Modus

Polda Lampung Masih Usut Money Laundering RSUD Pesawaran

RSUD Pesawaran/Net

BANDAR LAMPUNG – Setelah divonis penjara oleh majelis hakim pada bulan Mei lalu, kini salah satu terpidana korupsi RSUD Pesawaran, Taufik Urrahman, kembali berurusan dengan  hukum dalam dugaan kasus tindak pidana pencucian uang dari perkara korupsi tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan, perkara yang menjerat tersangka Taufik Urrahman, masih dalam tahap penyidikan dan kini sedang ditangani oleh tim penyidik tindak pidana korupsi Ditreskrimsus Polda Lampung.

“Hingga saat ini tim penyidik dari Polda Lampung masih melakukan proses pembukaan blokir rekening bank mandiri milik Taufiq, yang diperkirakan nilainya kurang lebih Rp11 miliar,” jelasnya, Senin (22/6).

Baca Juga:  Operasi Patuh Krakatau 2019 Incar Pelajar Berkendara

Taufiq Urahman pun hingga hari ini, belum dapat membuktikan bahwa uang yang terdapat di dalam rekening miliknya bukan hasil dari tindak pidana korupsi.

Diketahui dalam perkara korupsi pembangunan lantai 2 dan 3 RSUD Pesawaran ini, negara telah dirugikan sebesar Rp4,8 miliar, dengan menjerat tiga orang tersangka, yakni Raden Intan selaku pejabat pembuat komitmen, Taufik Urrahman selaku kontraktor, serta Julian selaku konsultan proyek yang juga telah menerima vonis 18 bulan penjara.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top