Daerah

Petani dan Nelayan Kesal Dengan Bupati Winarti

Puluhan petani dan nelayan asal Tulung Seribu, Kampung Ujung Gunung Udik (UGU), duduki Kantor Bupati Tulangbawang/MR/Suluh

MENGGALA – Puluhan petani dan nelayan asal Tulung Seribu, Kampung Ujung Gunung Udik (UGU), Menggala, sambangi serta menduduki Kantor Bupati Tulangbawang, selama 24 jam mulai dari kemarin hingga hari ini, Jumat (14/9).

Hal tersebut dilakukan oleh massa sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap Bupati Tulangbawang Winarti, yang terkesan cuek atas permintaan warga, agar bupati memfasilitasi pertemuan antara warga dengan pihak PT. Waskita Karya sebagai Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)

Menurut koordinator massa, Eliyanto, tuntutan warga terhadap PT. Waskita agar membuatkan jembatan penyebrangan dan jalan khusus bagi petani dan nelayan.

Baca Juga:  Petani dan Nelayan Tulung Seribu Kembali Labrak Pemkab Tulangbawang

Lanjutnya, kendati pihak waskita sanggup mengakomodir semuanya, namun persyaratan dari Pemkab Tulangbawang diharuskan ikut serta dengan menjadi fasilitator antara warga dengan perusahaan.

“Waskita sanggup penuhi permintaan kami namun pemkab harus turut serta. Sebab, nantinya jalan maupun jembatan yang dibuat oleh waskita harus tercatat di dalam aset pemerintah. Saya sudah kirimkan surat permintan secara resmi namun sampai sekarang belum direspon oleh bupati tidak jelas apa alasan beliau namun kami sepertinya di cuekin dengan bupati,” keluhnya.

Menurut Eliyanto, akibat tidak diresponya permintaan tersebut oleh Bupati Winarti, sampai sekarang tuntutan warga belum direalisasikan oleh waskita, sehingga seluruh warga merugi lantaran  hasil panen petani dan hasil  ikan para nelayan tidak bisa dipanen.

Baca Juga:  Warga Kecamatan Menggala Tuntut PT. Waskita Beri Kompensasi Akibat JTTS

Oleh sebab itu Elian, menegaskan akan kembali mengelar aksi pada Senin (17/9) mendatang, di sekretariat bupati. Bahkan jika dakam kurun waktu sebulan bupati masih saja tidak mengubris permintaan tersebut maka pihaknya akan menyegel kantor bupati.

“Kami akan kembali mengelar aksi dengan massa yang besar, dan jika masih saja tidak ditanggapi maka kantor bupati akan kami segel,” tegasnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top