Modus

Penambahan Modal PD PMP Dikorupsi, Mukhlis Basri Akui BUMD dan SPBU Programnya

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, yang juga mantan Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri/NUS

Suluh.co – Disebutnya nama Mukhlis Basri sebagai inisiator pembangunan SPBU Sekincau di persidangan korupsi, tak ditampik oleh mantan orang nomor satu di Kabupaten Lampung Barat tersebut.

Mukhlis Basri menyatakan dengan tegas kepada awak media pada kunjungannya ke Lampung, pada Rabu (17/2) pagi tadi, bahwa BUMD beserta dengan rencana pembangunan SPBU adalah program kerja miliknya sebagai bupati.

Namun, terkait permasalahan sengketa lahan di lokasi tersebut ia berucap tidak mengetahui secara jelas.

“Pemimpin itu kan hanya mengakomodir keluhan masyarakatnya, yang selalu merasakan kelangkaan bahan bakar minyak di Lampung Barat yang hanya punya dua SPBU,” kata Mukhlis Basri.

Baca Juga:  Polsek Dente Teladas Indentifikasi Penemuan Tulang Tengkorak Manusia di Kampung Bratasena Adiwarna

Terkait penyebutan namanya dalam pengadilan, Mukhlis mengaku tidak mempersoalkan hal itu, karena apa yang sudah di program sesuai dengan peraturan.

“Yah gak apa-apa, yang pasti program yang saya jalankan sudah sesuai,” tukas Mukhlis.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP ini pun mengklaim bahwa program tersebut sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Diketahui, nama Mukhlis Basri disebut dalam keterangan saksi Nirlan, selaku mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat, yang mengungkapkan bahwa pembangunan SPBU Sekincau adalah inisiasi dari Mukhlis Basri sendiri.

Lokasi tersebut pada akhirnya menjadi sengketa antara masyarakat versus pemerintah kabupaten, dan dimenangkan oleh masyarakat dalam gugatannya di pengadilan pada tahun 2018 lalu.

Baca Juga:  Mai Fitriyani Kepergok Ekploitasi Anak

Dan di tahun tersebut, perda Nomor 03 Tahun 2015, terkait aset di Sekincau seluas 3,3 hektare pun dicabut, dan digantikan peraturan daerah yang baru di 2018, yang pada akhirnya rencana pembangunan pom bensin pun tidak terlaksana dan diduga mengakibatkan kerugian negara.

 

Reporter :  Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top