SPN Polda Lampung, Kamis lalu, 22 Oktober 2020.

Pemeriksaan ini dimaksudkan KPK untuk melengkapi berkas kasus sangkaan korupsi terhadap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Di antara nama saksi terperiksa itu, ada Muhibbatullah. Seorang ASN dengan jabatan sebagai Kepala Inspektorat pada Pemda Lampung Tengah.

Beberapa hari setelahnya, tepat pada Senin lalu, 26 Oktober 2020, KPK menjelaskan alasan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut.

Waktu itu KPK lewat Ali Fikri sebagai Plt Juru Bicara Bidang Penindakan mengatakan, ”materi pemeriksaan yang didalami melalui pengetahuan dari para saksi yang hadir tersebut, terkait dugaan pemberian sejumlah uang yang diserahkan oleh berbagai pihak kepada tersangka MUS [Mustafa_red]”.

Ali Fikri melanjutkan, pendalaman yang dilakukan KPK itu berkait dengan dugaan setoran proyek di Dinas PU-PR Lampung Tengah yang masuk ke Mustafa melalui sejumlah pejabat.

“Melalui perantara pejabat sebagai setoran awal guna mendapatkan proyek atau paket pekerjaan di tahun 2018 yang dibiayai oleh PT SMI,” beber Ali Fikri. Singkatnya, KPK melakukan pemeriksaan kepada 33 orang saksi terperiksa waktu itu.

Waktu berjalan, KPK kemudian merampungkan berkas kasus itu dan membacakan surat dakwaan kepada Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Senin, 18 Januari 2021.

Di dalam dakwaan yang dibacakan KPK lewat jaksa sebagai penuntut umum sedikitnya mengungkap teka-teki pemeriksaan kepada Muhibbatullah.

Muhibbatullah masuk di dalam daftar orang-orang yang memberikan uang atau yang kemudian disebut dengan sangkaan gratifikasi.

Pada dokumen salinan dakwaan Mustafa yang diterima Suluh.co, diterakan bahwa ada 2 sosok yang mendukung teka-teki keterlibatan Muhibbatullah.

Mereka adalah mantan Plt Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dan Staf Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Lampung Tengah Rusmaladi alias Ncus.

Secara tertulis, KPK menerakan keterangan seperti ini, ”Terdakwa [Mustafa_red] melalui Taufik Rahman menerima uang yang diterima oleh Rusmaladi alias Ncus dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp10.066.500.000 secara bertahap sejak bulan Agustus 2017 sampai dengan bulan Januari 2018 bertempat di wilayah Provinsi Lampung dengan perincian sebagai berikut, dari Muhibbatullah sejumlah Rp500.000.000″.

Dari dakwaan KPK tersebut, nama Muhibbatullah diketahui memberikan uang, melalui orang-orang secara berlapis senilai Rp500 juta, kepada Mustafa secara berlapis.

Muhibbatullah bukan orang baru di Pemda Lampung Tengah. Sebelum jadi kepala inspektorat, Muhibbatullah adalah Kadis Bina Marga Lampung Tengah. Tepatnya ia masih jadis Kadis Bina Marga pada Oktober 2015. Muhibbatullah adalah seorang ASN dengan NIP. 19621025 198703 X XX

Pada kasus ini, KPK mendakwa Mustafa dengan perbuatan gratifikasi yakni menerima uang seluruhnya berjumlah Rp51.221.500.000. Selain itu, Mustafa juga didakwa atas perbuatan penerimaan hadiah atau janji, sejumlah Rp14 miliar.

Baca Juga:  Usai Bersaksi, Penyuap Mantan Bupati Lamteng Pulang Ditemani Pria yang Awalnya Pakai Masker Bertuliskan TNI-Polri

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top