Daerah

Pro Kontra Normalisasi Muara Kuala Teladas

Nelayan Muara Kuala Teladas/MUR

Suluh.co – Normalisasi sungai atau pendalaman Sungai Tulang Bawangmasih menjadi perdebatan. Namun faktanya sejak awal Agustus 2021, armada pengerukan milik PT Sienar Tri Tunggal Perkasa telah berada di Muara Kualatelas, Sungai Tulangbawang, untuk melakukan pendalaman.

Pada sisi lain, sebagian masyarakat nelayan menyambut program Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perhubungan ini, positif.

Nuryadi, salah satu nelayan, mengaku, jika mereka mereka sama sekali tidak keberatan adanya program pendalaman muara.

“Ini dulunya sewaktu masih ada PT Dipasena Citra Dermaja (DCD) bisa dikatakan perairan internasional, semua kapal-kapal besar masuk untuk mengangkut udang perusahaan ke luar negeri. Bahkan, jalur sungai sering dilakukan pendalaman oleh perusahaan supaya kapal angkut udang bisa melewati jalur kuala,” urainya, Minggu (22/8) kemarin.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Diminta Suarakan Kepentingan Buruh

Sementara, Mery Leiyana Lingga, Advisor PT Sienar Tri Tunggal Perkasa, memastikan akan melaksanakan pekerjaan sesuai SOP.

“Jadi 9 km bukan arah laut tapi arah ke sungai, sehingga kapal-kapal bisa melewati jalur, sungai nantinya kedalaman direncanakan 7 meter sampai 300meter. Jalur kapal dan kanan kiri bibir atau tepi muara dan sungai berjarak 50,meter,” jelasnya, Senin (23/8).

Dijelaskan Mery, pendalaman muara merupakan program Pemprov Lampung sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui jalur perairan.

Nantinya setelah dilakukanya pendalaman juga direncanakan akan dibuat dermaga sandar sebagai tempat pelabuhan kapal umum dan kapal-kapal besar.

“Pendalaman ditargetkan empat tahun, namun kami perusahaan berusaha menyelesaikannya dua tahun,untuk sementara pekerjaan kami berhenti untuk menjaga agar suasana kondusif,” akunya.

Baca Juga:  Pemprov, Pemkab Lamsel dan KSOP Kelas 1 Panjang Perjuangkan Infrastruktur Jalan Pelabuhan Sebalang

Dirinya mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan, khususnya pendalaman muara kuala.

“Kenapa harus ribut, pengalaman ini bertujuan meningkatkan penghasilan nelayan kita, jadi wajib di dukung, kami terbuka menerima kritikan saran dan masukan,dari siapapun sepanjang untuk kebajikan dan kemajuan bersama,” tukasnya.

Pro Kontra pendalaman muara teladas Kabupaten Tulangbawang, menjadi isu yang secepatnya harus diselesaikan oleh pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten.

Sebab jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan memicu terjadinya konflik,yang berdampak terhambatnya berbagai program pembangunan.

Hasil tangkap nelayan tradisional dengan mengunakan peralatan seadanya, tentu tidak akan sebanding dengan hasil tangkapan nelayan modern menggunakan jaring besar trall. Bisa jadi secara tidak langsung terjadinya kecemburuaan sosial antara nelayan tradisional dengan nelayan modern, sehingga berimbas terjadinya penolakan pendalaman muara.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun, BNN Siaga Peredaran Narkoba

Artinya ini juga menjadi PR yang harus diselesaikan oleh seluruh pemangku kepentingan, secara bijak dan adil.

 

Reporter : Murni AC

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top