Panggung

“Perasaan Kami Campur Aduk, Sekarang Sudah Kembali Tersenyum”

Kolase foto Eva-Deddy. | Twitter/Inshot

Suluh.co — Dari petang ke petang, sejak lembayung membayang, Rabu 27 Januari 2021, hingga warta ini akan naik siar, Kamis (28/1/2021), tiada henti-hentinya beragam ungkapan syukur dan ekspresi digital keriaan warga Bumi Ragom Gawi, pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung 2021-2024 terpilih, produk politik pilkada serentak nasional 9 Desember 2020 Kota Bandarlampung, Eva Dwiana-Deddy Amarullah, berjumpalitan di ruang maya serbaneka linimasa jejaring media sosial.

Meskipun, proses sengketa hukum pilkada 2020 Kota Tapis Berseri masih berlangsung, seperti dijadwalkan KPU Bandarlampung telah pula usai menjalani sidang Majelis Konstitusi (MK) Republik Indonesia, dalam Sidang Panel 2 MKRI dipimpin dua Hakim MK Panel 2 Prof Aswanto dan Suhartoyo, secara hybrid (luring-daring), atas Perkara Nomor 25/PHPU.KOT-XIX/2021 PHP Walikota Bandarlampung Tahun 2020, dengan pemohon paslon nomor urut dua, M Yusuf Kohar-Tulus Purnomo Wibowo, pukul 14.00 hingga saat kuasa hukum pemohon dipersilakan hakim untuk meninggalkan ruang sidang pukul 15.24 WIB, di kantor MK, Jakarta.

Namun, tak mengurangi kadar campur baur ucapan syukur, terima kasih kepada institusi dan hakim Mahkamah Agung (MA) RI atas putusan Nomor 1/P/PAP/2021 mengabulkan permohonan Eva-Deddy untuk seluruhnya dan menganulir keputusan KPU Kota Bandarlampung soal penetapan pembatalan SK penetapan paslon terpilih pascasidang Bawaslu Provinsi Lampung, serta harapan terbaik warga kepada pasangan Eva-Deddy.

Penelusuran, perbincangan publik maya di sejumlah platform jejaring media sosial hingga grup aplikasi perpesanan singkat, ungkapan puji syukur disertai ungkapan saling menyemangati tersebut, meski ada yang diwarnai nada sarkastik namun rerata kalah jumlah.

Dengan, mayoritas ungkapan dijumpai jauh dari nada kasar, jumawa, ataupun goncangan amarah terayun. Rerata nadanya santun. Bahkan, transedental.

Salah satu relawan militan Eva-Deddy, Hardiansyah, yang juga pegiat media sosial ini misal. “Alhamdulillah. Selamat Bunda Eva, perasaan kami yang campur aduk sekarang sudah kembali tersenyum,” pesan singkatnya Rabu, pukul 17.29 Waktu Indonesia Barat.

“Alhamdulillah, akhirnya jadi juga Bunda Eva jadi Walikota Bandarlampung,” tutur Mastur, warga relawan pendukung lainnya. Sangking sukacitanya, dia bertutur lagi, kalau tidak ada COVID-19 begini, ingin rasanya pendukung Bunda Eva adakan acara syukuran bersama.

“Mudah-mudahan Bunda Eva dikasih kesehatan selalu, Amiin,” doa Mastur, menyahuti Ami Anwar, Igor, dan Poniyem, warga lain yang mengamini. “Aamiin YRA. Tangis haru dengar Bunda menang,” timpal Marlena, warga lainnya.

Maulana Yusuf, melarung. “Alhamdulillah,” singkatnya, jelang kumandang azan Magrib datang.

Pukul 18.55 WIB, larut menakzimi, warga lainnya, Nurbaiti Djamal. “Terima kasih ya Allah, Kau telah mengabulkan doa-doa kami. Aamiin,” takzim Nurbaiti.

Pun, memasuki Kamis. Pukul 00.01 Waktu Indonesia Barat, warga pendukung bernama Sri Widyastuti, mengucapkan sukses selalu, “buat bunda Eva, atas kemenangannya.”

Ungkapan senang, disampaikan oleh HNY Sikumbang, warga Panjang Utara, Panjang, satu menit berselang. “Alhamdulillah. Dua kali hati ini senang di pilkada 2020, dengan dua kali juga kemenangan Bunda Eva. Selamat bertugas dan semoga selalu amanah. Aamiin Ya Rabb,” bilang Sikumbang.

21 menit kemudian, giliran Indah Sari, warga Kelurahan Bumi Waras, Bumi Waras, selain senang juga mengaku bangga. “Puji syukur ya Allah, karena doa keluarga kami, dan doa orang-orang Bandarlampung ga sia-sia, Bunda Eva menjadi walikota Bandarlampung. Senang dan bangga, karena doa kita semua telah didengarkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Indah Sari mengaju harap, mudah-mudahan Kota Bandarlampung lebih maju untuk ke depannya. “Bunda Eva, pak Deddy lanjutkan,” tutupnya, mengingatkan kita slogan 71 hari masa kampanye pasangan nomor urut tiga.

Senada, M Nawawi, warga Kelurahan Korpri Raya, Sukarame. Atas nama keluarga besar, dia mengajak seluruh relawan pendukung, dan warga pemilih memanjatkan puji syukur. “Marilah kita panjat kehadirat Allah SWT yang telah mengabulkan doa-doa kita, dan doa-doa orang banyak, untuk memenangkan Eva Dwiana-Deddy Amarullah tetap menjadi Walikota Bandarlampung untuk meneruskan pembangunan ke masa yang akan datang.”

Ujung pesan singkatnya, “Mudah-mudahan Kota Bandarlampung akan lebih maju dan bersaing dengan kota-kota yang lainnya. Lanjutkan!” Nawawi bersemangat, meski jarum jam telah menunjukkan waktu pukul 01.12 Waktu Indonesia Barat.

Sementara itu, Catur Pramono, salah satu warga Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, menyebut perjuangan politik paslon diusung gabungan parpol PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Gerindra, serta didukung Partai Gelora, peraih kemenangan suara sebanyak 249.241 suara sah pada pilkada 9 Desember 2020 lalu tiada sia-sia.

“Doa sekitar 240 ribu orang akhirnya diijabah Allah SWT. Perjuanganmu tidak sia-sia, Bunda Eva-Deddy,” bidik Catur, via WhatsApp, pukul 2.43 dini hari itu.

Rantai doa bak tak terputus, pada bagian lain, Subaidah, warga Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kedamaian, yang mengaku mengaliri darah genealogis, secara silsilah masih keturunan dari Minak Pati Pejurit atau Minak Kemala Bumi, prajurit kokoh, hidup di abad XV, pemeluk Islam pertama, keturunan ke-10, putra dari pasangan Raja Kerajaan Tulangbawang, salah satu kerajaan Hindu tertua di Nusantara menurut situs “Dunia Melayu se-Dunia”, Tuan Riou Mangkubumi dan istrinya, Ratu Dibalau, munajatnya tulus.

Baca Juga:  Frans Agung Siap Dampingi Eva Dwiana

“Kami berjuang dengan sungguh-sungguh tidak mengharap pamrih, cuma yang kami harap kemajuan Bandarlampung, kepedulian dengan masyarakat semoga Bandarlampung tambah makmur. Aamiin,” harapnya.

“Ya Allah, hambaMu dalam bahaya, dalam proses tuntutan. Lindungilah hambaMu, Bunda Eva Dwiana-Deddy Amrullah supaya lepas segala tuntutan. Mohon bantuanMu, tunjukkan kesaktianMu saat ini, agar Bunda Eva lepas dari segala tuntutan lindungi hambaMu. Ini selalu doaku terima kasih ya Allah. Allah menjawab doa-doaku, Aamiin,” ia mengimbukan.

Kuarsa 5.48 WIB, warga bernama Nurlela, dalam pesannya mengistilahkan jeda proses sengketa hukum pilkada ini, sandungan.
“Saya memang yakin sejak awal ini cuma sandungan kecil untuk Bunda. Untuk memperkuat semangat, niat, nyali untuk terus membangun Kota Bandarlampung, meneruskan pembangunan yang telah diperjuangkan pak Haji Herman HN,” katanya.

Sedang Herawati Dahlan, asal Panjang Utara, mendoakan kesehatan walikota terpilih, yang jika resmi dilantik nanti akan tercatat dalam sejarah sebagai walikota ke-11 berturut-turut setelah walikota pertama yakni Sumarsono kurun 1956-1957, Zainal Abidin Pagar Alam (1957-1963), Alimudin Umar (1963-1969), M Thabranie Daud (1969-1976), Fauzi Saleh (1976-1981), Zulkarnain Subing (1981-1986), Nurdin Muhayat (1986-1991), Suharto
(1996-2005), produk pilkada langsung kali pertama pascareformasi 1998 Eddy Sutrisno (2005-1010), dan Herman HN (2010-2021).

Sekaligus, walikota perempuan pertama kota berusia 339 tahun ini berlandaskan catatan sejarah laporan Residen Banten William Craft kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Cornelis, mendasari keterangan dari Pangeran Aria Dipati Ningrat (Duta Kesultanan) kepada William 17 Juni 1682, diperkuat hasil simposium Hari Jadi Kota Tanjungkarang-Telukbetung 18 November 1982 serta Perda Kodya II Bandarlampung Nomor 5/1983 tanggal 26 Februari 1983.

Alhamdulilah, Herawati mengkhaturkan, “Ya Allah, doa kami masyarakat Bandarlampung Engkau kabulkan. Semoga Bunda segera dilantik dan diberi kesehatan serta menjadi pemimpin yang amanah. Aamiin,” lanjutnya.

Suliyati, warga Kupang Raya, Telukbetung Utara, seturut. “Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya doa masyarakat Bandarlampung diijabah. Semoga Bunda selalu sehat dan sukses selalu,” doa Suliyati.

Marlena, membunyikan kemenangan politik pemungutan suara, berikut kemenangan atas beredarnya PDF terbitnya putusan MA, bagian penanda, suara rakyat suara Tuhan.

“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Bunda menang. Tidak sia-sia doa kami selama ini, suara rakyat suara Tuhan. Semoga Bunda sukses selalu,” takzim warga Kelurahan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat itu.

Mengumandangkan takbir, pasutri Marsyidi dan Nunuk Yuliana, warga Kelurahan Kupang Kota, Telukbetung Utara, atas nama keluarga besarnya bermunajat agar Eva-Deddy dapat jalankan tugas emban amanat kelak hingga menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

“Puji syukur ya Allah, doa-doa kami dikabulkan. Segala harapan kami menjadi kebanggaan kami, keinginan kami menjadi kepuasan kami, kesabaran kami menjadi keberkahan kami. Untuk Bunda Eva Dwiana dan Bapak Deddy Amarullah, lanjutkan perjuangan Bapak Pembangunan Kota Bandarlampung Herman HN untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” tulisnya. Lulut Riyani, warga lainnya, ikut mengaminkan.

“Bersama kita bisa,” bunyi stiker WhatsApp bergambar foto Eva Dwiana dikirimkan oleh Aminah Wildan, salah seorang warga.

RM Juwarni mewakili pendukung Eva-Deddy asal Kelurahan Kampung Baru Labuhan Ratu, bersyukur, mendoakan jagoannya, amanah.

“Engkau kabulkan doa kami untuk Bandarlampung yang lebih baik bersama pemimpin kami Bunda Eva Dwiana Herman HN dan Bapak Deddy Amarullah, yang Inshaallah amanah, barokah, dan thoyibah, Aamiin, tangis bahagia,” Juwarni terharu.

“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Bunda Eva dan Deddy menang. Semoga selalu diberi kesehatan, kekuatan dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin YRA,” ucap Yunani Ismail, warga Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat, pukul 07.55 WIB.

Terpisah, dicuplik dari salah satu beranda grup media sosial Facebook, pimpinan Tim Pandawa, relawan pendukung Eva-Deddy, Mohammad Hatta tak luput ucap selamat. “Alhamdulillah kami dari Tim Pandawa mengucapkan selamat buat Bunda Eva dan Pak Deddy Amarullah atas dikabulkannya gugatan di MA,” bunyi unggahan Hatta.

Demikian pula, seperti disimak secara daring lewat siaran streaming kanal ofisial Youtube Mahkamah Konstitusi RI, seusai hakim majelis menerangkan bahwa MK secara resmi akan menerbitkan putusan tertulis menyusul nantinya, ungkapan syukur juga disuarakan oleh Intan, salah satu warga pendukung Eva-Deddy.

“Alhamdulillah sengketa pilkada Eva-Deddy selesai sudah, baik di MA maupun di MK.
Allahu Akbar,” bunyi pesannya, pukul 16.30.

Berbagai pihak pun memprediksi, dengan tenggat waktu Kamis ini hingga tanggal jadwal pelantikan pasangan calon terpilih pilkada serentak nasional 2020 berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 5/2020 pada 17 Februari 2021 mendatang,
serta pascaputusan MK paling lama 5 hari setelah salinan penetapan, putusan dismisal atau putusan MK diterima oleh KPU –sesuai beleid tahapan dan jadwal penyelesaian PHP menyesuaikan dengan jadwal penyelesaian sengketa di MK, maka peluang Eva-Deddy dilantik bersamaan dengan tujuh pasangan terpilih lainnya lebar terbentang.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yutuber Bantah Keterangan Saksi Pasangan Eva-Deddy

Eva-Deddy, duet politisi perempuan dan mantan birokrat ini, diprediksi mulus jalan menuju hari pelantikan bersama pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan terpilih Nanang Ermanto-Pandu Kusuma Dewangsa, Dendi Ramadhona Kaligis-Marzuki Djukiar (Pesawaran), Agus Istiqlal-A Zulqoini Syarif (Pesisir Barat), Musa Ahmad-Ardito Wijaya (Lampung Tengah), M Dawam Raharjo-Azwar Hadi (Lampung Timur), Raden Adipati Surya-Ali Rahman (Way Kanan), dan satu-satunya pemenang pilkada latar calon perseorangan dalam hajat pilkada di tengah pandemi 2020 di Lampung, paslon Wahdi-Qomaru Zaman (Kota Metro).

Eva Dwiana, yang sepuluh tahun disapa ibu walikota ini, tak lama lagi bakal jadi walikota sesungguhnya. Hijabers satu ini istri dari walikota saat ini, Herman HN. Tercatat, selain jabatan melekat selaku Ketua Tim Penggerak PKK setempat, Eva juga Ketua KONI Kota, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota, Wakil Ketua Bidang Pariwisata DPD PDI Perjuangan Lampung 2019-2024, serta pembina Majelis Taklim Rahmat Hidayat (MTRH) Lampung.

Alumnus SDN 1 Pengajaran Telukbetung Utara 1978-1984, SMPN 2 Telukbetung 1984-1987, SMA Petra Bandarlampung 1987-1990, S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Wiraswasta Indonesia 2000-2004, dan Magister Ilmu Administrasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPANN 2010-2012 itu, juga ibu dari tiga anak.

Yang namanya ia abadikan sebagai nama organisasi majelis taklim diriannya 2009, Rahmat Hidayat, mendiang anak sulungnya. Berikut, Rahmawati Herdian yang kental mewarisi darah politik kedua orangtuanya, dan si bungsu, Aisyah Saina Putri.

Produk amalgamasi atau kawin campur dari pasangan Iskandar Zulkarnain asal Muara Enim, Sumatera Selatan, dan Dahniar sang ibu Minangkabau tulen, Eva diketahui pernah lompat pagar. Dari naungan parpol berlogo mercy, ia mendaratkan pilihan politiknya di kandang banteng, 2011.

Sebelumnya, usai sang suami terpilih jadi Walikota Bandarlampung 2010-2015, meski tak lama, Eva pernah pula didaulat jadi Ketua Partai Demokrat Bandarlampung 2011-2016.

Legislator dua periode, Eva adalah anggota DPRD Lampung 2014-2019 lalu duduk di Komisi III, usai mendulang 19.818 suara meski ada di nomor urut 10 kala pencalegan.

Konferda DPD PDI Perjuangan Lampung 8 Maret 2015, Eva diamanati posisi sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Lampung 2015-2020.

Duduk kembali di DPRD Lampung 2019-2024 usai meraup suara terbanyak sesama caleg separtai dan terbanyak satu dapil kota, pada Pemilu 17 April 2019 meraup 86.258 suara. Pilihannya mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Bandarlampung, menyetop karir legislatifnya, tak lama usai ia resmi ditetapkan peserta pilkada oleh KPU.

Penyanyi handal apalagi lagu-lagu Islami ini, terdaftar Wajib Pajak sejak 11 Agustus 2010, bergolongan darah O, beralamat domisili sesuai KTP di Jl Cut Nyak Dien 74, Palapa, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung ini, akan genap 51 tahun pada 25 April 2021.

Sedang Deddy Amarullah, yang baru saja berulang tahun ke-64 pada 15 Januari lalu, warga Jl Gatot Subroto Gang Jarum RT 002 LK 02, Kelurahan Bumi Raya, Bumi Waras, Bandarlampung. Dia telah terdaftar sebagai Wajib Pajak sejak 22 November 2007.

Pensiunan PNS ini suami dari Sri Asiyah, asli Magelang, Jawa Tengah. Dari pernikahan mereka kemudian dikaruniai seorang putra, Aditiya Nugraha, kini 29 tahun. Jika anda sesekali mengenali nama Yacub, tersemat di belakang namanya, itu ialah nama belakang Ismail Yacub, sang ayah.

Bersekolah di SD Xaverius Tanjungkarang 1965-1970, SMP Negeri 2 Bandarlampung 1971-1973, SMA Kristen YPK Satu Bakti Bogor 1974-1977, dan S1 Fakultas Ekonomi Universitas “UPN” Veteran Yogyakarta 1979-1986. Berotak brilian, terbukti dia lulus Doktorandus dengan Sangat Memuaskan.

Deddy, pemilik golongan darah O, notabene Ketua PMI Bandarlampung sejak 2010, selain Ketua Pengcab IPSI Bandarlampung sejak 2016, dan didapuk jadi Ketua Ikatan Pensiunan PNS Kota Bandarlampung sejak 2018 lalu.

Pengampu tanda penghargaan Satyalencana 10 Tahun dan Satyalencana 20 Tahun dari Presiden RI ini, memulai karir birokratnya sejak diamanati Kasubbag Perekonomian Pemprov Lampung 1990-1991.

Berturut-turut, disusul Kasubbag Tata Hukum 1991-1997, naik geser jadi Kabag Bantuan Hukum 1997-2005, dan Kabag Sarpras Biro Humas 2005-2007, masih di Pemprov. Di sela itu, sejak 2004 hingga 2010, dia tercatat pula dipercaya jadi salah satu Wakil Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Saptawa, milik Pemprov Lampung.

Dia turut melakoni sendiri kepayahan tugas menyelenggarakan pelaksanaan umum/teknis kepemiluan, saat setahun lamanya, 2008-2009, ditugasi sebagai Kabag Hukum dan Teknis KPU Daerah Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Menjaga Keharmonisan Antar Parpol Ditangan Sekwan Netylia Sukrie

Di dua tahun itu, kita ingat Lampung punya hajat Pilgub Lampung 2008 yang tercatat sejarah demokrasi Indonesia sebagai pilgub langsung dengan jumlah peserta terbanyak se-Indonesia saat itu, tujuh pasangan calon.

Diketahui dia mulai bertugas di lingkungan Pemkot Bandarlampung sejak 2010, sebagai Asisten Bidang Pemerintahan Setdakot hingga 2017 saat dia dipercaya jadi Ketua KPRI Ragom Gawi Bandarlampung, kemana Deddy di 2009-2010? Saat itu dia ikut perkuat skuad cegah-berantas narkoba di Lampung, sebagai Kabag Penegakan Hukum Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung.

Eva-Deddy mengampu Visi Bandarlampung Cerdas, Sehat, Beriman, Berbudaya, Nyaman, Unggul, Berdaya Saing Berbasis Ekonomi Kerakyatan untuk Kesejahteraan Masyarakat.

Didukung tujuh misi, meliputi pertama, Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat; kedua, Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan Pendidikan Masyarakat; ketiga, Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur Dalam Skala Mantap untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Sosial; keempat, Mengembangkan dan Memperkuat Ekonomi Daerah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat; kelima, Mengembangkan Masyarakat Agamis, Berbudaya, dan Mengembangkan Budaya Daerah; keenam, Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan, Pemerintahan yang Baik dan Bersih, Berorientasi Kemitraan Masyarakat dan Dunia Usaha; ketujuh, Mempertahankan dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup.

Duet ini pilkada lalu meraih 249.241 suara, dari total jumlah suara sah yakni sebanyak 434.949, jumlah suara tidak sah 12.496, sehingga total jumlah suara sah dan suara tidak sah 447.445) dari 1.700 TPS di 126 kelurahan di 20 kecamatan, berdasarkan hasil Rapat Pleno KPU Kota Bandarlampung tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tingkat Kota Bandarlampung pada Pilkada 2020, di Hotel Emersia, Telukbetung Bandarlampung, 15 Desember 2020.

Disitat dari laman KPU Bandarlampung, Eva-Deddy unggul atas paslon nomor urut satu diusung gabungan parpol Partai Golkar dan PKS serta didukung Partai Garuda dan PSI, Rycko Menoza-Johan Sulaiman dengan total raihan 92.428 suara, dan paslon nomor urut dua diusung Partai Demokrat, PAN, PKB, PPP, dan Perindo, M Yusuf Kohar-Tulus Purnomo Wibowo dengan raihan 93.280 suara.

Merujuk DPT Pilkada Bandarlampung 2020 sebanyak 647.278 pemilih, ditambah jumlah 25.882 pemilih Daftar Pemilih Tambahan/DPTb atau pemilih pengguna KTP elektronik pada hari H pemilihan diatas jam 12.00 WIB terdiri 11.652 pemilih laki-laki dan 14.230 pemilih perempuan, secara kuantitatif ada 673.310 pemilih pencoblos. Dengan tingkat partisipasi politik pemilih 66,45 persen.

Hampir di ujung, Eva Dwiana yang medio Juli 2015 silam pernah bocorkan moto hidupnya, “selalu ingin membahagiakan orang lain” ini, disitat dari pengakuannya saat diwawancarai jurnalis Warna Lampung, Leni Marlina, kala itu, pun mengaku memedomani petuang mendiang sang ayah, untuk selalu berkata benar. Boleh jadi saat telah resmi memimpin 1,25 juta jiwa rakyat Bandarlampung nanti, tak perlu repot lagi menggunakan strategi obat nyamuk bakar, bergerak pasti dari pinggir –penjelasannya kepada jurnalis Leni– atas kegigihannya dalam menomorsatukan pemuliaan karakter kepedulian sosial terhadap kaum dhuafa melalui Yayasan Dian Esa Semesta (Diesta) pimpinannya masa itu.

Bersama sang duet, Deddy Amarullah, meskipun Haji Agus Salim tempo ‘doeloe’ pernah menyebut “Leiden is Lijden”, jalan pemimpin adalah jalan menderita, namun seiring waktu, pesan magis tokoh bangsa tersebut selain bakal bertemu sauh dengan teladan petuah kemanusiaan Sang Putra Fajar, Presiden pertama Indonesia Soekarno, “…Tuhan bersemayam di gubuk si miskin”, sebagaimana 269 daerah provinsi, dan kabupaten/kota lainnya sahibul hajat pilkada serentak 2020, kedepan juga diproyeksi bakal terjal hambatan wujudkan bujur visi misi cemerlangnya. Ulah apa, kedalaman imbas luar biasa ganas berikut derajat tinggi kebutuhan energi kolektif menanggulangi krisis kesehatan sekaligus krisis ekonomi gegara pandemi. COVID-19.

Apapun itu, seperti pula banyak prediksi, Eva-Deddy yang tidak tengah demam panggung itu bakal kontan tancap gas dan “gercep” lanjutkan kinerja “pemerintah terdahulu”, diksi populer Eva Dwiana kampanye lalu.

Pengetahuan akan memberimu kekuatan, tetapi karakter memberimu kehormatan, ujar mendiang Bruce Lee. Kini, banyak warga kota pun mengaku tak ragu lagi menyapa: Eva-Deddy, sampai jumpa di hari pelantikan!

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top