Pendapat

Permainan Tradisional jadi Solusi Pendidikan

Oleh : Ryana Ayu Agus Tiara

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purworejo

MEDIA pembelajaran adalah suatu alat atau bahan yang mengandung informasi atau pesan pembelajaran. Media pembelajaran bertujuan untuk mempermudah proses belajar mengajar agar tujuan belajar tercapai.

Sedangkan permainan tradisional adalah permainan yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat dan sesuai dengan adat di suatu tempat. Menggunakan permainan tradisional sendiri yaitu untuk mengembangkan aktivitas motorik yang dilakukan oleh siswa agar aktif, lincah, dan dapat berinteraksi.

IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam atau natural science adalah istilah yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapanpun dan dimanapun.

Penggunaan media pembelajaran dapat menarik perhatian siswa dan pembelajaran berlangsung lebih interaktif. Sehingga, penyampaian pengetahuan dalam pembelajaran menjadi lebih jelas dan bersifat standar.

Baca Juga:  Letkol Infanteri Lukman Hakim Jabat Komandan Kodim 0708 Purworejo

Materi IPA Sekolah Dasar dapat dijelaskan melalui media pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng dan engklek dilengkapi dengan kertas origami untuk pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.

Permainan engklek yaitu melompat di kotak-kotak yang tersedia untuk mengambil batu yang sudah dilempar sebelumnya. Permainan cublak-cublak suweng yaitu permainan disertai lagu pengiring yang dinyanyikan. Permainan ini diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang kalah pertama kali.

Setelah itu yang kalah akan berperan menjadi Pak Empo, yang berbaring terlungkup ditengah dan anak-anak yang lain duduk melingkari Pak Empo. Kemudian mereka yang melingkari Pak Empo membuka telapak tangan menghadap ke atas dan diletakkan di punggung Pak Empo. Lalu salah satu anak memegang biji dan dipindah dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublak Suweng.

Baca Juga:  PSHT Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Wingko Sangrahan

Pada lirik sapa ngguyu ndelikake merupakan pertanda biji harus segera disembunyikan oleh anak yang menerimanya dalam genggaman. Pada akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, berpura-pura menyembunyikan biji, sambil menggerak-gerakkan tangan.

Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji bergantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.

Menggunakan permainan tradisional akan membuat siswa belajar secara lebih mandiri pada materi pembelajaran tersebut, dan pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Meskipun hanya permainan tradisional sebagai media pembelajaran materi pembelajaran menjadi lebih konkret dan nyata.

Menggunakan media pembelajaran dapat membantu Guru dalam menjelaskan materi pembelajaran dan siswa dalam menerima materi pembelajaran. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga menimbulkan motivasi. Materi pembelajaran dijelaskan dengan media pembelajaran akan membuat siswa tertarik, antusias, dan bersemangat dalam proses belajar mengajar. Tujuan pembelajaran akan mudah tercapai sehingga hasil belajar siswa semakin optimal.(*)

Baca Juga:  Darurat Politik Uang, KAMMI Lampung Angkat “Kartu Merah Bawaslu”
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top