Politik

Perpanjangan PPKM Luar Jawa-Bali, Hanura: Tebalkan Optimisme Rakyat Bangkit Berjuang Pulihkan Ekonomi!

 

Ketua DPD Partai Hanura Lampung, Ali Darmawan (bersongkok hitam). | Muzzamil

Suluh.co — Pembaikan progresif laju penurunan kurva pandemi COVID-19 di Indonesia, menandai bunyi keterangan pers perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luar Jawa-Bali kurun 19 Oktober-8 November 2021.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), membunyikan kabar tersebut melalui kanal ofisial media sosial berbagi video YouTube milik Sekretariat Presiden (Setpres) Setkab RI, pada Senin (18/10/2021) kemarin.

Menanggapi, berikut terangkum pendapat sejumlah pihak di Bumi Ruwa Jurai, yang dihimpun kurun Senin malam hingga Selasa (19/10/2021), hari pertama perpanjangan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Lampung, Ali Darmawan, mengapresiasi upaya kerja keras berbuah capaian positif Provinsi Lampung dalam kinerja penanganan krisis kesehatan, dan pemulihan krisis ekonomi. Sejauh ini.

“Kalau dimintakan pendapat, ya saya sebagai pimpinan partai politik apalagi partai politik bagian pengusung pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang harus tuntas kami kawal hingga akhir masa jabatan 20 Oktober 2024 mendatang, Lampung khususnya kami apresiasi,” kata anggota DPRD Lampung Utara ini, dikontak Senin malam.

“Kami Partai Hanura Lampung, menyarankan Pemprov Lampung, pak Gubernur Arinal Djunaidi bersama Forkopimda Plus Lampung untuk menebalkan optimisme seluruh rakyat Lampung bahwa kita dapat bangkit bersama dari keterpurukan ekonomi dan berjuang bersama memulihkannya,” kata Ali pula.

Disamping, kata tokoh masyarakat Sungkai Bunga Mayang ini lagi, diperlukan langkah untuk melipatgandakan pelibatan masif para pemimpin informal di tengah rakyat. “Untuk membersamai percepatan vaksinasi sebagai amunisi perang bubat hadapi efek berantai pandemi yang semakin hari semakin baik tertangani. Demikian,” urai Ali.

Pemimpin informal? Buru-buru menjelaskan, Ali merujuk para tokoh pemimpin komunitas sipil. “Serikat buruh/pekerja, pemuka agama, masyarakat adat/hukum adat, kaum pemuda, petani/nelayan, berbagai kelompok rentan, penyandang disabilitas, rakyat miskin kota, penggerak swadaya warga, perempuan, dan banyak lagi. Itu bro,” tutup dia.

Terpisah, pebisnis ultramikro kuliner daring Dimsum Lia-Ha, Langkapura Bandarlampung, Amalia Fitriani, bersyukur atas capaian. Alumni FIKOM Universitas Bandar Lampung (UBL) ini bilang oke juga pemerintah ikut menetapkan capaian vaksinasi dosis satu minimal sebesar 40 persen sebagai bagian assesment tambahan indikator level.

“Iya lah, biar semua semangat uber target 100 persen vaksinasi. Jangan terlena aja pokoknya, itu intinya kalo saya. Mumpung lagi makin baik gini, uber jangan sampai lepas. Kita rindu kebebasan. Pandemi ini semoga cepat Allah usaikan,” komentarnyi.

Ibu dua anak ini menitipkan tanya, kapankah dan bilakah vaksinasi untuk kelompok anak usia bawah 12 tahun dapat kuota vaksinasi. “Bilangin sih ama pak Jokowi, kapan pak vaksinasi buat anak kelas lima SD ke bawah. Jangan lama-lama pak ya. Semangat ya pak presidenku,” bilang ia.

Baca Juga:  Pansus Politik Uang Sebut Ketua Bawaslu Sengaja Melanggar UU Pemilu

Selaku pimpinan salah satu organisasi kemasyarakatan pendukung pemerintah Jokowi-Ma’ruf, Ketua DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, Ary Meizari Alfian, menggarisbawahi kata kunci, semangat kegotongroyongan dan kedisiplinan nasional ialah rahasia sukses rentang kendali PPKM.

“Apalagi kalau bukan itu, gotong-royong! Itu kunci emasnya, gotong-royong satu aksi satu komando, jutaan eksekusi jutaan kolaborasi. Semua anak bangsa disiplim berjuang sama-sama tanpa gerutu tanpa lelah untuk dapat segera keluar dari jurang krisis ini, selamat dari kuldesak (jalan buntu, red) pandemi ini, sekarang dan usah tunggu nanti!” seru Ary.

Terkait Lampung? Ary, terhubung Selasa pagi, mengaju tiga poin dia sebut harapan.

“Pertama, agar hingga akhir perpanjangan PPKM 8 November 2021 mendatang, pemda di Lampung secara bersamaan selain terus mengejar angka capaian vaksinasi hingga dapat keluar dari status lima besar provinsi bercapaian terendah, juga jangan lupa terus meningkatkan persentase kinerja Testing, Telusur dan Terapi atau 3T sebagai notifikasi kewaspadaan di daerah ini turut mencegah hadir gelombang ketiga pandemi,” bebernya.

Kedua sambung Ary, pihaknya meminta agar Pemprov Lampung, dan pemkab/pemkot se-Lampung, jangan kendur ikhtiar bumikan diseminasi informasi dan keterbukaan informasi publik berikut transparansi anggaran, sosialisasi-edukasi serta solusi krisis bagi 9,15 juta jiwa rakyat Lampung termasuk didalamnya konsistensi dalam mencontohkan tradisi keadaban baru 5M dan 3T plus 1V sebagai satu kesatuan strategi perang semesta melawan pandemi yang utuh tak terpisah satu sama lain.

“5M itu password publik, protokol kesehatan Memakai masker medis saat di luar rumah atau tempat keramaian, Mencuci tangan 20 detik dengan air mengalir dan bila di tempat umum sesering mungkin, Menjaga jarak fisik dua meter apabila di keramaian, Menghindari kerumunan dan berkerumun, dan Membatasi mobilitas hanya untuk keperluan mendesak. 3T itu password penyelenggara negara yakni pengampu kesehatan,” papar Ary.

Dan, “1V itu ya Vaksinasi COVID-19, tugas negara, tugas pemerintah didalamnya ada pemda ada polisi ada tentara, tugas saya, anda, mereka, kita semua, tugas sejarah kita semuanya sebagai warga negara Indonesia, untuk getol Sakai Sambayan sukseskannya. Pesan Presiden Jokowi, satu komunitas satu sentra vaksinasi,” mangkus dia.

Ketiga, menginjeksi pesan bijak pentingnya pemda untuk mengedepankan akomodasi aspirasi rakyat multisektor, mengagregasi kepentingan publik dengan berlandaskan transparansi, pendekatan dialogis, dan manajemen komunikasi risiko sebelum memutuskan rumusan kebijakan derivatif (turunan) terkait serbaneka pelonggaran pembatasan sektor produktif di Lampung.

Menariknya, aktivis cum pengusaha ini juga tajam menyoroti pentingnya sikap sigap untuk tetap siaga dan waspada terhadap laju mobilitas orang sebagai pengampu kendali dari dan keluar Lampung mengingat status sebagai zona transit distribusi barang-jasa.

“Ingat, cuma Lampung satu-satunya provinsi zonasi transit dengan mobilitas terbesar antardua pulau terpadat populasi penduduk di Indonesia ini. Jangan lupa itu,” pungkas dia, usai panjang lebar.

Baca Juga:  Jalani Sidang Perdana, Politisi Partai Hanura Terancam 4 Tahun Penjara

Pengingat, medio 23 Agustus lalu Ary pernah menyorong urgensi kedewasaan berpikir, dan dikedepankannya semangat gotong-royong meretas segala macam bentuk kendala di tataran pengambil kebijakan, pemangku kepentingan, hingga kendala operasional di lapangan, terkait Lampung yang terpojok di urutan paling buncit provinsi dengan capaian vaksinasi terendah se-Indonesia.

Saat itu Ary mendetailkan, data capaian vaksinasi terendah nasional rilis KPC-PEN, harus dijadikan evaluasi bersama. Publik, kata Ary, selain sabar menanti, telah lebih banyak yang patuh protokol kesehatan 5M cegah kendali COVID-19, juga telah semakin banyak yang sadar hal pentingnya vaksinasi sebagai bagian senjata legal, sebagai perisai pelindung diri dari transmisi penularan.

“Kini tinggal, segenap entitas sipil bersatu, bantu organisasikan diri, keluarga, tetangga, lingkungan, anggota organisasi/komunitas, daftarkan ikut vaksinasi ke dinkes, dan TNI-Polri. Let’s to do something, pemerintah tak bisa sendiri, mari stop polemik stop nyinyir, terus siaga prokes 5M. Bersama pemerintah, rakyat bersatu, tak bisa dikalahkan!” seru Ary kala itu. Ary, juga Ketua APINDO Lampung.

Sementara, Ketua DPD Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) Lampung, Iman Agus Kartawinata, yang sama Agustus lalu, pernah turut usulkan Pemprov Lampung bersama pemkab/pemkot se-Lampung menggerakkan vaksinasi desa/kelurahan, memberdayakan Poskesdes/Poskeskel bahkan Posyandu.

Serta, percepat rekrutmen tenaga vaksinator dari unsur lapis dua siswa dan mahasiswa keperawatan, kebidanan, dan kedokteran di Lampung memakai dana cadangan APBD.

Kini, dua periode Ketua DPD ASLI Lampung sejak 2016 ini, mengusulkan agar pemda di Lampung melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 segera memperbarui peta jalan kinerja vaksinasi.

“Pemkot Metro misalnya, buat target kejar 100 persen vaksinasi dua pekan kedepan. Lainnya yang masuk zonasi PPKM level 2, kejar di teritori gemuk (padat populasi, red),” singkat Agus sapaannya, mengilustrasikan kebijakan afirmasi untuk Metro, kini Level 1.

Sedangkan advokat M Tomi Samantha, dari Kantor Hukum Tomi Samantha and Partners, Bandarlampung, dalam keterangannya berpesan, Satgas Percepatan Penanganan harus terus menjadi role model yang ideal, induk semang yang baik bagi seluruh Satgas Penanganan COVID-19 tingkat desa, pekon, kampung dan tiyuh di Lampung, terkait mood sinergitas yang harus tetap terus terjaga.

“Perhatikan juga, situasi psikososial aparatur di lapangan. Kesiapsiagaan tanggap darurat bencana, apalagi ini bencana nasional non alam, jangan sampai putus di tengah jalan,” bijak Tomi, mantan sekretaris Pengacara Bela Jokowi (Prabejo) Lampung pilpres 2019 lalu, aktivis 1998 basis kampus UBL itu.

Aktivis 98 asal Lampung lainnya, Muzzamil, mengingatkan para pemangku kebijakan di Lampung, akan pentingnya segera dilakukan updating dan upgrading basis data terbaru kajian epidemiologis seiring penaikan trafik mobilitas pascapelonggaran pembatasan sosial sini-sana, guna dicari titik afirmasi kebijakan daerah dalam komprehensi upaya minimal mempertahankan, maksimal bisa way out dari kungkungan pandemi berikut segenap imbas sistemiknya.

Baca Juga:  Didik Suprayitno Bakal Plt Gubernur Lampung

“Potensi penaikan mobilitas atau pergerakan fisik manusia di luar Jawa-Bali, misal kasat mata bisa di-tracking dari Google Mobility, satu sisi positif terkait pemulihan bertahap roda perikehidupan perekonomian di daerah.
Tapi beda sisi kita patut siaga dan waspada, terkait potensi transmisi lokal COVID-19 ini,” wanti Muzzamil.

Ketua Badan Pekerja Center for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) ini menyinggung soal inang virus.

“Kita tahu, pergerakan virus ikuti pergerakan inangnya, manusia. Jika mobilitas inangnya tinggi, mobilitas virus pun idem. Jadi sisi ini juga harus ditelisik, tracing jangan dianggap sepele. Tracing, juga indikator lain terutama eksekusi percepatan vaksinasi total populasi prasyarat material minimal bagi terciptanya kekebalan komunal, hemat saya juga justru tak kalah penting pencapaiannya,” cetus dia.

Lengking suara publik, masyarakat sipil Bumi Ruwa Jurai Lampung ini, kompak serukan fokus satu titik: sinergi lakukan terbaik yang bisa dilakukan demi menyukseskan program vaksinasi nasional gratis COVID-19 bagi 6,6 juta jiwa populasi kelompok target sasaran.

Diketahui, berdasarkan data covid19.go.id, dari total target sasaran vaksinasi nasional sesuai peta jalan vaksinasi COVID-19 setotal 208.265.720 jiwa rakyat Indonesia, per Senin 18 Oktober 2021 telah setotal 107.981.016 jiwa tervaksinasi dosis pertama, 63.188.800 jiwa tervaksinasi dosis kedua, dan 1.073.746 jiwa tervaksinasi dosis ketiga (booster).

Data penanganan COVID-19 lainnya, Senin, angka kesembuhan harian bertambah 1.593 orang sembuh per hari, meningkatkan angka kumulatif kesembuhan tembus 4 juta orang sembuh atau 4.075.011 orang (96,2 persen).

Sejalan, kasus aktif (pasien positif) yang masih butuh perawatan medis, berkurang 1.014 kasus, total menurun menjadi 17.374 kasus (0,4 persen). Pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah 626 kasus, kumulatif mencapai 4.235.384 kasus pasien terkonfirmasi positif tercatat sejak kasus pertama hingga Senin.

Pasien meninggal bertambah 47 kasus dan kumulatifnya 142.999 kasus (3,4 persen). Dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari 215.213 spesimen dengan jumlah suspek 457.320 kasus.

Kompilasi data sajian Tim Komunikasi KPC-PEN, dinamika penanganan per provinsi, dari lima provinsi dengan penambahan pasien sembuh, penambahan kasus terkonfirmasi positif, sebaran kasus aktif, angka kematian –kesemuanya harian tertinggi per 18 Oktober kemarin, Lampung termasuk provinsi kelima dengan sebaran kasus aktif dengan angka tertinggi harian, yakni 1.142 kasus.

 

Reporter : SUL/RLS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top