Ekonomi

Produk Palawija Lampung Stag, Harga Sembako Melejit

Pedagang cabai di Pasar Tempel Sukarame, Kota Bandar Lampung/Suluh

Suluh.co – Dalam sebulan terakhir, suplain bahan makanan seperti sayur-mayur ke sejumlah pasar di Kota Bandar Lampung terhambat.

Hal ini disebabkan menurunnya produksi petani lantaran memasuki musim penghujan. Sehingga sebagian besar lahan yang semula diperuntukan untuk palawija beralih kembali dengan menanam padi.

Kelangkaan ini diperparah juga dengan aksi borong yang dilakukan sejumlah pedagang pengepul dari berbagai wilayah.

Akibatnya, terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan, pada Kamis (21/1).

Di antaranya Cabai Rawit menjadi Rp75 ribu/kilogram yang semula berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.

Begitupun dengan terong, kol, pare, hingga oyong, yang mengalami kenaikan 20 sampai 50 persen.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Gelar Pasar Lelang Komoditas Agro

Sugeng, pedagang Pasar Tempel Sukarame, mengatakan, banyak petani yang tidak berani ambil resiko untuk menanam.

“Meski begitu kenaikan awal tahun ini tidak separah di akhir tahun lalu,” ujar dia.

Kendati merangkaknya harga cabai rawit, untuk harga-harga bahan pangan lainnya terpantau turun dan relatif stabil. Antara lain beras, minyak, hingga cabai merah.

 

Reporter : Tim Kontributor

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top