Ekonomi

Pertanian Cerdas Iklim, Kalimiru jadi Pilot Project

Pertanian Cerdas Iklim, Kalimiru jadi Pilot Project/Istimewa

Suluh.co – Dampak perubahan iklim saat ini sangat terasa di seluruh dunia, cuaca yang tidak menentu membawa dampak buruk pada pertanian.

Melalui Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dilakukan dengan pendekatan budidaya Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture/CSA.

Turoso, pelaksana teknis kegiatan SIMURP, Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, menyampaikan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan Intensitas Pertanaman serta berujung pada peningkatan pendapatan Petani.

“Desa Kalimiru kecamatan Bayan menjadi Pilot Projects yang sangat baik, dari segi meningkatkan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat petani. Perbaikan sekunder kebutuhan pertanian seperti air dan juga cara pengelolaan lahan pertanian,” ucapnya, Senin (9/8)

Baca Juga:  Agus Bastian : Dana Desa Bisa Dialokasikan Untuk Tangani Wabah Corona

Sementara, Kepala desa Kalimiru, Agung Yuli Priyatmoko berharap program pertanian berkelanjutan bukan hanya bantuan sesaat.  Dengan menekankan Teknologi, Pupuk organik, Pertanian air berselang dan penggunakan APH Agensi pengendali hayati ( hama ) Pertanian ramah lingkungan.

“Luas lahan pertanian di Desa Kalimiru yaitu 748 hektar, yang mengikuti program yaitu 2 kelompok tani, Kelompok Sehati luas 1 hektar, Kelompok Tani Muda Maju Makmur 1 hektar, hasil program menjadi evaluasi dengan perkiraan 6,2 ton per hektar, adanya sedikit kenaikan,” ucapnya.

Agung berharap, petani semakin lebih cerdas membaca perubahan iklim agar hasil bisa maksimal, pendapatan Petani perlu didukung dengan kegiatan pengembangan produk dan jejaring pasar yang mampu meningkatkan penjualan hasil produksi pertanian.

Baca Juga:  Dukung Pemprov Lampung, Pemkab Lambar Minta Pengembangan Potensi Lokal

Ditempat yang sama, Camat Bayan, Moehardjono menambahkan bahwa, Jawa tengah ada 3 kabupaten yang mendapatkan program tersebut yaitu Banjarnegara, Purbalingga dan Purworejo.

Di Purworejo berada di kecamatan Bayan, Purworejo, Banyurip, Gebang dengan 96 titik Gapoktan.

Varietas padi yang ditanam ialah Mekongga, dimana varietas tersebut minim gas rumah kaca.

“Kalimiru sangat bagus, dari 1 demplot program diperkirakan hasilnya 6,8 ton per hektar. Sedangkan dari non demplot hanya 3,8 per hektare,” terangnya.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top