Daerah

Produksi Ikan Asin Lampung Memble

Produksi ikan asin di Pulau Pasaran. Kota Bandar Lampung/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Selama beberapa pekan terakhir ini, produksi ikan asin di Pulau Pasaran, Telukbetung, Bandar Lampung, menurun drastis dan harga ikan asin pun melonjak naik mencapai 100%.

Hal itu disebabkan curah hujan yang tinggi, sehinggga membuat sebagian nelayan enggan melaut.

Dampaknya, pengelola ikan asin di Pulau Pasaran, kesulitan mendapat ikan untuk dikelola menjadi ikan asin.

Selain itu, curah hujan yang tinggi juga berdampak dalam proses pengeringan.

Apalagi, pengelola ikan asin Pulau Pasaran hanya mengandalkan cahaya matahari. Sehingga proses pengeringan membutuhkan waktu cukup lama.

Salah satu pengelola ikan asin Pulau Pasaran, Sunaryoto, mengatakan, biasanya dalam cuaca normal menjemur ikan asin hanya membutuhkan waktu satu hari.

Baca Juga:  Sosok Yustin Ficardo di Mata Ibu PKK

“Saat cuaca buruk bisa memakan waktu dua sampai tiga hari, akibatnya harga ikan asin pun melonjak naik karena kurangnya pasokan ikan,” kata Sunaryoto, Sabtu (18/1).

Menurutnya, sudah hampir satu bulan kesulitan mendapatkan ikan.

Biasanya perhari bisa mendapatkan satu sampai dua ton ikan untuk dijadikan ikan asin. Namun faktor cuaca seperti ini hanya mendapat beberapa kwintal saja.

Selain berdampak kepada pengelola ikan asin, cuaca buruk juga berpengaruh kepada pendapatan para pekerja penyortir ikan.

Pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh para ibu ini, mkengaku pendapatan mereka menurun karena pasokan ikan sedikit.

Para pekerja yang biasa menyortir dan menjemur ikan di Pulau Pasaran, mengeluh.

Baca Juga:  Herman HN Ancam Pecat Ketua RT yang Menjadi Tim Sukses Caleg

Hal tersebut disebabkan cuaca buruk, sehingga pengusaha ikan asin kurang pasokan ikan dan ini berimbas pada pekerjaan mereka yang biasanya menjemur dan menyortir setiap hari.

Sehingga penghasilan mereka dari upah menjemur dan menyortir juga berkurang.

Padahal biasanya jika cuaca baik, pendapatan mereka bisa mencapai Rp60 ribu sampai Rp80 ribu per harinya.

Namun karena pasokan ikan sedikit, mereka bekerja hanya setengah hari dan menerima upah Rp25 ribu sampai Rp30 ribu.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top